International
Asia
Bandar Kuching | Bandar Kuching |
|
|
|
|
There are no translations available Hai Temans, Saya mau bercerita sedikit tentang kota tempat aku tinggal sekarang, lumayan sudah 8 tahun, entah sampai kapan saya diijinkan tinggal disini. Tentunya diijinkan oleh pemerintah Malaysia dan YME, karena setiap 2 tahun sekali saya memperpanjang ijin tinggal disini , karena memang suami dikontrak oleh pemerintah Sarawak ini per 2 tahun, entah tahun ini akan diperpanjang atau tidak, kita tunggu saja kabarnya.Selama tinggal disini, tentu suka duka pasti saya sekeluarga alami, tapi menurut saya banyak sukanya daripada dukanya, karena itu betah aja tinggal disini, kalau enggak betah tentunya sudah kabur dari dulu, alias pulang kampung. Apa yang membuat saya betah, selain tentunya pemasukan suami yang selalu jelas datangnya (tiap bulan), adalah karena penduduknya yang sedikit, alias kota ini tidak terlalu ramai, seperti Jakarta misalnya. Awalnya memang sepi, 8 tahun yang lalu, tapi akhir2 ini saya sudah merasakan peningkatannya, alias mulai ada kemacetan di jalanan pada jam2 tertentu, seperti pagi hari, siang hari, dan sore hari.Itu semua waktu berangkat kesekolah, kerja, isitirahat, dan pulang sekolah serta pulang kerja. Tapi dibanding di Jakarta, wah kemacetan di Kuching yah belum ada apa2 nya. Bila suami pulang kantor jam 5 teng (pas), yah sampai rumah bisa jam 5.30, walau jarak rumah dengan kantor adalah 15 menit jalan kaki. Ini sudah bisa dibilang macet, padahal belum apa2 nya dibanding Jakarta. Waktu istirahat kantor, adalah waktu untuk menjemput anak pulang sekolah (yang sekolah negeri, cuman sekolah setengah hari), lalu setelah anak pulang sekolah, atau sebaliknya malah mengantar anak sekolah (yang dapat jam masuk siang) bisa istirahat sebentar dirumah, alias bisa ikutan makan siang dirumah, bahkan ada yang bisa tidur siang dirumah. Jadi betapa nyamannya hidup di Kuching, bisa tidur siang buat bapak 2 itu .Jadi buat kami yang tadinya tinggal di Jakarta, serasa hidup dijaman dahulu saja, yang tidak perlu tergesa-gesa, aman dan damai. Selain suka, tentunya ada dukanya, dukanya adalah hubungan kedua negara, sering terasa sekali dalam perlakuan masyarakat umum di Kuching, bila hubungan kedua negara sedang bermasalah, maka , sering kami dengar orang yang komplain, atau mencemooh negara kami, atau orang Indonesia, walau mereka kadang tidak tahu, bahwa kami orang Indonesia (misalnya dalam lift).Misalnya masalah asap (atau disini lebih dikenal dengan istilah jerebu), nah sering kami menjadi bulan2an, bahwa kamilah yang salah, dan pastilah kami sering berkata, kalau tidak mau asap, yah jangan ambil kayunya (hehehehe). Mengenai, soal makanan, awalnya kami agak sukar beradaptasi, tapi lama-lama , semua makanan banyak yang bisa atau bahkan terbiasa masuk dalam perut kami, walau sehari-hari kami lebih sering memasak masakan Indonesia tentunya. Keliatannya makanan Indonesia hampir sama dengan makanan Malaysia, tapi sebenarnya banyak sekali yang rasanya jauh berbeda. Yang kami rasakan, adalah makanan Malaysia tidak terlalu banyak variasi, sedangkan masakan Indonesia banyak sekali variasinya, sehingga kami sering kangen dengan masakan Indonesia. Mengenai bahasa, kebetulan anak2 kami ada yang bersekolah dikerajaan (pemerintah - negeri) tapi ada juga yang bersekolah di swasta, kalau yang bersekolah di negeri , pandailah dia bahasa Sarawak, Malyasia dan Inggris, sedang yang swasta (advent) hanya pandai bahasa Inggris, seharusnya juga pandai bahasa Mandarin , hanya anak kami tidak bisa menguasainya dengan baik.Kami sudah melewati hari Raya (Idulfitri ) 4 kali di Kuching ini, tidak kami rasakan terlalu sepi, jauh dari saudara, karena saling berkunjung sangatlah erat, kaum kristen, Chinese, akan mengunjungi kaum Muslim pada hari Besar ini, demikian juga bila hari Imlek, atau Gong Xi Fat Coi maka kami akan banyak undangan untuk mengunjungi kamu Chinese di Kuching ini. Jadi jalinan antara beragama amat erat juga. Demikianlah cerita sekilas kota Kuching yang telah kami tinggali selama hampir 8 tahun ini, ada beberapa foto yang dapat kami sertakan , sebagai foto koleksi pribadi , semoga berkenan dihati pembaca semuanya. Penulis : Dewi - Kuching Sumber : Kompas Peta Lokasi : Add as favourites (10) | Quote this article on your site | Views: 435 | Print | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||||
| < Prev | Next > |
|---|







| Tips dan Trick ke Si... |
| WAH TIPS NYA KEREN YA W PERNAH KE S... |
| 01/12/08 16:50 More... |
| By RIZKI |
| Gendang Beleq Lombok |
| :) :grin 8) :p ;) :zzz :sigh ... |
| 01/12/08 15:49 More... |
| By ZZZZZZZZZZZZZZZ.......... |
| Gendang Beleq Lombok |
| :( :zzz |
| 01/12/08 15:48 More... |
| By ZZZZZZZZZZZZZZZ.......... |
| Baturaden |
| semoga aja baturaden jadi obek wisa... |
| 01/12/08 13:31 More... |
| By nalita |
| Makam Sunan Gunung J... |
| Tolongin dong !!! gimana caranya bi... |
| 01/12/08 12:54 More... |
| By win's |