Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Kuliner arrow Wisata Kuliner arrow Gurihnya Ayam Isi Buluh Minahasa
Gurihnya Ayam Isi Buluh Minahasa PDF Cetak E-mail
(2 votes)
Banyak orang, terutama yang bukan keturunan Manado, menganggap masakan khas dari daerah Nyiur Melambai itu sebatas ikan bakar, woku (semacam pepes), dan rica-rica (masakan yang bumbunya dominan cabai), serta dabu-dabu, yaitu sejenis sambal.

Di Jakarta, banyak restoran, rumah makan, sampai pedagang kaki lima umumnya menyajikan ikan bakar, woku, rica-rica, serta dabu-dabu sebagai menu andalan mereka.

Cara masak dan bumbu yang dipakai berbeda-beda, sesuai dengan selera pemilik warung, rumah makan, dan restoran. Meskipun demikian, tidak sedikit di antaranya boleh dibilang jauh dari rasa masakan asli yang banyak memakai jahe, serai, daun jeruk, daun bawang, daun kemangi, daun kunyit, bawang merah, bawang putih, dan rica atau cabe rawit.

Sebetulnya, di luar masakan-masakan tadi, Manado memiliki banyak makanan yang layak dicicipi dan membuat lidah ketagihan.

Sofie Eman, pemilik restoran Beautika di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, mengatakan, banyak variasi masakan Manado. "Di sini saja ada sekitar 70 masakan, dari lauk-pauk, kue, hingga minuman. Semuanya asli dari Manado. Kami berani bermain di bumbu, selayaknya masakan di daerah asal, Minahasa," kata Sofie, Desember lalu.

Salah satu yang perlu dicoba di tempat ini adalah ayam isi buluh (bambu). Masakan ini hampir sama dengan masakan lauk lainnya khas Manado yang kaya bumbu, hanya cara memasaknya berbeda.

Bambu

Sesuai dengan namanya, ayam isi buluh dimasak dalam bambu dan selanjutnya dibakar. Ayam isi buluh terbuat dari daging ayam yang dipotong-potong kecil. Tergantung besarnya ayam, jumlah potongan bisa antara 18 sampai 20 potong.

Potongan ayam lalu dicuci dan dicampur dengan bumbu, seperti cabai rawit 1/4 kg dan cabai besar merah sebanyak 5 persen dari cabai rawit.

Bumbu lain adalah 1/2 kg jahe, kunyit seukuran jari untuk memberi warna pada masakan, 1/4 kg serai, dan 2 kg daun bawang untuk pemberi rasa manis dan menyeimbangkan dengan bumbu-bumbu lain sehingga tidak perlu menggunakan vetsin. Daun pandan, daun kemangi, daun jeruk, dan daun kunyit membantu memberi rasa dan bau harum.

Ayam kemudian ditumis di kuali sampai setengah matang. Tujuannya agar daging ayam benar-benar masak ketika kemudian dibakar di dalam bambu serta bumbu meresap.

Daging ayam lalu dimasukkan dalam satu ruas bambu dan ditutup daun pisang. "Harus ditutup supaya uap masakan tidak keluar. Istilahnya diungkep dalam bambu," papar Sofie. Selanjutnya, bambu tadi dibakar hingga matang.

Bambu yang digunakan juga bambu khusus, yaitu buluh ikang atau bambu tali. Bambu berwarna hijau ini memiliki ketebalan 0,5 sentimeter. Di Jakarta, bambu ini dijual di Pasar Senen.

Bambu berisi daging ayam kemudian dibakar di atas api dari kayu dan gonofu (serabut kelapa) dengan jarak 50 cm supaya bambu tidak gampang terbakar dan ayam di dalamnya tidak gosong. Setiap lima menit bambu harus diputar-putar sehingga daging ayam masak merata.

Deitje Siban (51), juru masak di restoran itu yang asal Buyungon, Amurang, Minahasa Selatan, mengatakan, dari proses persiapan bumbu hingga masakan matang membutuhkan waktu sekitar 4 jam.

Proses memasak yang membutuhkan waktu lama dan banyaknya campuran bumbu pada masakan itu ikut berdampak pada harga jual yang mencapai Rp 175.000 per bambu. Satu ruas bambu bisa menghasilkan empat atau lima porsi, tergantung panjang bambu, dan dapat disantap 10 sampai 15 orang.

Ayam isi buluh lebih nikmat dimakan hangat bersama nasi putih atau kue nasi jaha (jahe) sebagai pengganti nasi putih, sayur pangi, dan dabu-dabu. Atau bisa juga disajikan bersama sayur kembang pepaya dan acar manado.

Makanan ini, selain orisinal dalam bumbu dan aroma harum bambu, daging ayam pun terasa lebih lezat karena bumbunya meresap. "Bau, rasa, dan keempukan daging berbeda dibandingkan dengan yang dimasak di kuali," kata Sofie.

Deitje menambahkan, ketika dibakar, air akan keluar dari bambu. Air itulah yang memberi rasa, aroma, dan keempukan khas untuk setiap masakan yang dibakar dalam bambu.

Pingkan Elita Dundu & Frans Sartono

Add as favourites (27) | Quote this article on your site | Views: 605 | Cetak | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 2 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Tips dan Trick ke Si...
WAH TIPS NYA KEREN YA W PERNAH KE S...
01/12/08 16:50 More...
By RIZKI

Gendang Beleq Lombok
:) :grin 8) :p ;) :zzz :sigh ...
01/12/08 15:49 More...
By ZZZZZZZZZZZZZZZ..........

Gendang Beleq Lombok
:( :zzz
01/12/08 15:48 More...
By ZZZZZZZZZZZZZZZ..........

Baturaden
semoga aja baturaden jadi obek wisa...
01/12/08 13:31 More...
By nalita

Makam Sunan Gunung J...
Tolongin dong !!! gimana caranya bi...
01/12/08 12:54 More...
By win's

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats