Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Afrika arrow Dari Medan Magnet hingga Kurma Gratis
Dari Medan Magnet hingga Kurma Gratis PDF Cetak E-mail
(2 votes)
Ketika menunaikan haji, selain beribadah seseorang bisa melewatkan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat menarik di Makkah dan Madinah. Apalagi kedua wilayah tersebut memiliki banyak objek menarik untuk dikunjungi. Ada bangunan ibadah seperti Masjid Tan'im, Ji'ronah, Hudaibiyah, Qiblatain, atau Quba. Ada juga kawasan bersejarah, misalnya Gua Hira, Jabal Rakhma, atau Jabal Nur.


Tak cuma itu, kawasan atau bangunan umum pun banyak yang memesona untuk didatangi seperti peternakan unta, kebun kurma, medan magnet, Museum Alquran, atau tempat pengolahan kurma.

Ya, berkat kebesaran Allah maka saujana atau lansekap di dunia ini sangat beragam dan sangat layak untuk kita syukuri. Di dekat kota Madinah, ada kawasan berpanorama bukit batu dan padang pasir serta flora dan fauna khas Arab Saudi pada area medan magnit. Tentu saja karaketristik kawasan seperti itu tidak akan bisa kita jumpai di Indonesia.

Benar memang, panorama di kawasan medan magnit tersebut merupakan objek alam yang sangat menarik. Langit tampak biru, indah dan jernih karena hampir-hampir tanpa awan. Warna biru langit itu terlihat harmonis dan serasi berpadu dengan warna cokelat kemerah-merahan padang pasir dan bukit batu. Pada beberapa tempat terdapat tanaman khas padang pasir yang penuh dengan duri tajam.

Keindahan alam khas Saudi Arabia itu semakin lengkap dengan adanya medan magnet yang sangat mengundang keingintahuan banyak pengunjung. Walhasil, banyak jemaah haji dari berbagai negara datang ke sana dengan bus. Di tempat tertentu di sekitar pusat magnet itu, biasanya para sopir pengantar jemaah akan memeragakan efek medan magnet.

Mereka mematikan mesin bus. Tapi apa yang terjadi? Kendaraan itu bus tetap berjalan karena pengaruh tarikan medan magnit. Yang menakjubkan, bus bisa bergerak pada jalan yang menanjak. Baru setelah itu, bus diparkir di suatu tempat yang lapang dan para penumpangnya turun untuk menikmati keindahan panorama alam sekitar dengan leluasa.

Banyaknya pengunjung di tempat itu adalah peluang bisnis bagi pengusaha setempat. Mereka menyewakan ”buggy”, yaitu sebuah mobil kecil yang hanya dapat dikendarai satu orang dewasa saja. Dengan kendaraan mungil itu pengunjung bisa menjelajahi padang pasir di area tersebut. Selain itu, tersedia tenda berkapasitas lima orang untuk pengunjung yang ingin berkemah.

Sampah tentu jadi persoalan di suatu tempat yang banyak didatangi orang. Tapi jangan membayangkan area tersebut penuh serakan sampah di mana-mana. Pasalnya, selalu ada petugas kebersihan yang membawa kantong plastik dan alat penjepit. Dalam seragam serbahijau, mereka sigap memunguti sampah-sampah yang ditinggalkan pengunjung.Umumnya para pekerja kebersihan itu tersebut berasal dari Pakistan dan Bangladesh.

Tempat menarik lain yang pantas didatangi adalah peternakan unta, misalnya yang ada di sekitar Makkah. Pasalnya, kunjungan ke tempat seperti itu bisa merupakan sensasi tersendiri.

Peternakan umumnya berada di tempat terbuka. Tidak ada bangunan beratap pada lingkungan di sekitarnya. Sejauh mata memandang hanya hamparan padang pasir berlatar belakang pebukitan batu. Para pekerja pada peternakan unta hampir semuanya berkulit hitam. Mungkin saja itu karena mereka bekerja di bawah terik matahari selama waktu yang lama.

Apa makanan unta-unta itu? Mereka makan rumput kering. Karena hampir-hampir tak ada tanaman di padang pasir yang dapat dikonsumsi unta, maka rumput kering diimpor dari negara tetangga. Adapun minumannya didatangkan dengan menggunakan mobil tangki dari hasil penyulingan air laut.

Unta dipelihara secara kelompok, terdiri atas unta dewasa dan anak-anaknya. Hampir semua pengunjung memanfaatkan kelompok unta sebagai latar belakang saat berpose di depan kamera. Banyaknya pengunjung dimanfaatkan peternak untuk menjual susu unta yang langsung diperah dari ternak.

Setiap ada bus datang, mereka langsung menghampiri dan menawarkan,”Dua, lima real.” Yang dimaksud adalah dua botol kecil susu dijual seharga lima real. Yang jelas, susu unta yang segar itu sangat bergizi dan menggoda selera pengunjung. Hanya saja bagi mereka yang memiliki sistem pencernaan agak bermasalah, sebaiknya berhati hati mengonsumsi susu itu. Ada seorang teman saya yang mengalami gangguan pencernaan setelah meminumnya.

Setelah mengunjungi peternakan unta, menarik pula mendatangi tempat pemotongan hewan kurban. Yang pasti, pada saat Idul Adha dan musim haji, frekuensi pemotongan hewan kurban sangat tinggi. Di sana kita bisa melihat bagaimana sigapnya para ”jagal” yang berseragam serbamerah dari pakaian, sabuk hingga surban. Sesuai dengan hukum Islam maka penyembelihan hewan dilakukan secara manual.

Seragam petugas pemotongan hewan yang serbamerah tersebut dimaksudkan agar pakaian atau surban yang terkena percikan darah tidak terlihat kotor.

Nah, satu lokasi lagi yang layak didatangi sebagai penambah wawasan mengenai khazanah kebudayaan masyarakat setempat adalah tempat pengolahan kurma. Apalagi, kurma merupakan penganan yang terbilang ”wajib”, paling tidak sebagai oleh-oleh bagi siapa saja yang menunaikan ibadah haji. Jadi, selain menikmati daging buahnya yang manis lezat, kita juga bisa mengetahui bagaimana proses pengolahannya.

Yang jelas, sistem pengolahan kurma banyak mengalami perkembangan seiring kemajuan peranti teknologi. Kurma selain dikeringkan, juga diolah dengan campuran cokelat, madu, buah almond, kenari , dan sebagainya. Walhasil, produknya jadi memiliki komposisi dan cita rasa yang bervariasi.

Kunjungan ke pusat industri korma tentu merupakan kesempatan baik untuk membeli oleh-oleh untuk kerabat dan teman. Tidak membeli pun tak masalah, dan pengunjung tetap bisa mencicipi beberapa butir kurma. Sesuai kebiasaan di Arab Saudi, pengunjung bebas mencicipi kurma dan hasil olahannya.

Jadi, kalau seseorang berkeliling dari satu meja ke meja lainnya, dan mencicipi hingga 20 macam produk korma, tentu saja dia merasa kenyang tanpa perlu mengeluarkan satu real sekalipun. Kebebasan untuk mencicipi secara gratis berlaku pula di toko-toko atau di supermarket swalayan modern Bin Dawood yang terletak persis di samping Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Perlu diketahui, kurma yang paling diminati jemaah haji Indonesia biasanya jenis kurma Ajwa atau yang disebut juga Kurma Nabi karena merupakan kesukaan Rasulullah saw. Banyak yang percaya kurma jenis itu mengandung berbagai khasiat. tapi yang jelas, harganya lebih mahal ketimbang jenis-jenis lain.

Nah, apabila ketika di Makkah atau Madinah, belum sempat membeli kurma, kita masih dapat memborong berbagai jenis kurma di Balad, pusat perbelanjaan terkenal di kota Jeddah sebelum bertolak ke tanah air.

Museum Dua Masjid Suci

Selama sekitar 40 hari menunaikan ibadah wajib dan sunah yang jadi rangkaian ibadah haji, seorang bisa pula mengunjungi berbagai objek penting seperti Museum Dua Masjid Suci dan tempat percetakan Alquran.

Di Makkah, ada sebuah bangunan megah dengan arsitektur khas Timur Tengah. Namanya Museum of the Two Holly Mosques Architectures. Yang dimaksud adalah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Lingkungan di sekitar museum adalah padang pasir berbukit batu sebagaimana umumnya lansekap di Arab Saudi. Meski begitu, halaman di sekitar museum sangat hijau. Sebab, selain deretan pohon kurma, ada banyak tanaman dari daerah tropis yang lembab, antara lain pohon kamboja, bunga merak, bunga tapak doro, dan sebagainya.

Di dalam museum terpajang foto-foto perkembangan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi secara lengkap dari masa ke masa. Tak hanya foto berukuran raksaksa, kita bisa mengetahui perkembangan kedua bangunan tersebut lewat maket atau miniatur masjid.

Di samping itu, dipamerkan pula benda benda yang pernah digunakan sebagai perlengkapan kedua masjid suci tersebut yang sudah tidak terpakai karena sudah diganti dengan yang baru. Misal­nya, bingkai Hajar Aswad, kunci, pintu, dan kain penutup Kabah, mimbar tempat khotbah, penutup Makam Ibrahim, perlengkapan sumur Zam Zam, dan sebagainya.

Agar benar-benar dapat mengamati dan mempelajari dengan saksama semua materi yang dipamerkan, tentu saja kita memerlukan waktu yang panjang. Karena setidaknya untuk semua itu, kita butuh berkeliling seharian penuh. Yang jelas, dengan mengunjungi museum tersebut, kita akan dapat lebih memahami sejarah dan informasi penting kedua bangunan suci itu.

Di Madinah, rasanya rugi pula kalau kita takmengunjungi tempat percetakan dan penjualan Alquran. Di sana, kita dapat menyaksikan proses pencetakan kitab suci itu dalam berbagai ukuran yang dilengkapi terjemahan hampir dalam semua bahasa di seluruh dunia. Sebut misalnya bahasa Rusia, China, Korea, Jepang, Spanyol, dan tentu saja dalam bahasa Indonesia. Apalagi, taman di halaman percetakan tersebut sunggah menakjubkan. Hijau, indah, dan memesona dan bisa membuat kita seolah lupa tengah berada di wilayah berpadang pasir dan bukit batu.

Tentu saja di lokasi percetakan itu, ada pula wahana penjualannya. Pengunjung dapat memilih Alquran sesuai keinginan. Tapi pada saat musim haji, kita harus ekstrasabar kalau ingin membeli. Tak hanya kesabaran, perjuangan keras pun harus dilakukan.

Bayangkan saja, kalau setiap jemaah ingin membeli, berapa ba­nyak orang yang berjubelan di situ. Apalagi, sistem pembelian dengan waktu terbatas itu tidak mengenal istilah ”antre”. Yang ada malah, ”siapa cepat dan kuat, dia dapat”.

Benar, harga kitab di situ lebih murah ketimbang di toko-toko. Tapi kalau enggan berjibaku seperti itu, kita bisa membelinya dengan harga lebih tinggi di toko, atau kalau pintar menawar, kita bisa mendapat kitab Alquran yang tak semahal dari toko di pedagang kaki lima di Makkah, Madinah, atau Jeddah.

Kalau mau yang edisi luks, kita bisa mendapatkannya di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah saat kepulangan ke tanah air. Tentu sangat mahal harganya. Tapi untuk kitab yang disucikan itu, sekali-sekali kita tak perlu menyoal harga, bukan?

Sumber: SuaraMerdeka

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...

Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:

Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

atau login di liburan.info dan klik menu submit news.

Salam Liburan Indonesia...

Comments
Search RSS
Umriyati Nur Hamidah Abdur Roz  - Medan Magnet   |2009-11-14 23:45:57
Subhanallah, Maha Kaya Engkau Ya Allah...
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan ke turki murah

liburan pulau macan pulau seribu

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan natal dan tahun baru 2011

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 2 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
The Green Village

Alexa Traffic Stats