Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Eropa arrow Rumah Jaman Baheula di Belgia
Rumah Jaman Baheula di Belgia PDF Cetak E-mail
(1 vote)
Tempat wisata ini bernama Bokrijk, dipromosikan sebagai museum terbuka di areal seluas 550 ha. Bokrijk terkenal dengan koleksi rumah-rumah tua bergaya Flemish di seluruh Belgia. Selain museum, ada juga areal bermain anak-anak, restaurant, dan taman-taman gratis untuk umum. Kesan pertama saya, tentunya adalah indah dan apik.
Hmm, layaknya tempat wisata di Eropa, areal ini sangat terjaga rapih dan bersih serta nyaman untuk dikunjungi. Kita tidak terganggu dengan kemacetan, tukang-tukang menawarkan barang, ataupun kebingungan untuk memulai darimana. Artinya seluruh petunjuk dan fasilitas disediakan secara menyeluruh untuk memudahkan pengunjung.

Harga tiket masuk antara 2 sampai 10 euro (dewasa, anak-anak, pelajar dan kaum manula berbeda-beda). Saya membayar 14 euro berdua dengan suami saya di hari Sabtu terakhir di bulan Maret. Pada bulan-bulan lain harga juga berubah. Musim panas lebih mahal daripada musim dingin.

Kasir memberikan map gratis untuk memulai tour. Saya memilih berjalan kaki dengan suami karena cuaca sangat bagus hari itu dan rasanya lebih menyenangkan untuk berjalan kaki pelan-pelan.

Ada pilihan untuk memakai kereta kuda atau menumpang bis berantai. Tapi saya lebih menyarankan untuk berjalan kaki. Keseluruhan area di Bokrijk saya kunjungi dengan berjalan kaki selama kurang lebih 3 jam.

Awalnya, saya tidak tahu sebetulnya apa yang disuguhkan di Bokrijk, suami juga tidak mau memberi tahu karena dia ingin memberikan kejutan untuk saya. Saya pikir tempat ini hanyalah sebuah taman untuk melihat-lihat secara gratis, maka ketika saya harus membayar 14 euro, saya pikir mahal amat sih untuk melihat taman saja.

Agak sulit untuk menggambarkan tempat ini karena memang suasananya sangat natural dan indah. Kita merasa sedang mengunjungi daerah pedesaan di Belgia yang asri dan asli, karena layout museum ini dibuat sedemikian rupa sehingga tidak seperti museum atau tidak seperti misalnya Taman Mini Indonesia Indah.

Bokrijk merekonstruksi kembali rumah-rumah tua asli berumur antara 100 sampat 300 tahun dari berbagai penjuru Belgia.

Rumah-rumah ini diatur layaknya pedesaan Belgia dengan jalan-jalan yang rapih, natural dan kadang berlumpur karena memang hanya tanah biasa.

Seluruh wilayah dikelilingi hutan yang asri dan padang rumput, dimana di beberapa tempat banyak domba, sapi, kuda dan ayam berkeliaran.

Dari pintu masuk kita disambut oleh kincir angin khas Flemish yang berusia ratusan tahun. Kemudian kita mulai mengunjungi rumah-rumah tua yang diisi furniture asli dari jaman tersebut.

Setiap rumah diisi oleh seorang penjaga yang mengenakan pakaian antik dan yang saya pikir memang tinggal disitu. Mereka benar-benar menjaga rumah tersebut dengan membersihkan taman sekeliling, menanam sayuran dan bahkan mendemonstrasikan cara memasak masakan tradisional Belgia dengan sayuran yang mereka petik sendiri dari sekeliling rumah.

Karena saya belum tahu sebenarnya apa yang ditawarkan tempat ini, ketika suami saya menyuruh saya masuk ke satu rumah dan melihat-lihat, dan kemudian seorang pria brewokan menyapa saya, saya terkejut. Apalagi suami saya bilang bahwa dia tinggal di rumah itu. Saya meminta maaf karena telah lancang menyelonong masuk. Tapi dia tersenyum dengan bahasa Inggris yang fasih dan mengatakan bahwa saya agak terlambat, karena dia baru saja selesai memasak makanan khas Flemish.

Di tiap-tiap rumah selanjutnya, selalu ada seseorang yang mengenakan kostum-kostum tua dan mengerjakan sesuatu. Ada yang memang betul-betul berkebun, ada yang sedang memintal benang, dan ada yang sibuk membersihkan tempat tersebut. Sepertinya para pekerja atau aktor tersebut memang melakukan tugasnya secara menyeluruh.

Beberapa hal menarik yang saya temukan adalah ketika saya mengunjungi toko permen jaman dulu. Toko permennya memang dibuat sama persis dengan 100 atau 200 tahun yang lalu, tetapi saya pikir toko seperti itu masih banyak bertebaran di seluruh Eropa. Coklat, permen dan makanan yang dijual pun tidak terlalu banyak berbeda dengan masa kini. Tapi yang menarik, kita bisa benar-benar membeli permen-permen tersebut dan harganya pun masih wajar sama seperti diluar daerah wisata.

Hal lainnya adalah ketika saya menyadari bahwa furniture-furniture yang ada di dalam rumah-rumah tua tersebut sangatlah kecil. Mulanya saya menyangka itu hanyalah miniatur atau untuk anak-anak. Tapi suami saya bilang, juga berdasarkan petunjuk yang tertera di setiap rumah, memang itu adalah ukuran asli dan bahkan furniture asli dari jaman tersebut (rata-rata abad ke 16 dan 17 Masehi).

Orang-orang Belgia jaman dahulu memang pendek-pendek dan kecil-kecil. Pintu-pintu rumah nya pun sangat rendah, beberapa rumah harus kita datangi dengan menunduk untuk masuk kedalam rumah.

Satu hal yang sangat mengingatkan saya pada masa kecil saya adalah aroma kayu bakar di dapur-dapur rumah tua tersebut. Aroma itu sangat mengingatkan saya akan rumah Abah dan Emak saya di Singaparna, Tasikmalaya. Dalam bahasa Sunda, tungku pembakaran itu dinamakan hawu, dan ternyata hawu di Singaparna dan hawu di Belgia aromanya sama. Aroma kayu bakar yang menentramkan.

Bokrijk juga menampilkan bangunan-bangunan tempat berkumpul orang-orang jaman dahulu. Lengkap dengan permainan di dalam ruangan bahkan sepeda-sepada dari kayu. Beberapa bangunan dibuat hanya sekitar seratus tahun yang lalu yang masih banyak di seluruh Eropa. Furniture yang ditampilkan didalam rumah-rumah tersebut sangatlah indah dan tentunya mahal. Furniture ini masih sangat dihargai dimana-mana. Bahkan saya ingin mencuri dan membawa pulang beberapa kursi dan meja yang sangat cantik.

Sepanjang perjalanan tersebut, saya hanya bisa berpikir bahwa hal seperti ini bisa juga dibuat di Indonesia, bahkan dengan lebih menarik lagi. Saya tahu sudah ada Taman Mini Indonesia Indah, tapi TMII sekarang lebih menjadi pusat bermain dan bukan khusus untuk berkunjung melihat rumah-rumah antik jaman dahulu.

Saya ingat setiap masuk ke dalam pondok-pondok di TMII, semuanya berkesan kaku dan tidak ramah. Sementara di Bokrijk meskipun tidak seheboh TMII, tapi malah sangat berkesan.

Mungkin saya tidak fair membandingkan kedua tempat tersebut, karena bagaimanapun dengan jumlah pengunjung di Bokrijk dan pengunjung di TMII ibarat membandingkan air dan minyak. Tidak terbayang apabila jumlah pengunjung di TMII datang ke Bokrijk, mungkin akan berantakan juga.

Penulis : Tiana Roberts - Belgia
Sumber : Kompas

Peta Lokasi :

Add as favourites (21) | Quote this article on your site | Views: 710 | Cetak | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 3 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Tips dan Trick ke Si...
WAH TIPS NYA KEREN YA W PERNAH KE S...
01/12/08 16:50 More...
By RIZKI

Gendang Beleq Lombok
:) :grin 8) :p ;) :zzz :sigh ...
01/12/08 15:49 More...
By ZZZZZZZZZZZZZZZ..........

Gendang Beleq Lombok
:( :zzz
01/12/08 15:48 More...
By ZZZZZZZZZZZZZZZ..........

Baturaden
semoga aja baturaden jadi obek wisa...
01/12/08 13:31 More...
By nalita

Makam Sunan Gunung J...
Tolongin dong !!! gimana caranya bi...
01/12/08 12:54 More...
By win's

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats