Kuliner
Wisata Kuliner
Bakso Urat Gunungkidul Kalibata | Bakso Urat Gunungkidul Kalibata |
|
|
|
Gunungkidul sejak dulu terkenal sebagai salah satu kabupaten di tanah Jawa yang acap kali mengalami kekeringan. Gersang, tandus, dan wilayah yang berbukit-bukit membuat banyak warganya pergi merantau ke kota-kota besar di Jawa, tak terkecuali Jakarta.
Itu dulu, sekarang Gunungkidul tak seseram bayangan orang lagi. Kabupaten yang merupakan bagian dari Daerah Istimewa Jogjakarta ini sudah berbenah. Tanahnya sudah mulai menggembur dan hutannya telah mulai menghijau. Dan satu lagi, rupanya warga Gunungkidul tak hanya piawai mengolah singkong menjadi tiwul, namun juga hebat dalam meracik bakso berkualitas restoran. Coba saja datang ke areal parkir Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan. Tiap malam menjelang, belasan warung tenda berjajar siap menjamu para pengunjung yang datang memanjakan indera pengecap dan perut mereka. Macammacam jenis makanan yang mereka sajikan. Dari bebek goreng, bubur ayam, nasi goreng, siomay, hingga ke masakan Jepang, semua hadir dengan segala keistimewaannya. Jujur saja, dari dulu saya tak pernah peduli dengan isu bakso tikus dan bakso berpengawet formalin, makanya saya ajak Anda kemari. Di sebelah kanan deretan warungwarung tersebut, tenda Bakso Urat Gunungkidul berada di barisan terdepan menyambut Anda dan perut lapar Anda. Warung bertenda warna dasar putih dengan tulisan merah ini selalu nampak ramai pengunjung. Begitu duduk, kita sudah pasti akan merasa nyaman dan bahagia berada di sekian banyak lokasi penjaja makanan berkualitas tinggi berharga terjangkau. Tidak ada pilihan bakso lagi di warung itu selain bakso urat. Warung tersebut tidak menyediakan bakso telor atau bahan pengisi apapun yang biasa Anda temui di tempat lain. Penyajiannya pun cukup unik. Untuk Rp 6 ribu yang Anda keluarkan, Anda akan disuguhi semangkuk masakan bakso dengan 2 butir bola daging berukuran kirakira sedikit lebih besar dari bola pingpong plus kuah segar wangi beraroma bawang goreng. Hanya itu. Tak ada mie kuning, soun, apalagi pangsit. Tapi begitu Anda memasukkan sesendok pertama ke dalam mulut...hmmmm, Anda langsung bisa merasakan perbedaannya. Taburan bawang goreng yang dicincang kasar memperkuat aroma wangi ciri khas masakan oriental. Anda juga tidak akan menjumpai irisan seledri, daun bawang, atau dedaunan lain semisal sawi atau bahkan kangkung, seperti sajian bakso kuah pada umumnya. Namun justru itulah yang benarbenar memperkuat rasanya. Monopoli aroma bawang goreng membuatnya dominan, tanpa "dikotori" oleh bau dan rasa bumbu dedaunan mentah lain.
Saat Anda membenamkan gigi ke butiran daging gurih sedap itu, Anda pasti merasakan ada sesuatu yang mengganjal di salah satu butiran daging bakso. Apa itu? Ternyata potongan-potongan urat kasar dan irisan kecil-kecil tulang rawan sapi. Hmmm...unik juga! Sekaligus sebagai sumber kalsium yang baik! Memang dari dua butir daging bakso yang tersaji, salah satunya mengandung "ranjau" itu. Tapi jangan ambil resiko! Bagi Anda yang sudah menderita lemah gigi dan lembek gusi, minta saja bakso daging murni, bukan yang berurat dan bertulang. Seusai berdansa lidah dengan dua butir daging plus beberapa sendok kuah harum, Anda pasti membutuhkan penawar rasa pedas dan gurih. Jangan khawatir! Warung ini juga menyediakan beberapa jenis penyegar. Salah satunya, es teler, yang sayangnya tidak terlalu berciri (baca: nyaris tidak banyak berbeda dengan es teler di tempat lain). Bahkan cenderung terlalu manis, menurut saya. Atau saya yang terlalu sering berdiet gula, sehingga rasa manis yang sebenarnya biasa saja, ditanggapi berlebihan oleh lidah saya? Apa boleh buat, bakso memang selalu dipadupadankan dengan es teler, seperti telah dikenal oleh generasi ayah ibu Anda beberapa puluh tahun silam yang (hanya mengenal) berkencan di warung bakso dan es teler di alun alun kota. Warungnya luas, terbuat dari kayu berwarna hijau muda. Bedanya di warung tersebut, ada banyak pilihan bakso bagi para pengunjung. Ada urat, telor, daging, dan banyak lagi. Puas sekali makan bakso bermutu yang panas mengepul dan pedas di warung tersebut, karena sangat kontras dengan iklim sejuk kota Salatiga. Sayang sekali karena saya bukan penduduk kota Salatiga, maka saya tak pernah tahu apa nama warung itu. Dan ketika saya mengunjungi kembali kota Hatti Beriman tersebut pada 2003, warung yang sempat saya ceritakan dengan berbusa-busa pada teman-teman di Semarang ternyata telah hilang tak berjejak. Wah, saya kecewa sekali! Mungkin di antara pembaca ada yang mengetahui apa nama warung tersebut dan dimana lokasinya sekarang? Sayang sekali kalau bakso seenak itu harus menghilang dari peta kuliner kota Salatiga, bukan? Sumber : Kompas Peta Lokasi : Add as favourites (30) | Quote this article on your site | Views: 835 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







| Tips dan Trick ke Si... |
| WAH TIPS NYA KEREN YA W PERNAH KE S... |
| 01/12/08 16:50 More... |
| By RIZKI |
| Gendang Beleq Lombok |
| :) :grin 8) :p ;) :zzz :sigh ... |
| 01/12/08 15:49 More... |
| By ZZZZZZZZZZZZZZZ.......... |
| Gendang Beleq Lombok |
| :( :zzz |
| 01/12/08 15:48 More... |
| By ZZZZZZZZZZZZZZZ.......... |
| Baturaden |
| semoga aja baturaden jadi obek wisa... |
| 01/12/08 13:31 More... |
| By nalita |
| Makam Sunan Gunung J... |
| Tolongin dong !!! gimana caranya bi... |
| 01/12/08 12:54 More... |
| By win's |