Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Amerika arrow Menyusuri Sungai St. Lawrence
Menyusuri Sungai St. Lawrence PDF Cetak E-mail
(1 vote)
Sebelum kuliah musim panas dimulai tahun lalu, saya sempatkan untuk mengunjungi Old Quebec City. Perjalanan ditempuh dengan mengendarai roda empat dari Ottawa. Jarak Ottawa – Quebec City kira-kira 430 Km, kalau ditempuh lewat  jalur cepat biasanya hanya memakan waktu 4 setengah jam tetapi waktu itu saya memakan waktu 3 hari. 
Ya, saya memilih jalur lambat mengikuti  sungai St. Lawrence dengan pemandangan yang lebih menarik dari pada lewat jalur cepat. Scenic Route istilahnya. Melewati kota St.Jerome, Trois-Rivières dan akhirnya Old Quebec City, tujuan utama.

Di St. Jerome saya tidak mendapat apa-apa alias cuma nunut tidur saja. Kota ini biasanya ramai kalau pas musim dingin, sebab banyak wisatawan yang transit disini dengan tujuan Mont-Tremblant, salah satu tempat ski yang terkenal di Kanada bagian timur.  Setelah St. Jerome perjalanan dilanjutkan ke Trois-Rivières. 

Trois-Rivières terletak tepat ditengah-tengah antara Montreal dengan Quebec City. Dulu merupakan kota utama penghasil kertas dan pulp. Trois-Rivières cukup memiliki sejarah dan bangunan kuno yang bisa mendatangkan turis. Jalan utama yang terkenal yaitu Boulevard des Forges. Sepanjang jalan ini terdapat bangunan kuno, café, restaurant dan saya menikmati burger yang sangat enak disini, lupa nama restonya..hiks. Di kota ini juga terdapat Monastery Ursulines yang didirikan sekitar akhir tahun 1690-an.

Kemudian Roma Catholic datang pada tahun 1852. Setelah menginap semalam perjalanan diteruskan ke Quebec City. Sepanjang perjalanan yang terlihat adalah ladang dan sungai St Lawrence. Mengikuti jalur Chemin du Roy (Jalan Raja) yang juga merupakan jalur bagi para penggemar sepeda gembira.

Akhirnya setelah 3 jam dari Trois-Rivières tiba di Quebec City. Quebec City merupakan ibukota propinsi Quebec. Merupakan kota kedua terbesar di Quebec setelah Montreal. Old Quebec merupakan bagian Quebec City yang mendapat gelar Wolrd Heritage Site dari UNESCO di tahun 1985. Gelar tersebut tidak  salah sebab hampir setiap rumah dan bangunan di Old Quebec mengandung sejarah.

Selama dua hari saya menginap di Old Quebec  dan mencoba untuk mengeksplore dengan jalan kaki. Old Quebec tidak terlalu besar sebenarnya tetapi cukup melelahkan juga, sebab jalannya naik turun.

Saat itu sedang Spring break kata seorang pramu saji waktu saya tanya kenapa banyak anak sekolahan, jadi dimana-mana selalu terlihat rombongan pelajar, ada kalanya saya cukup beruntung menikmati sudut kota tua ini tanpa terganggu gerombolan pelajar.  Jadi ingat Jogja pas musim liburan, di mana-mana yang terlihat gerombolan pelajar .

Quartier du Petit Champlain  merupakan salah satu jalan di Old Quebec City yang sangat ramai dan selalu dipadati wisatawan, beberapa foto diambil ketika toko-toko yang menjual hasil karya para seniman di distrik Quartier du Petit Champlain masih tutup.

Konon daerah ini merupakan distrik komersial tertua. Bayangkan, Takeshita Dori-nya Harajuku, mirip-mirip lah  kerumunannya, ato...Pasar Senggol di Denpasar.   Jadi yang suka shopping jangan lewatkan daerah ini, saya cukup puas lewat pas toko-toko tutup saja...

Cara ‘menjual’ suatu tempat wisata memang perlu kreatvitas. Cafe dan hotel beratap merah ini konon merupakan tempat pertama kali dilakukannya ‘French Kiss’ di benua Amerika. Letaknya tepat di depan Le Chateau Frontenac maskotnya Old Quebec City.  Di sekitar sini ada gang yang memajang lukisan-lukisan karya artis lokal.

Le Chateu Frontenac  merupakan  jantungnya kota tua. Letaknya diatas bukit dan menghadap ke arah sungai St. Lawrence. Di sekitar kastil ini saat itu sedang dilakukan penggalian arkeologi. Banyak bangunan yang dibangun oleh pekerja dari Scotland, jadi mungkin kokiers yang di Scotland bisa melihat kemiripan dengan  beberapa kastil di Scotland. Sekarang kastil ini berfungsi sebagai hotel milik Fairmont Hotel and Resort.

Setelah puas perjalanan dengan kaki dilanjutkan naik menuju ke Citadelle. Merupakan titik tertinggi di Old Quebec City. Saat ini fungsinya merupakan tempat tinggal Governor General. Disana terdapat catatan sejarah yang menjelaskan Perang Tujuh Tahun, yang lengkapnya berbunyi:

“The Seven Years War between France and Great Britain was drawing to a close in North America. All summer long, the British fleet had attempted to capture Quebec, but in vain. Despite the continuous bombardment, the capital of New France resisted the enemy.

In desperation, the English general, James Wolfe, decide to make a last attempt before the onset of the harsh Canadian winter. Under cover of night, about 4800 British soldiers succeeded in climbing the cliff and gaining a foothold on the Plains of Abraham, not far from here. As morning broke, the troops of the French general, the Marquis de Montcalm, were taken by surprise and regrouped hastily. Approximately 4500 French soldiers, Canadian militiamen and native allies move towards the plains to face Wolfes’s army.

After a short battle, the British victory was to mark a decisive change in the history of the colony and North America.”

Setelah Inggris Raya menang, apakah mereka merubah kultur dan bahasa penduduk Quebec? Tidak. Mereka tetap dibiarkan menggunakan bahasa Perancis dan  adat kebiasaan mereka, itu sebabnya hingga sekarang Propinsi Quebec berbeda dengan dengan propinsi lainnya di Kanada. Inggris, seperti di daerah koloni lainnya, menggunakan daerah-daerah jajahannya semata-mata untuk kepentingan ekonomi, bisnis dan perdagangan.

Tips:
  1. Sebelum melakukan jjs (jalan2 summer) ada baiknya hubungi kantor tourism Quebec untuk mengirim brosur, biasanya mereka akan mengirim segera, dua paket yang penuh informasi dan peta secara lengkap dan cetak ekslusif. www.bonjourquebec.com
  2. Lebih nyaman menggunakan kereta api, sebab untuk biaya parkir sehari di Old Quebec City lumayan mahal, sekitar $60 CA.
  3. Jika ada biaya ekstra bisa digunakan untuk ikut Dinner Cruise menikmati  makan malam dengan pemandangan yang cukup spektakuler (katanya sih) dengan kapal Le Louis Jolliet.
  4. Resaturant untuk makan malam yang direkomendasikan Le saint Amour , 48, Rue Sainte-Ursule.
Je vous souhaite un merveilleux séjour à  Québec!

Penulis : Bejan - Kanada
Sumber : Kompas Community

Peta Lokasi :

Add as favourites (20) | Quote this article on your site | Views: 250 | Cetak | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 1 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Pantai Ujung Genteng
waah mantap sekali ini tempat. keb...
21/11/08 09:54 More...
By miaz

Dreamland Pantai Imp...
Hampir tenggelam gue di pantai ini,...
20/11/08 09:07 More...
By Abi

Candi Songgoriti
Sayang ya, candi secantik ini tidak...
20/11/08 08:25 More...
By robin

Dari Serayu ke Owabo...
bbrp kali rafting di serayu..ga aka...
19/11/08 19:25 More...
By Evi

Pantai Iboih, Surga ...
emang benar kalo pantai iboih tu pa...
19/11/08 17:17 More...
By Nazaruddin

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats