Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Jawa - Bali arrow Pulau Biawak, "Perawan Cantik" dari Utara
Pulau Biawak, "Perawan Cantik" dari Utara PDF Cetak E-mail
(27 votes)
Berbeda dengan kawasan selatan, wilayah laut utara Jawa tak identik dengan wisata. Kalaupun ada titik-titik yang dijadikan tempat wisata, pemandangan yang ditawarkan tetap tak seindah kawasan laut selatan. Seperti itu juga kondisi wisata laut di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pesisir Indramayu tidak memberikan tawaran serupa pantai di Kabupaten Sukabumi atau Garut yang sama-sama termasuk wilayah Jawa Barat. Bahkan, pesisir sering kali merupakan daerah kantong-kantong kemiskinan yang ditandai dengan rumah-rumah dan lingkungan yang kumuh.


Namun, kunjungilah Pulau Biawak. Pesona alam merupakan anugerah Tuhan bagi pulau yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pantai utara Indramayu ini. Airnya bening dan pasirnya putih seperti kebanyakan pantai di kawasan selatan. Daratan seluas 120 hektar ini juga kaya dengan tanaman bakau yang hijau dan rapat dipandang dari ketinggian.

Sedikitnya ada dua nama lain yang lazim digunakan untuk menyebut Pulau Biawak, yakni Pulau Rakit dan Pulau Menyawak. Karena itu, Anda tak perlu berdebat ketika orang menyebut nama selain Pulau Biawak. Petugas menara suar yang tinggal di sana, Slamet Riyanto, mengatakan, sebelumnya ada lagi sebutan untuk Pulau Biawak, yakni Pulau Bompyis, yang merupakan nama warisan penjajah Belanda. "Kalau tidak salah, nama Pulau Rakit diubah menjadi Pulau Biawak pada tahun 1980-an," kata Slamet yang bertugas di sana bersama seorang temannya.

Tulisan nama Bompyis masih tersisa pada papan di ruangan genset—alat yang bisa menghasilkan listrik. Genset itu digunakan untuk penerangan permukiman petugas dan, terutama, untuk menyalakan lampu suar. Lampu penunjuk arah bagi para pelaut itu terletak pada menara setinggi 65 meter. Bangunan tersebut juga merupakan "warisan" Belanda, yakni dibangun pada tahun 1872. Di bagian dalam menara, yang berbentuk silinder, terdapat tangga memutar dengan keseluruhan anak tangga berjumlah 240. Butuh keberanian untuk menaiki tangga tersebut. Namun, jika berhasil mengalahkan rasa takut dalam diri Anda, di puncak menara Anda akan menemukan pemandangan hutan bakau dan laut yang memesona.

Habitat biawak

Sesuai dengan namanya, pulau ini merupakan habitat biawak (Varanus salvator). Konon reptilia itu sudah ada sejak pulau tersebut didatangi manusia pada lebih dari satu abad yang lalu. Belum ada penghitungan yang memberikan data pasti tentang jumlah binatang itu. Namun, jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan ekor. Mereka hidup di rawa-rawa dan semak-semak hutan bakau yang keberadaannya mendominasi daratan itu.

Biawak-biawak tersebut tidak jinak. Namun, "mereka tidak menyerang kalau tidak kita ganggu," kata Dulrokhim (61), nelayan Indramayu yang tengah berada di sana. Dulrokhim menambahkan, biawak biasanya juga mampir ke kawasan rumah penjaga menara suar, terutama saat ada nelayan yang singgah membawa ikan. "Mungkin bau amis ikan itu yang mengundang mereka datang," kata Dulrokhim. Meski tidak jinak, lanjutnya, ada beberapa biawak yang tak segera lari kalau didekati. "Mungkin sudah terbiasa. Jadi, tidak takut lagi terhadap manusia," kata Dulrokhim lagi.

Saat kunjungan Kompas awal November lalu, ada beberapa biawak yang keluar dari kerimbunan hutan bakau. Seekor di antaranya bahkan cukup besar, panjangnya sekitar 1,5 meter. Tubuhnya dibalut kulit warna coklat kehitaman dan dipenuhi bintik-bintik kuning. Menurut Dulrokhim, hanya biawak jenis itu yang sering ia jumpai. Namun, tak hanya biawak yang merupakan kekayaan fauna lingkungan Pulau Biawak. Banyak juga burung yang melintasi angkasa pulau tersebut, antara lain cangak laut (Ardea sumatrana), trinil pantai (Bubulcus ibis), dan burung udang biru (Alcedo Caerulenscens).

Lautnya yang bening juga merupakan surga bagi ratusan jenis biota laut dengan bentuk dan warna yang indah. Kondisi terumbu karang pada kedalaman tiga meter masih cukup bagus. Berdasarkan data di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, terdapat 95 jenis ikan yang mewakili 30 famili, antara lain ikan zebra (Dendrichirus zebra), kupu-kupu (Chaetodon chrysurus), dan merakan (Pterois valiteus). Dengan menyelam, ikan-ikan cantik itu dapat dilihat mulai dari kedalaman lebih kurang satu meter. Sayangnya, pada tahun 2004 keindahan ini pernah tercemar oleh lapisan minyak mentah. Tidak diketahui dari mana asal minyak mentah tersebut. Diduga, bahan pencemar itu berasal dari kapal tanker yang sering melintasi kawasan perairan Indramayu. "Waktu itu, terumbu karang banyak yang mati," kata Kepala Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indramayu Koko Sudeswara.

Pulau Gosong

Selain Pulau Biawak, kawasan ini juga menawarkan kecantikan Pulau Gosong dan Pulai Candikian. Pulau Gosong berjarak tempuh sekitar setengah jam dari Pulau Biawak. Pulau Candikian juga berjarak 30 menit dari Pulau Biawak. Berbeda dengan Pulau Biawak, kedua pulau ini tak berpenghuni. Bahkan, Pulau Gosong yang sebenarnya lebih luas dari Pulau Biawak hanya tersisa beberapa meter persegi. Pulau itu sering digunakan untuk bertapa dengan tujuan mencari kekayaan dan sejenisnya. Pulau ini "hilang" akibat pengerukan untuk pembangunan Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan Exor I sekitar tahun 1980-an.

Melihat potensi alamnya, kawasan ini bisa memuaskan para pemburu kenikmatan wisata. Pulau cantik itu saat ini benar-benar masih perawan. Untuk perjalanan sekitar empat jam dari Indramayu ke lokasi itu, misalnya, belum tersedia perahu khusus. Kalaupun menyewa, pengunjung harus merogoh kocek sekitar Rp 750.000 untuk perahu nelayan berkapasitas sekitar sepuluh orang. Selain itu, juga belum ada dermaga yang memudahkan pengunjung mencapai bibir pantai saat air pasang. Selain itu, juga belum ada rumah-rumah peristirahatan yang bisa disewa wisatawan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu Abdul Hakim mengatakan, Pemerintah Kabupaten kesulitan mengembangkan kawasan itu. Terutama, katanya, tidak ada daya tarik wisata lain yang bisa ditawarkan sebagai pendamping Pulau Biawak. Selain itu, kawasan tersebut benar-benar belum tersentuh sehingga investor pasti enggan mengingat besarnya biaya yang harus ditanamkan. Meski demikian, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu sudah berencana menggarap potensi itu. Saat ini telah tersedia anggaran Rp 1,6 miliar dari APBN dan Rp 375 juta dari APBD II. "Pemerintah provinsi juga telah membantu saat identifikasi potensi," kata Hakim.

Ia berharap, setelah pemerintah membuka "isolasi", investor akan tertarik mengembangkan Pulau Biawak. "Tentunya dengan rambu-rambu yang akan membatasi upaya komersialisasi agar tetap terjaga untuk konservasi," kata Hakim lagi. Pemerintah Kabupaten Indramayu, katanya, telah menyiapkan peraturan daerah untuk itu.

Penulis : Lis Dhaniati
Foto : bstwan
Sumber : Kompas

Peta Lokasi :



Salam hangat dari Liburan.Info...


Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:


Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


atau login di liburan.info dan klik menu submit news.


Salam Liburan Indonesia...

 

Comments
Search RSS
Ettry Micco..  - indramayu Qu..   |2009-06-22 17:29:13
I Louph indramayu Qu...
Baru kali ini,
Bangga se bangga bangga nya jadi Orang indramayu...
punya pulau...

Well,
sebener nya,,
Bukan pecinta alam juga Cc..
tapi...
tunggu nanti...
buat ngeJPRET pic2 indah di Biawak,indramayu Qu...

Buat yang rapat disana...
banguu.uuu.u...n...
Bukan waktu nya berngantuk2 ria saat rapat...
indramayu punya pulau...
Dan,
ini tugas kalian..
jadiin indramayu ga cuma KOTA MANGGA..
vazz  - wisata   |2009-08-02 08:50:33
saya dan teman" liburan kmrin ingn sekali pergi k pulau biyawak, tapi kami kslitan mncri perhu yg snggup pergi ksna d krnkan para nelayan tdk berni mnghdpi ombk yg sdg tingi"nya . tapi kami masih punya keinginan untuk pergi ksna . mski kami skrg sudah kls 12 d sma 1 sindang indramayu .
. kami berhrap pemda dapat menjadikan pulau biyawak menjadi tempat wisata yang indah dgn kwasan yg yg masi perawan . dan juga wisatawan d mudahkan dengn memberikan fasilitas untuk pergi kesana . terimakasih
liburan.Info   |2009-08-03 09:13:53
avatar Betul... kendalanya tidak banyak nelayan yang berani dan mampu untuk mengantar anda kesana, sebaiknya disediakan boat yang sanggup mengantar wisatawan kesana. Bagaimana Pemnda Indramayu ?

Salam Liburan Indonesisa...
mimi nta   |2009-10-19 13:18:03
Aq mang asli IM,, Pi q g tau pulau biawak tu,, t'ltak disebelah mna IM ch...?
liburan.Info   |2009-10-19 13:50:57
avatar Di sebelah utara Indramayu, di pesisir laut utara.

Salam Liburan Indonesia...
rohandi  - akses ke pulau biawak   |2009-10-22 11:13:22
saya mau ke pulau biawak indramayu,
akses kesananya dari mana ya??
terus kira2 biaya kesananya berapa(kalo bisa ada rincian untuk biaya apa ja)?
usman husein   |2009-11-06 13:01:41

Saya pernah berkunjung kesana 2003, memang istimewa itu pulau dan wah deh.Disana selain mercusuar, ada makam seorang kyai dan seorang Belanda. Ikan terlihat jelas dipantai. Memang jauhnya itu Bok, 3 jam pake tongkang Pertamina. Kalau lagi gelombang besar ;lumayan deh bisa mabok laut, tapi terobati juga dengan pemandangan disana.
Sarifudin   |2009-12-25 12:00:25
Saya bangga jadi orang indramayu karena sebeneernya di tanah kelahiranku banyak yg belum tersentuh di bidang pariwisata kebetulan saya lulusan AKPAR YASMI CIREBON saya pengen mengembangkan wisata di pulau biawak,dengan mempromosikan ke tingkat nasional dan dunia ,maju terus P.Biawak.
Untung Gautara  - BJBK   |2010-01-06 20:55:51
BJBK: Bli jelas bli Karuan. Boro-boro ngurusi sing adoh! Pantai Tirtamaya wis klenger! Glayem? Ribute bae! Waduk Bojongsari durung dadi wis pada rusak? ya "mungkin" Repot! Ya wis masyarakatnya saja dulu! Kita-kitanya saja dulu membangun pariwisata di Indramayu. Setidaknya pada promosi kita punya pulau Biawak dll. Ya di internet ini sudah ok! Siapa tahu besok-besok banyak investtor! Yes!
Rudy Fathurrohman   |2010-03-23 12:10:37
Saya putra asli indramayu yang sekarang sudah bermukim di Surabaya, April mendatang sy ingin pulang kampung dan berwisata di sana. Di Pulau Biawak apa ada hotel yang memadai?
liburan.Info   |2010-03-24 20:31:44
avatar ada kok hotel yang memadai Mas, jangan kuatir
n"cus-bdg   |2010-04-07 12:45:52
waduh,,,kyk x emg bagus tuch d pulau biawak,,,,tp,,,kyk x tuck pergi k sana ga mungkin mslh x takut mabok laut,,,hiks hiks hiks...ada jln dart ga ya,,,,
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan ke turki murah

liburan pulau macan pulau seribu

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan natal dan tahun baru 2011

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 4 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
The Green Village

Alexa Traffic Stats