Bangkok tak ubahnya seperti Jakarta. Gerah. Macet. Kaki lima di mana-mana. Orang-orang 'umpel-umpelan' di bis kota yang lebih rumit dari Jakarta. Untuk berkomunikasi, diperlukan kemampuan menggerakkan tangan dengan ekstra, karena baik pendatang maupun penduduk tidak punya bahasa yang sama-sama bisa dimengerti...
Lantas, mengapa banyak orang datang ke kota Bangkok'? Jumlah turis yang datang ke Jakarta hanya seperempat dari jumlah pengunjung Bangkok. Angka yang fantastik, untuk kota yang kerap disebut gerah, macet dan 'ngebingungin'. Gemerlapnya ibukota dan kesederhanaan berjalan bersisian di Kota Bangkok. Pada salah satu sudut jalan raya Rachaprasong misalnya, di dekat Central World Plaza (salah satu mal besar), Anda bisa menemukan kuil kecil Praprom yang bertaburan bunga-bunga, orang-orang lokal berkerumun di sana dan berdoa dengan khusuk.
Sama sekali tidak terganggu dengan bisingnya jalan raya. Dan di kuil kecil itu, temukan juga perempuan-perempuan Thai menari Ram Thai dengan gemulai. Pemandangan seperti itu ditemui tiap hari. Anda juga bisa menemukan kaum pendeta Buddha berjalan dengan pakaian ritual mereka yang hanya selembar kain itu. Di sisi lain, kaum transexual melenggang dengan pakaian terbuka. Di samping punya monorail (MRT) yang modern, sejuk dan bersih, Bangkok juga masih memelihara bis kotanya yang... bangkunya terbuat dari kayu!
Bangkok itu Lezat
Jajanan kaki lima adalah salah satu yang `must try' di Bangkok. Gorengan, jus, nasi dan lain-lain, rata-rata enak dan 'asli'. Harganya juga dijamin murah. Sepiring nasi hainam dengan ayam komplit (porsi kecil) bisa dimakan dengan harga sekitar 30 sampai 40 Baht (sebagai referensi, 1 Baht sekitar Rp.240,-). Menggiurkan, bukan?
Makanan unik yang layak dicoba adalah menu yang ditawarkan rumah makan di perumahan penduduk, namanya Som Lam Tung. Di sana tersedia ketan gurih yang dimakan dengan potongan daging kering berbagai jenis serta salad yang asam dan segar. Untuk daging, jangan lupa, daging babi merupakan salah satu pilihan di Bangkok, jadi harap pastikan dulu daging yang Anda pilih. (Harga sekitar 50 Baht, kenyang!)
Makanan khas Thailand seperti sup Tom Yam Goong, Kari Bebek ataupun Kerang dengan saus pedas biasanya disajikan di restoran umum. Satu yang layak dicoba adalah Bahn Khun Mae. Meskipun relatif mahal (400 Baht per orang), tapi perut dijamin terpuaskan, apalagi lidah. Kalau Anda ingin mencicipi sup Tom Yam Goong rasa asli kampungnya, coba datang malam-malam ke Lumpini Park.
Di pelataran parkirnya banyak kaki lima yang berjualan makanan. Satu porsi sup Tom Yam Goong hanya 10 Baht saja! Ada pula makanan manis-manis seperti pencuci mulut, yang benar-benar berbeda dari yang lain. Apakah Anda ingin mencicipi es krim yang disuguhkan dengan jagung dan ubi yang ditaburi mesyes coklat? Rasanya asin dan manis tapi juga dingin! Harga tentu terjangkau, hanya 5 Baht saja. Jajanan kaki lima ini bisa ditemukan di halaman Tha Chang Pier.
Bangkok itu Menarik dan Murah
Obyek Wisata yang banyak dikunjungi adalah Grand Palace. Di dalam kompleks yang luas ini, terdapat Wat Phra Keow atau Temple of the Emerald Buddha. Terletak di tengah-tengah kompleks, kuil yang paling exotic ini menyimpan patung Buddha yang diukir dari satu bongkah batu giok, yang merupakan obyek religius paling suci di Thailand saat ini. Di dalam kompleks ini juga terdapat beberapa makam raja-raja terdahulu.
Temukan juga museum-museum yang menyimpan ratusan obyek yang menawan. Perlu diingat untuk Anda yang ingin berkunjung ke tempat megah dan suci ini, ada dress code yang harus dipatuhi. Dilarang memakai celana pendek, rok mini, baju tak berlengan, ataupun sepatu yang tidak menutupi tumit. Akan tetapi, tempat penyewaan kain penutup disediakan untuk para wisatawan asing "clueless" yang tidak mengenakan pakaian yang semestinya.
Salah satu kuil yang patut dikunjungi juga adalah Wat Pho, atau yang dikenal dengan Temple of the Reclining Buddha. Kompleks ini menyimpan 1.000 wajah Buddha, yang sebagian besar berasal dari ibukota kuno, Ayuthaya dan Sukothai. Patung Buddha ini dilapisi emas dengan tinggi 15 meter, panjang 46 meter, dan mengilustrasikan posisi sang Buddha menuju surga. Kaki dan matanya dihiasi dengan dekorasi ukiran mutiara dan telapak kakinya dihiasi dengan 108 karakteristik Buddha. Benar-benar akin membuat mata Anda terbelalak!
Sedikit lebih jauh di pinggir kota Bangkok, ada kuil terbesar di Bangkok, Wat Arun atau Temple of the Dawn. Letaknya di seberang sungai dan harus ditempuh dengan perahu. Harga tiket masuknya 20 Baht, dan 2 Baht untuk naik ferry, tetapi hati-hati terhadap calo-calo yang bertebaran di pelabuhan yang kerap menawarkan harga yang lebih mahal. Wat Arun terletak dalam kompleks yang memiliki beberapa monumen religius, seperti stupa yang terpelihara rapi dengan detail ukir yang menarik. Kompleks ini cukup gersang dan sinar matahari terik betul-betul menyerang kulit.
Bangkok itu Ngetop
Yang paling populer dari Bangkok adalah weekend market-nya, Cak Tu Cak. Rasanya ini adalah pasar terbesar dan terlengkap di kawasan Asia. Di situ bisa ditemukan binatang, pakaian, hiasan interior (kap lampu, sarung bantal), sepatu-sandal, lukisan, kalung berbagai rupa dan ukuran, toko serba ada dan aneka makanan, belum lagi ditambah dengan pengamen yang makin meramaikan pasar itu. Pilihan sangat variatif, meski tidak semuanya menarik, karena di Indonesia pun barang-barang seperti itu mudah dicari. Yang lebih tepat dibeli dari sang adalah interior, baju linen dan blus dari serat kertas. Karena selain murah, barang-barang seperti itu cukup sulit ditemukan di tempat lain.
Pertokoan Narai Phan yang lokasinya di tengah kota, menjual barang-barang kerajinan perak, batu, mutiara dan aksesoris lainnya dengan harga yang sangat murah. Kalung nuansa etnis misalnya, bisa diperoleh dengan harga mulai dari 290 Baht atau Rp.70.000,- dengan kualitas batu dan warna yang bagus. This is a must visit place for women.
Market place ala Pasar Baru di Jakarta juga ada di Bangkok, dikenal dengan nama Centerpoint Siam Square. Kebanyakan yang ditawarkan di sini adalah pakaian dan aksesori, juga makanan yang beraneka ragam, dari manisan buah-buahan sampai noodle house serta juga cafe. Cafe yang paling 'ngetop' di sini adalah Hard Rock Cafe Bangkok.
Itu semua bisa didapatkan dalam kunjungan 2 malam di Bangkok. Terlalu singkat memang. Karena ternyata masih banyak lapisan lain dari Bangkok yang belum tersentuh, seperti nightlife-nya yang konon sangat berani dan hiruk pikuk. Tapi percayalah akan kata-kata David Attenborough yang bisa Anda buktikan sendiri, "Getting to Bangkok was a hell of a sweat. But when you got there it was the back of beyond. It was just a series of small tin sheds."
1. Ditulis oleh Linda, pd 25-09-2008 09:48 Yang jelas, Bangkok itu murah.... Jauh lebih murah daripada jalan-jalan di Jakarta
2. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, pd 17-10-2008 17:23 Bener seh murah !tapi sakit kepala ngadepin orang-orang bangkok/Thai yang mostly logat inggris nya ancur ! duh !
3. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, pd 18-10-2008 01:41 hanya 1 kata...MURAH hahaha gw udah sering ksana..pusing emang, mana org sana pd ga gt fasih inggris, gw ngomong kemana yg jual ngomong kemana, hahahahha ini gw 23 okt juga udah schedule mau ksana lagi, hihihi wisata murmer bisa shoping yah cuman disono lah...
4. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, pd 19-10-2008 13:07 beneran nih muraaah?? gw bulan april depan dah dapet tiket untuk kesana.moga2 gw bisa dpt'in tempat murmer seperti yang udah dijelasin di atas.thks ya infonya
5. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, pd 19-10-2008 20:34 tolong info gimana caranya kalo mau booking hotel lewat liburan info karena aku mau ke jakarta bln desember tar.tlg di email ya!