Istilah organik terletak pada proses produksi dan pengolahannya yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia beracun. Meski lebih mahal dari harga makanan non-organik, namun tubuh bakal memetik keuntungan yang jauh lebih besar, sebab makanan jenis ini bebas dari pestisida. Paling tidak, bisa mengurangi asupan bahan-bahan beracun ke dalam tubuh di samping kandungan nutrisinya juga lebih padat. Sebuah penelitan menyimpulkan, setidaknya terdapat beberapa pestisida yang terkandung dalam bahan makanan yang bisa menyebabkan kanker. Pun, studi lain menyebutkan hampir 1,4 juta kasus kanker disebabkan konsumsi pestisida oleh tubuh.
Jadi, untuk investasi kesehatan jangka panjang, tidak ada ruginya mengonsumsi makanan organik. Lebih baik mencegah khan, ketimbang mengobati, karena harga yang harus dibayar jauh lebih mahal.
Tampak luar, makanan organik tidak hampir berbeda rupa dari lawannya, non organik. Perbedaan itu baru kentara ketika kita memakannya. Sayuran organik, misalnya terasa jauh lebih segar di lidah dan jika dikunyah akan terasa lebih renyah. Berdiri tahun 2003 dengan menu masakan Sunda, Warung Daun adalah pelopor penyedia masakan organik. “Awalnya, kita tidak menyediakan masakan organik. Tetapi kami sudah mulai mengampanyekan non vetsin di menu kita. Baru pada 2005 awal, Warung Daun mengubah strategi pemasaran dengan beralih ke masakan organik,” kata Manajer Marketing Warung Daun, Adhy Kusmintyarso. Ia menuturkan nama Warung diambil, karena pemiliknya, Hariyanto Prayitno ingin mengangkat konsep warung-warung pinggir jalan, ke kelas yang lebih elit. Sedangkan nama Daun diilhami oleh masakan Sunda yang tidak bisa lepas dari dedaunan segar sebagai lalapan. “Jadilah nama Warung Daun. Biar terkesan lebih asri,” imbuh Adhi.
Ditambahkan, Warun Daun juga menganut konsep kekeluargaan. Tak jarang, Hariyanto, pemilik warung, berbincang-bincang dengan tamu-tamu yang datang. Ia mencontohkan, salah seorang pelanggan warung, Butet Kertaredjasa biasa ngobrol berlama-lama sambil menyilakan kaki di salah satu sudut meja. Sejauh ini, menu makanan yang memakai bahan organik baru sebatas sayuran, beras dan telur ayam. Namun usaha untuk membuat semua menu dari bahan organik 100 % akan terus dilakukan. Targetnya, pada tahun 2010, semua menu yang tersedia terbuat dari bahan organik. Di samping makanan, Warung Daun juga mulai menyediakan outlet bahan mentah organik, seperti beras, kecap, garam, beras merah dan masih banyak lagi. Kelak, tempat makan ini juga akan membuka outlet kecil di salah satu sudutnya untuk sayuran organik. . So, buat kamu yang ingin hidup sehat, tunggu apa lagi? Go organic, Go… Add as favourites (23) | Quote this article on your site | Views: 573 | Cetak | E-mail
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
|
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |