Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Afrika arrow Hurghada, Mesir (Lanjutan Semalam di Cairo)
Hurghada, Mesir (Lanjutan Semalam di Cairo) PDF Cetak E-mail
(1 vote)
Bagian akhir dari cerita perjalanan ke Mesir ini justru merupakan bagian awal dari keseluruhan perjalanan ke Mesir. Sengaja aku tulis belakangan karena lebih baik cerita yang nyebelin lebih dahulu baru yang bagusnya. Ini adalah liburan windsurfing aku yang kedua kalinya, kalau my hubby sudah tidak terhitung berhubung waktu masih bujang doi selalu menghabiskan liburannya dengan keliling ke berbagai spot windsurfing. Liburan windsurfing ku yang pertama adalah di Mana-Mana Watersport Club Pulau Bintan. Waktu itu kita membawa material atau peralatan sendiri karena kebetulan baru beli. Yang bikin kebetulan juga adalah karena high season dan tiket dari Tripoli Cuma sampai Singapore maka udah aja sekalian nyeberang ke Bintan.

Sebenarnya sudah lama aku mengidam-idamkan untuk bisa pergi liburan windsurfing yang di luar Indonesia. Pilihan jatuh ke Mesir karena dekat dari Libya dan wilayah Red Sea ini terkenal sangat windy, dengan pantainya yang nggak dalam dan berpasir. Harga paket tour yang ditawarkan juga super murah. Seperti kata teman milist yang tinggal di Mesir wilayah Red Sea ini turis banget alias banyak sekali resort-resort dan hotel-hotel.

Dari Marsa Alam bahkan lebih ke Selatan lagi sampai Semenanjung Sinai dimana ada Dahab dan Sharm El Sheik. Sepertinya industri wisata jadi penghasil devisa yang utama buat Mesir. Kita sendiri memilih untuk pergi ke Hurghada karena tempatnya di tengah jadi kalau sampai disana ternyata nggak windy alias nggak ada angin dan nggak ada aktifitas kita bisa pergi dan mampir ketempat-tempat lainnya atau sekedar nge-cek fasilitas windsurfing disana.

Booking atau reservasi paket untuk ke Hurghada kita lakukan lewat sebuah biro wisata di German, termasuk sewa material windsurfing dan kursus windsurfing untuk saya dan kursus kitesurfing untuk Hans. Karena di German ada terdapat biro wisata yang menyediakan paket hotel dan aktifitasnya berupa session kursus-kursus itu. Wilayah Red Sea sebenarnya lebih dulu terkenal sebagai lokasi buat diving.

Salah satu lokasi divingnya yang paling terkenal adalah kerangka kapal Thistlegorm. Sebuah kapal perang Inggris yang ditenggelamkan pada masa PDI. Waktu tenggelam kapal Thislegorm sedang memuat supply perlengkapan perang dan dia tenggelam bersama dengan seluruh isinya. Peralatan perang dalam kapal itu semuanya masih lengkap dan bisa dilihat saat diving jadi kayak lihat underwater museum. Begitu menurut informasi-informasi yang saya baca, saya sendiri bukan penyelam dan tidak kesana. Jangankan nyelam pakai snorke aja mau nyelam dikit yang agak dalam susahnya bukan main.

Lokasi Thistlegorm ini lebih dekat dicapai dari Sharm El Sheik dari pada dari Hurghada meskipun ada juga yang menyediakan paketnya dari Hurghada. Lokasi diving yang paling dekat dengan Hurghada adalah Giftun Island. Sementara untuk windsurfing dan kitesurfing sebenarnya baru diperkenalkan keseluruh dunia belakangan. Meskipun begitu sekarang wilayah Red Sea termasuk salah satu lokasi windsurfing dan kitesurfing terbaik didunia.

Tiket pesawat kami beli terpisah dengan reservasi hotel karena kalau termasuk tiket berarti kita harus terbang ke Eropa dulu di Utara kemudian balik lagi ke Selatan ke Mesir, nggak mungkin kan. Sengaja pakai bisnis class, hm nggak bermaksud nyombong tapi sebenarnya Egypt Air bisnis class dari Tripoli termasuk harga ekonomi kalau dibanding Singapore Airlines, apalagi Lufthansa dan British Airways. Lumayanlah jadi bisa tahu gimana rasanya duduk di bangku bisnis class yang super lebar dengan kaki yang bisa selonjoran kayak di tempat tidur. Perbedaannya ekonomi dengan bisnis class yaitu kita bisa rescheduling untuk penerbangan baliknya, sebenarnya ini point utamanya, dengan pertimbangan siapa tahu kita betah di Mesir dan pengen memperpanjang kunjungan.

Bagian kota Hurghada yang asli jauh lebih kecil dari bagian kota untuk fasilitas turis yang berupa hotel-hotel, resort-resort, dan juga villa-villa. Ini bisa kita lihat dari atas waktu pesawat mau mendarat. Setelah perjalanan yang melelahkan (karena kejadian di Cairo International Airport) akhirnya mendaratlah kita di Bandara Hurghada yang meskipun tidak besar tapi bersih modern dan masih baru. Surprise juga dengan banyaknya penerbangan dengan tujuan kota Hurghada ini. Belakangan aku melihat ternyata jumlah turis Eropa, Eropa Timur dan Rusia jauh lebih banyak dari populasi penduduk asli Hurghada. Di pintu keluar bandara sudah ada seseorang dengan board nama biro wisata tempat kita membuat reservasi. Dan lebih surprise lagi petugas yang jemput kita fasih sekali berbahasa German dan Inggris. Di hotel bagian receptionnya lebih hebat lagi ngomong fasih sekali bahasa German, Inggris, plus Rusia, pokoknya polyglot.

Oh ya biro wisata yang kita pilih itu hasil dari cek di majalah windsurfing kemudian cross cek dan browsing di internet nama hotel yang kita dapat. Ternyata pendapat orang-orang yang pernah menginap yang ditulis dalam website adalah sesuai dengan keadaan aslinya. Kondisi hotelnya, kamarnya dan lain-lain. Hotel-hotel di kota seperti Hurghada umumnya all inclusive alias makan minum disediakan, atau half pension alias termasuk makan pagi dan makan malam saja. Di dalam hotel umumnya disediakan berbagai aktifitas sehingga penghuninya nggak perlu keluyuran kemana-mana.

Kekurangannya kalau nggak suka dengan aktifitas watersport dan aktifitas yang diberikan hotel seperti aerobic, belajar Salsa dan Belly dancing, ya pasti jadi bosan. Kecuali kalau relaxing, sunbathing dan massage atau semacam itu yang dicari. Kita dengan aktifitas windsurfing dan kitesurfing menguras tenaga dan energy dari pagi sampai sore, selesai makan malam langsung terkapar di tempat tidur. Begitu juga dengan para diver sampai kadang nggak sempat mencuci wetsuit dan sepatu divingnya, tersebar atau digantung di teras balkon masih berpasir laut.

Pagi-pagi sekali waktu para tamu sedang makan pagi anak buah kapal dari tempat diving spot memindahkan berpuluh-puluh tabung udara ke dalam kapal berarti ada banyak orang yang akan melakukan diving. Begitu juga dengan kami, selesai makan pagi kita menenteng wetsuit, harness dan handuk, hanya dengan T-shirt dan celana pendek jalan menuju tempat windsurfing. Angin dengan kecepatan diatas 17 knots sudah muncul bahkan sebelum kita selesai sarapan. Hampir setiap hari seperti itu sampai kulitku yang semula kuning langsat berubah jadi sawo bosok.

Seingatku hanya ada dua hari tidak ada angin, satu hari ditengah session dan yang kedua kali kebetulan memang sudah nggak niat windsurfing lagi tapi niatnya jalan ke Abu Soma dan Safaga. Kita extend dua malam saja karena ternyata kalau extend biayanya lebih mahal dari pada reservasi untuk satu paket selama delapan hari sebelumnya. Jadi begini maksudnya, saran saya pertimbangkan sebelumnya masak-masak berapa lama akan tinggal disana keseluruhan biaya yang didapat akan sangat murah dan jangan extend.

Selama di Hurghada aku puas banget dengan windsurfing sessionnya meskipun bayarnya agak kelebihan karena bayar sewa alat dan bayar juga kursus sessionnya sementara kursus sebenarnya sudah termasuk peralatan. Dan aku bayar dua session kursus sementara satu saja sudah kepontal-pontal belajarnya. Tapi ini kesalahan kami karena nggak tanya dulu sebelumnya tapi untungnya apa yang sudah kita bayar boleh dipakai lagi untuk next time kita ke Hurghada lagi dan vochernya terus berlaku kapan saja. Pengalaman windsurfing di Hurghada, saya yang sebelumnya nggak berani windsurfing di pantai yang ada shore brake wave-nya jadi berani. Yang terutama lagi adalah pengetahuan untuk waterstart dimana my hubby sudah nyerah ngajarin aku karena nggak bisa-bisa.

Penulis : Henny - Tripoli
Sumber : Kompas Community

Peta Lokasi :

Add as favourites (37) | Quote this article on your site | Views: 457 | Cetak | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 9 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Pantai Ujung Genteng
waah mantap sekali ini tempat. keb...
21/11/08 09:54 More...
By miaz

Dreamland Pantai Imp...
Hampir tenggelam gue di pantai ini,...
20/11/08 09:07 More...
By Abi

Candi Songgoriti
Sayang ya, candi secantik ini tidak...
20/11/08 08:25 More...
By robin

Dari Serayu ke Owabo...
bbrp kali rafting di serayu..ga aka...
19/11/08 19:25 More...
By Evi

Pantai Iboih, Surga ...
emang benar kalo pantai iboih tu pa...
19/11/08 17:17 More...
By Nazaruddin

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats