Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Jawa - Bali arrow Musem Bank Mandiri, Dulu Kantor Sistem Tanam Paksa
Musem Bank Mandiri, Dulu Kantor Sistem Tanam Paksa PDF Cetak E-mail
(1 vote)
Sisa-sisa kejayaan bisnis zaman kolonial Belanda, terutama pada era 1930-an, masih tergurat jelas di Museum Bank Mandiri di Jalan Lapangan Stasiun Nomor I Jakarta Barat. Sisa kejayaan itu langsung terasa begitu memperhatikan kemegahan gedung museum yang dulunya merupakan kantor Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) atau disebut juga Gedung Dagang Belanda itu.

Hanya sayang, kesempatan untuk menikmati keindahan dan kemegahan gedung itu sekarang ini terganggu oleh tumpukan tanah dari hasil galian underpass di depan Stasiun Kota. Gunungan tanah itu persis berada di depan museum meskin tidak sampai menghalangi pintu masuk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti biasa, berkilah bahwa itu merupakan ongkos dari sebuah pembanguan. Itu, katanya, sama seperti kemacetan yang disebabkan oleh proyek pembangunan busway. Ah sudahlah! Orang Pemprov tidak akan hirau apapun argumen Anda.

Kita kembali ke NHM atau Factorji Batavia. Lembaga itu sendiri merupakan badan operasi sistem tanam paksa yang merupakan reinkarnasi dari VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur. VOC yang didirikan tahun 1602 jatuh bangkrut di ujung tahun 1799 akibat korupsi yang merajalela. Bank NIHB (Nederlansch Indische Handelsbank) lengkap dengan ruangan Kasir Cina-nya dulu juga berkantor di gedung NMH ini.

Rekaman kejayaan bisnis masa kolonial itu lebih terasa lagi saat memasuki lobi. Papan petunjuk dalam bahasa Belanda terpampang jelas di lobi ruangan utama yang merupakan tempat transaksi keuangan. Beragam alat operasional, alat transaksi, produk perbankan, contoh uang serta dokumen pembukuan terpajang di situ.

Pengunjung misalnya dapat melihat Groot Boek (Buku Besar) NHM untuk laporan tahun 1933-1937 yang ditulis tangan dengan sangat rapi. Buku itu ukurannya 67x54x13 cm, tebalnya 334 halaman dan bobotnya 28 kilogram. Buku Besar itu digunakan NHM untuk mencatat laporan keuangan yaitu rincian perkiraan perubahan debet dan kredit untuk dilaporkan di setiap akhir bulan, serta laporan keuangan dari agen-agen NHM di Surabaya, Semarang, Padang, dan Anyer.

Pengunjung juga dapat merasakan sensasi berada dan duduk di ruangan presiden diretur NHM era tahun 1930-an di lantai tiga atau menjelajahi lantai satu di mana terdapat peti uang dan brankast dari Escomptonbank Bandung yang berat daun pintunya saja mencapai ratusan kilogram. Pokoknya, apa yang dahulu tertutup untuk umum sekarang terbuka semuanya. Anda pun bisa berkelana ke masa lalu ke tahun-tahun 1920-an dan 1930-an

Bekas kantor NHM itu mulai dibangun tahun 1929 oleh Biro Konstruksi NV Nedam. Foto-foto proses pembangunan gedung itu tersedia lobi di lantai dua. Pembangunannya selesai tahun 1933 dan mulai digunakan tahun itu juga. Peresmiannya dilakukan oleh CJ Karel van Aalst, presiden ke-10 NHM.

Bangunan tersebut dirancang tiga arsitek Belanda yaitu J de Bryun, AP Smiths, dan C Van de Linde dengan gaya art deco yang masih dipengaruhi gaya klasik. Pola tata ruangnya mengikuti pola street and square pada kota-kota lama di Eropa, di mana gedung-gedung dibangun berkelompok menyerupai pulau yang dikelilingi oleh jalan.

Lantai dasarnya dinaikkan setengah lantai sehingga koridor di sepanjang muka bangunan tetap memiliki privasi walaupun bangunan langsung berhubungan dengan ruang publik. Selain itu, ornamen pada dinding terluar mengingatkan orang pada relief bangunan candi walaupun ragam hiasnya adalah pola geometris. Penyelesaian akhir pada bagian atas merupakan penyederhanaan bentuk mahkota.

Bangunan empat lantai itu menempati lahan seluas 10.039 meter per segi dengan total luas bangunan mencapai 21.509 meter per segi.

Pada tahun 1960 pemerintah Indonesia menasionalisasi NHM. Bekas kantor NHM itu lalu menjadi salah satu kantor pusat Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Tahun 1965 beralih jadi Kator Pusat Bank Negara Indonesia (BNI) Unit II. Lalu bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) pada tahun 968, gedung ini pun menjadi kantor pusat Bank Exim. Saat Bank Exim merger dengan tiga bank pemerintah yang lain lalu menjadi Bank Mandiri pada tahun 1999, gedung itu menjadi salah satu aset Bank Mandiri.

Sekarang bekas kantor pusat operasi sistem tanam paksa di zaman Belanda itu menjadi museum. Museum ini buka pada hari Selasa sampai Minggu dari pukul 09.00 sampai pukul 16.00 dan tutup pada hari Senin dan libur nasional.


Penulis: Egidius Patnistik

Add as favourites (27) | Quote this article on your site | Views: 1080 | Cetak | E-mail

  Komentar (1)
RSS comments
1. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 17-04-2008 13:56
Wah, untuk artikel ini saya kasih dua acungan jempol... tapi ada kesalahan tuh, untuk paragraf 6, yang menjelaskan tentang ruang presdir NHM koq fotonya malah foto Museum Nasional? 
 
Best regards 
Mey2

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Pantai Ujung Genteng
waah mantap sekali ini tempat. keb...
21/11/08 09:54 More...
By miaz

Dreamland Pantai Imp...
Hampir tenggelam gue di pantai ini,...
20/11/08 09:07 More...
By Abi

Candi Songgoriti
Sayang ya, candi secantik ini tidak...
20/11/08 08:25 More...
By robin

Dari Serayu ke Owabo...
bbrp kali rafting di serayu..ga aka...
19/11/08 19:25 More...
By Evi

Pantai Iboih, Surga ...
emang benar kalo pantai iboih tu pa...
19/11/08 17:17 More...
By Nazaruddin

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats