Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Amerika arrow 42 Jam Menuju Montreal
42 Jam Menuju Montreal PDF Cetak E-mail
(1 vote)
Setelah  42 jam dari keberangkatanku dari Perth, termasuk transit di 3 airport : Sydney, LAX dan Chicago O’Hare, sampailah juga akhirnya di Trudeau International Airport yang dulu lebih dikenal dengan Montreal Dorval International airport.


Meski berada di Canada, Montreal berbahasa resmi Perancis, karena Montreal berada di propinsi Quebec satu-satunya propinsi di Canada yang berbahasa resmi Perancis, sehingga tidak heran jika semua papan petunjuk baik di bandara, toko-toko, dan dimana saja memakai bahasa utama Perancis, meski banyak juga yang diikuti dengan terjemahan bahasa Inggerisnya.

Demikian juga ketika berurusan dengan pegawai di bandara, bank, maupun toko-toko, mereka akan menyapa dulu para pelanggan dengan bonjour sebelum bilang hi. Ketika selesai berurusan, mereka dengan otomatis akan bilang  mercy, thank you!

Keluar dari tempat pengambilan bagasi, aku sudah melihat seseorang yang melambai kearahku, mbak Yen,  mahasiswa dari Indonesia yang sedang menempuh program doctoral di McGill university Montreal. Meskipun kami cuma berkenalan lewat email, beliau dengan senang hati bersedia menjemputku di bandara. Dengan guide yang sudah lebih dari 7 tahun tinggal di Montreal, tentu saja kami bisa sampai di penginapan tanpa masalah.

Selama di Montreal, aku menginap di asrama putri McGill university yang tiap musim liburan musim panas disewakan untuk umum : Royal Victoria College (RVH). RVH ini sudah menjadi asrama putri sejak abad 19, tetapi masih cukup nyaman untuk tempat menginap bagi student budget seperti aku. Lokasinya di downtown Montreal, untuk muter-muter downtown hanya butuh bekal kaki yang sehat dan kuat jalan, jika mau memasak sendiri tersedia juga dapur yang bisa dipakai bersama, sarapan pagi juga disediakan dengan pilihan sarapan yang cukup beragam, dan untuk menuju ke  McGill university hanya cukup dengan menyeberang jalan.

Yang agak kurang nyaman di RVH adalah kamar mandi yang harus dipakai bersama tamu lain (shared bathroom). Untuk tiap sekitar 8 kamar ada satu ruang kamar mandi  yang terdiri dari dua ruang  shower, dua ruang toilet dan wastafel tempat cuci tangan. Untunglah selama tinggal di RVH, sesama penghuni di blokku tst (tahu sama tahu), sehingga jika ada salah seorang yang sedang memakai toilet/shower, tamu lain tidak akan masuk ke ruang kamar mandi.

Bagi yang punya budget tidak terbatas, cukup banyak hotel di Montreal dengan harga yang lebih murah dari di kota-kota lain. Kebetulan aku sempat berkunjung ke hotel tempat bossku (my professor) menginap, kata beliau kalau di Australia atau di tempat lain untuk kelas hotel tersebut dia harus bayar paling tidak $100 lagi per malam!

Selama tinggal di RVH, aku bertemu dengan banyak sekali tamu dari berbagai negara yang datang ke Montreal dengan berbagai tujuan. Ada sekitar 50 pelajar Jepang (usia sekitar 17-18 tahun) yang mengambil summer course bahasa Inggeris selama 3 minggu. Aku kurang tahu pasti apakah proses belajar bahasa yang hanya tiga minggu itu dan dengan kecenderungan mereka yang hanya bergaul dengan sesama temannya bisa membuat mereka cas-cis cus berbahasa Inggris. Ahh, itu kan urusan mereka, yang penting para pelajar ini bisa belajar sambil melancong di kota Montreal yang cantik. Juga, banyak tamu di RVH yang datang dalam rangka ikut konferensi.

Selain konferensi yang aku ikuti, pada waktu yang sama ada dua lagi konferensi tingkat internasional yang diadakan di Montreal. Laku sekali kelihatannya Montreal di musim panas sebagai tempat konferensi. Selain itu juga banyak tamu di RVH yang datang untuk melancong, menikmati summer yang tidak terlalu panas tetapi cukup cerah.

Kegiatan utamaku di Montreal cukup padat, ada dua workshop yang aku ikuti dan selanjutnya ikut berpartisipasi dalam the 32nd Internatinal Symposium on Combustion. Untunglah paper yang aku presentasikan ada di hari kedua acara symposium tersebut, sehingga sisa hari laksana sedang menikmati liburan. Berdasarkan Montreal & Quebec City lonely planet karya  Eilis Quinn, aku highlight beberapa must to see places.

Masuk dalam daftarku adalah Chalet du Mont-Royal (dimana nama Montreal berasal dari kata ini Mont-Royal), Jardin Botanique (Botanical garden), China Town, Old Montreal dan tentu saja menyusuri downtown dengan underground mall-nya yang panjang sekali. Yang aku suka dari Montreal, hampir semua tempat tersebut bisa dijangkau dengan jalan kaki! Mengingatkanku akan kota kelahiranku Wonosobo, mau kemana-mana, seperti ke pasar, ke alun-alun, ke kolam renang Mangli,  bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Bersama  mbak Yen, kami berkesempatan jalan kaki menyusuri downtown, lewat underground malls, masuk ke China town, dan terakhir menuju ke Basilique Notre-Dame di Old Montreal. Basilique Notre-Dame adalah gereja Katolik yang dibangun pada jaman kolonialisme oleh Perancis, sekarang dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata di Montreal. Pulangnya karena hujan yang cukup deras mengguyur, kami memutuskan naik Metro (nama kereta bawah tanah di Montreal).

Sebagai kota yang juga terkenal dengan festival musik jazz-nya, aku cukup beruntung sempat menyaksikan konser jazz dari Altsys Jazz Orchestra,  group jazz asal  Montreal yang dipimpin oleh seorang perempuan, Jennifer Bell. Bagi telingaku yang awam dengan musik jazz, pertunjukan Altsys yang malam itu membawa tema A History of Jazz in the Twentieth Century cukup bagus. Mungkin karena sadar dengan keberagaman penontonnya, musik jazz yang ditampilkan malam itu adalah yang bisa dengan mudah dinikmati oleh semua kalangan. Mercy, thank you Altsys for the beautiful music!

Nah sekarang tentang urusan perut, meskipun disekitar downtown aku tidak mendapati warung Indonesia, tetapi cukup mudah untuk mencari restoran baik yang bercita rasa Barat, Timur Tengah maupun Asia dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk kaum muslim, tidak perlu khawatir, cukup banyak restoran yang memasang tanda halal, terutama di café-café milik orang-orang dari Timur Tengah. Yang tidak boleh dilupakan adalah kebiasaan memberi tips, di dekat kasir-kasir di warung-warung makan biasanya disediakan mangkuk kecil tempat menaruh uang tips, keluarkan tips kira-kira 10% dari harga makanan atau menurut keikhlasan juga bisa.

Setelah selama sembilan hari mengarungi downtown Montreal dengan segala kepadatan acaraku, hiruk pikuk downtown dan keindahannya, akhirnya aku harus menempuh perjalanan panjang lagi untuk kembali lagi ke rutinitas pekerjaan dan keluarga  tercinta. Pengalaman yang singkat di Montreal menjadi kenangan manis yang tak akan terlupa.

Mercy. Thank you. Terima Kasih.

Penulis : DaRa - Perth
Sumber : Kompas Community

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...


Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:


Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Salam Liburan Indonesia...

Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan murah ke singapore 2 jutaan all in

liburan murah ke bali all in tiket hotel tour

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan lebaran 2010

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 127 tamu dan 3 anggota online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
Indonesia Best Web Hosting
The Green Village

Alexa Traffic Stats