| Menikmati Keindahan Pulau Samosir |
|
|
|
|
There are no translations available Dalam perjalanan kali ini saga akan membawa anda mengunjungi sebuah pulau yang terletak di tengah-tengah danau di Sumatera Utara, Dapatkah anda menebaknya?Ya... Pulau Samosir. Pulau Samosir yang setahun belakangan menjadi kabupaten ini, pantas dijadikan salah satu tujuan utama mengisi liburan anda berikutnya.
Ini merupakan perjalanan kami yang kedua di Pulau Sumatera setelah ke Palembang belum lama ini. Pemandangannya tidak kalah indah dibanding Pulau Jawa. Yang membuat kami terpukau adalah barisan bukit yang berjajar rapi dari satu titik ke titik lainnya. Bahkan, setelah tiga jam perjalanan, pemandangan di sekitar kami mulai berubah dari hamparan pohon karet menjadi perkebunan kelapa sawit. Tak lama kemudian, Danau Toba dengan warm birunya yang begitu indah terlihat dari kejauhan. Dengan luas sekitar 1.707 km2 dan kedalaman sekitar 450 meter, Danau Toba merupakan danau terbesar di Asia Tenggara. Letaknya yang dekat dengan pegunungan, menyebabkan daerah di sekitar danau ini terasa sejuk. Saat semakin dekat dengan Danau Toba, kami memutuskan mematikan AC mobil dan membuka jendela agar angin pegunungan bisa masuk sebanyak-banyaknya ke paru-paru setelah lelah selama 4 jam melakukan perjalanan. Kami tiba di Prapat sekitar pukul 16.15. Karena tidak tahu jadwal keberangkatan ferry jadi kami memutuskan untuk langsung menuju dermaga dan melihat jadwal penyeberangan. Kapal berikutnya baru datang jam 17.30 dan menyeberang sekitar pukul 17.45. Selagi menanti ferry, saya sempat berjalan-jalan di sekitar dermaga dan melihat dari kejauhan Pulau Samosir yang akan kami tuju. Di dermaga sendiri, sama seperti kebanyakan dermaga penyeberangan lainnya. Penuh dengan pedagang yang menawarkan segala jenis makanan dan minuman.Pukul 17.00 kapal KMP Tao Toba I merapat di dermaga Prapat. Satu per satu mobil dan truk mulai memasuki badan kapal. Kendaraan yang berat, menjadi yang pertama kali masuk agar mudah mengaturnya. Setelah itu, mobil yang membawa kami dari Medan masuk perlahan ke badan kapal. Di atas ferry, selain warga lokal terlihat juga beberapa wisatawan asing. Memang, Pulau Samosir sudah sangat terkenal, hingga menjadi daerah tujuan wisata balk dalam maupun luar negeri. Tepat pukul 17.45 KMP Tao Toba I bergerak menjauh dari dermaga. Angin dingin mulai menyapa kami, namun kami sudah siap. Karma kami sudah mengetahui lebih dulu bahwa Samosir berada di 700-1.950 mdpl atau cukup tinggi untuk membuat hawa menjadi dingin. Gunung-gunung yang berbaris seolah menyapa kedatangan kami ke pulau itu. Sekitar pukul 18.45, akhirnya kapal merapat di dermaga yang ada di Tomok. Tomok merupakan pintu gerbang antara Prapat dan Samosir, kota ini berhadapan langsung dengan Prapat. Hari sudah mulai gelap di Tomok saat kami merapat. Namun perjalanan harus diteruskan.Tepat pukul 20.15, akhirnya kami masuk ke kota Pangururan atau tempat di mana kami akan menginap selama di Pulau Samosir ini. Tanpa banyak menghabiskan waktu di luar, sebagian dari kami langsung menuju hotel dan beristirahat melepas kepenatan. Apalagi, hari-hari kami masih sangat panjang di Samosir ini. Esoknya, sebelum mengarungi Pulau Samosir kami malah ingin kembali ke Prapat. Saat tiba kemarin sore, kami belum sempat menikmati daerah Prapat karena hari sudah mulai gelap. Setelah mempersiapkan segalanya, pagi-pagi sekali kami kembali ke Prapat dengan ferry dari Tomok. Sekitar pukul 07.30 WIB, kami tiba di dermaga Prapat. Hari itu kebetulan hari Minggu. Jadi wajar saja Prapat begitu ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan semakin siang, semakin ramai. Info yang kami dapatkan, para wisatawan itu tidak hanya datang dari luar Sumatera Utara saja, warga lokal pun banyak. Rasanya kurang puas bila datang ke Danau Toba tanpa menyusuri danau yang memesona ini dengan perahu atau speedboat. Sesaat tiba di Prapat, kami segera mencari penyewaan kapal atau speedboat. Oleh warga setempat, kami digiring masuk ke sebuah komplek rumah, tempat pembuangan Presiden Soekarno di Prapat yang kini menjadi salah satu objek wisata di daerah tersebut. Tak jauh dari rumah legendaris itu, terdapat banyak sekali tempat penyewaan speedboat.Setelah dapat harga yang pas dari pemilik speedboat, kami pun segera menyusuri Danau Toba. Demi keamanan, kami diminta mengenakan rompi pelampung satu per satu. Usai menyusuri Danau Toba, kami memutuskan untuk kembali ke Tomok dan beristirahat sebelum memulai petualangan yang sebenarnya. Penulis : Bianka Sumber : Majalah Travel Club Peta Lokasi : Add as favourites (27) | Quote this article on your site | Views: 693 | Print | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||||
| < Prev | Next > |
|---|







| Danau Toba, Bidadari... |
| :cry ,,aq jga sbagai orang btak cdi... |
| 23/11/08 12:01 More... |
| By devi |
| Gunung Bromo |
| Kalo punya info ke bromo berangkat ... |
| 23/11/08 10:09 More... |
| By yana |
| Menunggu Paket Wisat... |
| pengen banget maen ke situs majapah... |
| 22/11/08 22:19 More... |
| By sasongko w |
| Kompleks Candi Dieng |
| gw dan kel punya rencna ke dieng...... |
| 22/11/08 22:18 More... |
| By tutibono |
| Upacara Kematian di ... |
| kadanG kt tRllu meMaksakAn acaRa ra... |
| 22/11/08 18:52 More... |
| By ne' nober |