Internasional
Amerika
Uang Turis pun Mengalir ke Hawaii | Uang Turis pun Mengalir ke Hawaii |
|
|
|
Maui merupakan salah satu tempat wisata terindah di dunia. Begitulah bunyi banner dari salah satu situs di internet. Maka ketika menerima undangan untuk memaparkan makalah di Asia Pacific Conference on International Accounting Issues di Maui, Hawaii, saya sudah membayangkan wisata aloha yang menakjubkan.
Benarlah bahwa Hawaii memang menarik bagi wisatawan. Penerbangan ke wilayah Amerika Serikat itu selalu padat betapa pun tiketnya mahal, khususnya saat high season. Beruntung saya dapat satu tempat di maskapai North West yang punya jadwal terbang kaku alias tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sudah jadi rahasia umum, kalau memasuki wilayah Amerika Serikat, kita harus bersiap-siap menjalani pemeriksaan sangat ketat, mulai dari pengajuan visa, pemeriksaan imigrasi, serta selama dalam penerbangan. Perlakukan itu dikenakan kepada semua orang, tak peduli pejabat atau orang penting dari suatu negara. Sampai-sampai harus mencopot sepatu, ikat pinggang, dan membongkar tas tangan. Jadi, kalau Anda hendak ke AS, sebaiknya tidak memakai asesoris yang terbuat dari bahan logam, tidak banyak-banyak membawa bahan atau peranti make-up dan obat-obatan yang berbentuk cair atau krim. Kalau terpaksa membawanya, Anda harus menyertakan label (komposisi kandungan bahan) dan jumlahnya tidak lebih dari 90 ml serta semuanya harus dibungkus dalam plastik yang transparan dan tahan bocor. Kalau tidak, Anda harus rela untuk membuangnya dalam tong sampah yang sudah disediakan, apa pun alasannya.Teman sepenerbangan saya adalah seorang dokter anestesi yang akan berseminar di Chichago. Dia sudah tahu mengenai semua aturan tersebut sehingga dia tidak membawa barang ke kabin kecuali paspor, dokumen penting, dan sebuah obat tetes mata saja di kantung jasnya. Itu untuk menghindari pemeriksaan yang bertele-tele. Tapi apa yang terjadi? Obat tetes mata miliknya tak berlabel. Walhasil, dia harus berdebat lama dengan petugas imigrasi. Malah, saking jengkelnya sang dokter mendemonstrasikan meneteskan obat tersebut ke matanya. Apa reaksi si petugas? Dengan senyum, dia mengatakan, ”Kalau Anda ingin terus masuk ke Amerika, silakan buang tetes mata itu. Atau Anda mau menghabiskan tetes mata itu dulu di bandara?” Ah, benar-benar tak bisa ditawar-tawar lagi. Penerbangan dari Jakarta ke Honolulu melalui Singapura dan Tokyo ditempuh sekitar 16,5 jam. Sangat memenatkan tubuh. Tapi karena penasaran ingin melihat kecantikan Pantai Maui yang terletak di Pulau Kapalua, Hawaii itu, siapa yang masih memedulikan kepenatan itu? Honolulu merupakan salah satu sasaran wisata utama bagi turis Jepang. Wajar saja banyak penerbangan dari dan ke Amerika selalu transit di Tokyo. Di mana-mana hampir selalu kita jumpai rombongan turis Jepang, dari grup para manula hingga anak-anak belasan tahun. Sedangkan turis dari daratan Amerika (North America) kebanyakan sudah berumur dan umumnya mereka adalah veteran perang atau yang mereka yang pernah mempunyai nostalgia di Hawaii.Pada gerbang kedatangan di bandara Honolulu dituliskan secara khusus ucapan selamat datang dan instruksi serta anjungan khusus bagi turis Jepang waktu menunggu jemputan atau bus turis dalam bahasa Jepang. Turis Jepang memang diistimewakan. Apalagi kalau bukan derasnya yen yang mengalir ke Hawaii. Bukan itu saja. Begitu keluar dari anjungan kedatangan, para turis Jepang itu sudah disambut dengan pemandu wisata dan gadis Hawaii dengan pakaian khas dan bunga melingkar di kepala dengan senyuman dan sapaan ”Aloha!” sambil memberikan kalungan bunga. Juru foto yang sudah siap segera mengabadikan kedatangan para turis penabur yen tadi. Agak gemas melihat pengistimewaan itu, saya tertarik untuk ”menyelinap” ke dalam rombongan turis Jepang itu. Setidaknya, untuk bisa foto bersama. Tapi apa reaksi para tukang potret itu? ”Saya bekerja secara profesional. Jadi maaf, saya hanya melayani klien kami saja.” Wah, ternyata mereka benar-benar memegang prinsip profesionalisme dalam bekerja. Hawaii adalah salah satu negara bagian Amerika yang terletak di Lautan Atlantik dan beribukota di Honolulu. Gugusan pulau di Hawaii yang terkenal dan dilengkapi dengan bandara internasional sebagai gerbang masuk wisatawan antara lain adalah Pulau Kapalua (bagian barat), Pulau Kahului (bagian utara), dan Pulau Hana (bagian Timur).Jadi, Hawaii merupakan aset yang sangat berharga bagi Amerika, karena dapat memberi masukan devisa yang membanggakan. Dan yang lebih penting lagi adalah karena kepulauan itu mempunyai letak yang sangat strategis untuk pangkalan militer guna menguatkan posisi tawar bagi Amerika dalam pertahanan dan keamanan dunia. Maka wajar saja, pemerintah AS mau melakukan apa sajauntuk Hawaii. Anda ingat terjadinya gempa pada September 2006 di Hawaii? Gempa itu terjadi tiga kali dengan kekuatan 6,6 richter, 5,8 richter, dan 3,8 richter. Apa reaksi pemerintah AS? Mereka langsung menganalisis penyebab gempa dan mengantisipasi tindakan evakuasi secara cepat dan sigap. Bahkan menurut penulis agak berlebihan (bagi ukuran kita). Sepertinya tidak ada korban yang meninggal akibat gempa pada waktu itu. Tapi masyarakat diminta untuk tidak memasuki bangunan hingga dinyatakan aman. Cukup heboh, apalagi gempa yang seperti itu hampir sering terjadi di Indonesia dan bahkan lebih dahsyat lagi, bahkan gempa merupakan hal yang lumrah saja bagi saudara kita di Sumatra Barat akhir-akhir ini. Satu hari setelah gempa di Hawaii yang membuat gempar dunia itu, para pebisnis melihat bencana itu sebagai berkah yang emosional. Lihat saja, di Hawaii kita banyak menjumpai suvenir berupa topi, kaus, dan asesoris lainnya bertuliskan ”I survived from earthquake” (Aku lolos dari gempa). Bukan cuma itu. Gempa menyebabkan banyak penerbangan yang ditunda. Lalu apa yang dilakukan para wisatawan sembari menunggu pesawat. Tentu saja mereka akan terpaksa memperpanjang waktu liburan. Hotel pun menangguk untung. Devisa mengalir lagi ke Hawaii. Ya, uang turis terus mengalir ke kepulauan itu. Wai Ki Ki dan BackpackerWaktu saya masih kanak-kanak, ada acara di TVRI bertajuk Hawaian Senior. Pengasuh acara itu adalah Jendral Hugeng beserta istrinya, lengkap dengan tarian Hula-hula yang gemulai dan selalu mengucapkan salam dari pantai Wai Ki Ki. Keindahan dan keeksotisannya sudah sangat menggoda ketika itu. Rasanya ingin suatu hari berada di pantai itu. Berpuluh tahun kemudian, rasa penasaran itu baru terlunaskan. Ya, memang indah pantai itu. Nyiur yang melambai-lambai di tepi pantai bersipongan dengan debur ombak, seolah-olah mengajak siapa pun untuk berselancar. Juga ada lalu lalang para perempuan berbikini. Mmm, jadi ingat intro film serial tahun 1970-an berjudul Hawai Five O. Makanya, setelah usai seminar, sayang benar kalau saya segera pulang ke Indonesia. Saya mengajak seorang alumnus Undip (seorang perempuan) yang kebetulan juga memaparkan makalahnya bersama saya dalam seminar untuk mampir ke Honolulu. Maksud hati ingin menjadi turis, tapi apa daya kocek kami pas-pasan. Walhasil, travelling ala kaum backpacker-lah pilihan paling rasional. Dengan bergaya bonek (bondo nekat-Red), kami memesan youth hotel yang lokasinya dekat dengan Pantai Wai Ki Ki. Pantai itu merupakan surga bagi para pecandu wisata pantai yang popularitasnya mungkin tak terkalahkan hingga saat ini. Banyak opsi pilihan paket wisatanya, dari ala jetset sampai ala kadarnya seperti yang dilakukan para backpacker. Untuk akomodasi para wisatawan yang tak banyak sangu, ada asrama yang bisa disewa bila ingin tinggal lebih dari seminggu. Jenis kamarnya berupa semi-private room yang fasilitasnya berupa bisa pegang kunci sendiri dan kamar mandi di dalam, atau kamar untuk 4 orang atau lebih. Kita tinggal melongok kemampuan keuangan kita. Saya pilih semi-private room dengan alasan lebih nyaman dan aman meskipun harus rela mengeluarkan uang 150 dolar AS per malam.Setelah puas berjalan-jalan di pantai Wai Ki Ki, jangan lupa untuk mampir ke International Market Place. Itu pusat oleh-oleh berupa kerajinan tangan. Selain itu, di sepanjang pantai banyak ditemukan gerai suvenir eceran seperti bernama ABC serta toko-toko pribadi yang kebanyakan milik orang China. Bagi yang berkantung pas-pasan, memilih suvenir pun bisa jadi sangat merepotkan. Kalau ingin yang murah, ya pilih saja gantungan kunci. Lumayanlah untuk buah tangan bagi kolega dan handai taulan. Yang perlu dicatat, meskipun dengan sangu tak banyak, kita masih tetap bisa menikmati keindahan Pantai Wai Ki Ki. Sumber: SuaraMerdeka Peta Lokasi :
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|








Pampang, Desa Budaya...
ai eriC..
Tongkonan, Rumah Ada...
Toraja Tungkasanganna - Siulu'q sola ...
Pulau Bidadari
Ujung Genteng, Mutia...
Pengen banget ke sana kira kira ada y...
Ragam Potensi Wisata...
SaYa OraNg MeRaUkE NiCh...........
Warso Farm Berwisata...
jd pngen.. -