Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Sulawesi arrow Dijamu Piring Kosong di Istana Raja Gowa
Dijamu Piring Kosong di Istana Raja Gowa PDF Cetak E-mail
(3 votes)
Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masih memelihara artefak sejarah kejayaan masa lalunya. Di antaranya adalah sebuah bangunan rumah panggung berwarna coklat. Seluruh bangunan itu terbuat dari kayu. Kokoh berdiri, meski jelas terlihat usianya tidak muda lagi. Itulah Istana Balla Lampoa, bekas istana Kerajaan Gowa. Balla Lampoa dalam bahasa Makassar berarti rumah besar atau rumah kebesaran.

Saat memasuki Istana Balla Lompoa, anda akan dijamu dengan hamparan meja makan dengan tudung saji warna merah. Namun, jangan berharap terlalu banyak. Dibalik tudung saji merah yang menggoda itu ternyata hanya ada piring berwarna putih kosong, tanpa ada isinya.

"Ini untuk menerima tamu. Posisi meja memperlihatkan posisi penerimaan tamu saat jamuan raja," kata penjaga Istana Balla Lompoa, Amir, saat saya berkunjung ke tempat itu suatu siang.

Rumah raja itu kini beralih fungsi menjadi museum. Ruangan di dalam rumah itu dibagi menjadi dua bagian, yaitu ruang utama seluas 60 x 40 meter dan ruang teras seluas 40 x 4,5 meter. Di dalam ruang utama terdapat tiga bilik berukuran 6 x 5 meter. Satu bilik adalah kamar pribadi raja, satu bilik lagi adalah tempat penyimpanan benda-benda pusaka, sementara bilik lainnya merupakan bilik kerajaan.  Adapun bangunan di bagian belakang adalah tempat permaisuri dan keluarganya.

Di ruangan utama ini, terdapat singgasana raja yang diletakkan di tengah-tengah ruangan.  Peninggalan simbol-simbol kerajaan, seperti mahkota, senjata, payung raja, pakaian, bendera kebesaran, serta barang-barang lainnya termasuk sejumlah naskah lontar juga tersimpan di ruang utama museum Balla Lompoa.

Sejatinya, ada satu lagi istana yang terletak dalam kompleks istana Balla Lompoa, yakni istana Tamalate. Letaknya tepat disamping istana Balla Lompoa. Namun, istana ini bukan asli rumah atau istana peninggalan Raja Gowa, melainkan hanya replika Tamalate yang konon dulu pernah ada di abad ke 13 dan menjadi istana raja Gowa pertama. Sekarang, bangunan ini digunakan sebagai gedung serbaguna.

Istana Balla Lompoa dibangun tahun 1926 pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-31 I Mangngi-mangngi Daeng Matutu. Balla Lompoa pernah ditempati dua raja, yaitu I Mangngi-mangngi Daeng Mattutu dan Raja Gowa ke-32 A Idjo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Kadir Aidir.

Sebelum istana Balla Lompoa dibangun I Mangng-mangngi Daeng Mattutu, raja sebelumnnya Andi Makkalau, menggunakan rumah kediamannya di jalan Kumala Makassar sebagai istana. Saat I mangngi-mangngi berkuasa, seluruh benda peninggalan dipindahkan dari kediaman Andi Makkulau ke istana Balla Lompoa.

Kompleks Istana Balla Lompoa memiliki luas 1 hektar, yang dibatasi dengan pagar tembok tinggi. Seluruh bangunan terbuat dari kayu ulin atau kayu besi, begitu pula seluruh atapnya sehingga bangunan istana ini dijamin andal menghadapi cuaca.

Bangunan istana memiliki arsitektur bangunan khas Sulawesi Selatan (Bugis), yaitu rumah panggung, dengan tangga berketinggian lebih dari dua meter untuk masuk ke teras istana. Di teras istana itulah biasa digunakan untuk menerima tamu, atau bercerengkama.

Ciri bangunan khas Bugis adalah berjendela banyak, masing-masing berukuran sekitar 0,5x0,5 meter. Di istana ini tersimpan antara lain 14 koleksi benda kerajaan yang tak ternilai, seperti mahkota, gelang, kancing, kalung, keris dan benda-benda lain yang umumnya terbuuat dari emas murni dan dihiasi berlian, batu ruby, intan, maupun permata.

Koleksi perhiasan dan pustaka istana rata-rata memiliki bobot 700 gram, bahkan ada yang 1 kilogram. Selain perhiasan berharga, masih ada benda lain, seperti 10 tombak, keris, tujuh buah naskah lontara, juga dua buah kitab Al Quran yang ditulis tangan pada tahun 1848.

Selain itu, di istana Balla Lompoa, anda bisa belanja suvenir seperti sarung sutera dan t-shirt yang dijual dengan harga rata-rata Rp 50 ribu.

Penulis : RENY SRI AYU TASLIM
Sumber : KOMPAS

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...


Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:


Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Salam Liburan Indonesia...

Comments
Search RSS
palewa   |2010-02-21 00:49:25
secara umum tulisan anda mnarik.. tapi perlu diketahui bahwa Balla Lompoa bukan ber-Arsitektur Bugis melainkan Makassar. Rumah adat Bugis dan Rumah adat Makassar memang agak serupa tapi tidak sama. Kerajaan Gowa adalah sebuah kerajaan Makassar bukan bugis.
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 22 tamu dan 13 anggota online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
Indonesia Best Web Hosting
Mukena Amaly
The Green Village

Alexa Traffic Stats