Indonesia
Kalimantan
Permata di Jantung Khatulistiwa | Permata di Jantung Khatulistiwa |
|
|
|
Akhir pekan lalu, bersama beberapa saudara seperjuangan melaksanakan agenda rihlah (baca: tamasya, jalan-halan) bersama. Tujuan kami adalah satu pulau kecil yang berada di perairan Sungai Raya Kepulauan di Kab. Bengkayang Sebelah utara dari Kecamatan Sei Duri. Dari Pontianak, kami berangkat pk. 05.00 setelah shubuh. Perlengkapan secukupnya telah saya persiapkan sejak semalam. Tak lupa pelampung life guard untuk berjaga-jaga.Dari Pontianak kami bergerak menuju ke utara, menyeberangi 2 sungai yang membelah kota Pontianak: Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Menjelang pk. 06.30-an kami rehat, sarapan sejenak di Kota Kecamatan yang cukup ramai menjadi titik persimpangan jalur ke arah pantai utara menuju Singkawang-Sambas dengan jalur ke arah timur menuju: Ngabang-Sanggau-Sintang hingga jauh ke pedalaman Kapuas Hulu: Putusibau. Secangkir kopi susu dan penganan roti dan pengkang (lember udang bakar) lumayan memberi asupan energi yang cukup untuk melanjutkan perjalanan.Total perjalanan darat menuju titik terakhir pemberangkatan kami adalah sekitar 93 km. Tiba di lokasi, yang merupakan kenalan baik salah seorang teman kami telah mempersiapkan perahu kelotok beserta nahkodanya. Perjalanan membelah air siap dimulai. Perahu bergerak lambat menyusuri muara sungai hingga berjumpa dengan lautan. Air kuning keruh pun lambat laun berubah menjadi kehijauan dan kemudian biru gelap. Ketika perahu bergerak, Matahari pagi mulai condong ke atas. Sekitar Pk. 08.30an perahu meninggalkan dermaga. Dengan dilepas deretan pohon bakau, perahu mulai beranjak menuju ke arah Barat. Kecepatan perahu klothok ini tak lebih dari 13 km/jam. Merambat pelan membelah lautan. Ombak masih terlalu jinak. Angin semilir beradu lembut dengan lambung kapal yang terombang-ambil pelan. Satu demi satu pulau-pulau kecil dilalui. Kedalaman laut pun mulai berubah. Biru air laut kian lama kian gelap. Di layar GPS merekam altitude kami berada pada ketinggian 8-11 meter.Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Jarak air yang harus ditempuh menuju Pulau Randayan dari Dermaga tadi adalah sekitar 16 km. Dari jauh Pulau Randayan tampak imut dengan hamparan pasir putihnya. Pk. 10.18 an akhirnya kami tiba merapat di Pulau tersebut. Gelombang laut begitu tenang. Dasar pasir dan bebatuan tampak jelas dari permukaan laut pantainya. Tepat yang cocok untuk melakukan olah raga air diving atau snorkling. Pulau ini sebenarnya masih dibawah pengelolaan dan management yang sama dengan Pantai Pasir Panjang di Singkawang. Bahkan bagi para pengunjung dan wisatawan yang menginap di Pasir Panjang Beach Hotel bisa memesan kapal motor untuk mengunjungi pulau ini pula. Fasilitas di pulau ini pun relatif lengkap. Walaupun jaringan listrik hanya bisa dipasok dengan genset namun di sisi Pantai Timur-nya berdiri beberapa kamar cottege dengan berbagai variasi harga. Kami sempat berkeliling pulau, yang ternyata jika ditempuh dengan berjalan kaki tidak akan lebih dari 40 menit saja. Bentuk pulaunya lonjong mirip elips, dengan diameter terpanjang pulau ini berkisar 500-600 m saja, sedangkan lebarnya tak lebih dari 300 m. Di pesisir pantai sebelah Selatan hingga ke Barat lebih banyak dipenuhi dengan batu-batu karang. Sedangkan pasir putihnya dominan berada di sebelah Timur Pulau. Di sekitar pulau terdapat beberapa bagan ikan, jika kita bisa mengkontak salah seorang nelayan yang tinggal di Pulau tetangga: Pulau Lemukutan atau Pulau Penata Besar, maka kita bisa diantarkan ke spot menarik untuk melakukan pemancingan atau berburu hewan laut lainnya di sekitar bagan ikan milik mereka.Selain memancing dan bersantai, pulau ini juga cocok untuk melakukan olahraga air seperti kano maupun menyelam (diving, snorkling) terutama di pesisir pantai Timurnya karena air yang relatif tenang dengan pasir putih dan terumbu karang yang terlindungi. Sekitar pk. 13.15 siang hari, akhirnya kami meninggalkan pulau untuk kembali lagi ke Pontianak. Berapa budget yang harus anda siapkan untuk menuju kemari? Relatif tidak mahal untuk sebuah pengalaman yang menarik. Dari Pontianak menuju ke Karimunting Kec. Sungai Raya Kepulauan ini bisa dengan menggunakan kendaraan umum. Bis Pontianak-Singkawang sangat mudah di dapati dari terminal Batu layang Pontianak. Hanya, hati-hati dengan calo. hehe...Jika ingin lebih nyaman anda juga bisa menumpang kendaraan Travel Pontianak-Singkawang yang terkenal dengan kecepatannya atau kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Jalan raya di pesisir pantai utara antara Pontianak-Sambas adalah jalan raya dengan kualitas terbaik dari seluruh jalan raya di Kalimantan Barat. Minimal lebih sedikit lubang-lubangnya. hehe... Sedangkan perahu motor bisa anda sewa dengan rentangan harga antara 200 ribu s.d. 500 ribu, tergantung ukuran dan kapasitas mesin serta konsumsi bahan bakarnya. jadi, akhirnya ada juga week end menarik di Kalimantan Barat.. dan tidak melulu berujung ke A. Yani Mega Mall... Penulis : abuziyad Sumber : abuziyad.multiply.com Foto : abuziyad.multiply.com, kalbar.us Peta Lokasi : Salam hangat dari Liburan.Info... |
||||||||||||||||||||||||||
| Comments |
|
|
|||||
|
||||||
|
|||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|








Pampang, Desa Budaya...
ai eriC..
Tongkonan, Rumah Ada...
Toraja Tungkasanganna - Siulu'q sola ...
Pulau Bidadari
Ujung Genteng, Mutia...
Pengen banget ke sana kira kira ada y...
Ragam Potensi Wisata...
SaYa OraNg MeRaUkE NiCh...........
Warso Farm Berwisata...
jd pngen.. -