Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Eropa arrow Zotter, Pabrik Coklat yang Nyeleneh!
Zotter, Pabrik Coklat yang Nyeleneh! PDF Cetak E-mail
(3 votes)
Coklat isi kacang kenari, coklat isi strawberry, itu sudah biasa. Tapi, pernahkah Anda mencicipi coklat isi jahe? Atau isi keju? Atau bahkan…. coklat isi cabai? Hmmm…kalau Anda bertanya pada Josef Zotter, jawabannya adalah: “Warum net?” (mengapa tidak?).
Josef adalah seorang ahli coklat asal Styria, Austria, yang sudah lama malang–melintang di industri coklat. Karena merasa jenuh dengan rasa coklat yang itu–itu saja selama belasan tahun, beliau pun mengambil langkah radikal dengan mendirikan pabrik coklat kecil di Bergl, Riegersburg, tempat kelahirannya. Visinya? Mengeksplorasi rasa coklat lebih jauh!

Pabrik coklat yang kemudian dinamai Zotter Schokoladen Manufaktur GmbH ini memang tidak besar. Pegawainya pun hanya 41 orang dan selama Juni sampai Agustus seluruh pabrik tutup karena suhu tinggi di musim panas mengharuskan pabrik menyediakan lemari dan alat transportasi berpendingin yang terlalu mahal. Pembuatan coklatnya pun sangat tradisional, tanpa cetakan kotak–kotak seperti yang sering kita lihat. Coklatnya rata saja, dibuat secara manual.

Caranya, pertama–tama di atas `meja produksi` berukuran kira–kira 1 x 8 m diletakkan kertas minyak sebagai alas. Kemudian, pegawai Zotter menuangkan cairan coklat keatas kertas ini dan meratakannya dengan alat khusus. Sesudah itu, dituangkan lapisan kedua, yakni isi coklat tersebut. Setelah dilapisi lagi oleh lapisan coklat di atasnya, pegawai Zotter memotong blok coklat yang sudah kering ini menjadi kotak–kotak berukuran kira–kira 5 x 12 cm.

Kemudian, blok–blok setengah jadi ini dikeringkan sebentar, lalu diletakkan pada conveyor yang melapisinya dengan lapisan coklat dan menghasilnya tekstur akhirnya, baru kemudian dikeringkan lagi. Nah, sesudah ini, pegawai Zotter membungkus coklat–coklatnya satu–satu dengan tangan! Dalam satu jam ibu–ibu pegawai Zotter bisa membungkus kira–kira 300 batang coklat. Berarti produksinya hanya kira–kira 2400 batang coklat sehari! Pekerjaan tangan inilah yang dibanggakan oleh Zotter yang mengambil "Handgeschoepfte Schokoladen".

 Lalu apa istimewanya? Nah, seperti yang sudah disebutkan, Josef Zotter ingin mencari kombinasi rasa coklat yang tidak biasa, malah cenderung nyeleneh. Misalnya: beliau menggunakan sari seledri sebagai isi coklat! Bukan hanya itu: ada juga coklat yang diisi oleh sari nenas dan paprika, keju, cabai, jahe, bahkan.... nasi!

Lalu, bagaimana kita dapat membayangkan rasanya? Untuk tujuan ini, dengan biaya EUR 5 per orang, Zotter punya program `chocolate tasting`. Caranya sangat kreatif: pengunjung diminta berdiri di semacam bar yang kemudian tirainya dibuka. Dibalik tirai, bukan penari striptease yang muncul, tapi suatu jalinan ban berjalan seperti di restoran running sushi. Tapi, yang muncul bukan sushi, melainkan potongan coklat dengan papan nama yang siap untuk dicicipi.

Zotter pun menyiapkan air minum bagi yang ingin ‘membilas’ mulutnya sesudah mencicipi coklat. Tersedia juga segelas susu panas untuk mencicipi ‘trinkschokolade’, yakni coklat yang didesain untuk diencerkan dan diminum dalam susu panas.

Hmm, sekarang tiba saatnya tasting! Pilihan pertama saya jatuh pada coklat rasa nenas dan paprika. Ternyata, di luar dugaan, rasanya luar biasa! Coklat yang manis dipadukan dengan rasa asam dan sedikit pedas dari nenas dan paprika. Sensasinya.... tiada duanya! Betul–betul tak terduga. Pilihan kedua, coklat rasa Holunderbluetten (sari biji Holunder). Kali ini, menurut saya intensitas rasa Holunder yang kuat rasanya tidak nyambung dengan rasa coklatnya.

 Begitu juga ketika saya mencicipi coklat rasa seledri, yang gabungan aromanya jadi sedikit aneh di lidah. Giliran berikutnya: coklat isi keju, walnut, dan anggur (bergkaese, walnuss, und trauben). Walah, campuran apa pula ini? Tak disangka, isi coklat yang berwarna kuning ini justru malah enak! Keju memberi rasa sedikit asin yang ternyata cantik dipadu dengan manisnya coklat, dengan sedikit aroma kacang. Wah, jadi ingat gurame kuah pecaknya Babe Nasun! Enak juga! Dari sekian banyak yang saya cicipi siang itu, untuk kategori coklat, menurut saya champion–nya adalah isi nenas–paprika dan keju–walnut–anggur. Gak tau kenapa, nendang aja!

Berikutnya adalah giliran trinkschokolade dan coklat ‘Ballero’. Untuk trinkschokolade, saya memilih rasa yang sudah pernah saya coba untuk dibandingkan: India Masala. Teh masala dalam sebatang coklat? Hayyah, mana mungkin? Ternyata, rasanya cukup mirip dengan Masala yang saya cicipi di Rumah Teko Bandung. Ada aroma rempah khas masala yang cukup kuat ditambah dengan susu yang memang menjadi bahan teh masala asli. Namun, kelemahannya adalah aroma coklat dan rasa manis yang terlalu dominan jika dibandingkan dengan ‘asli’–nya.

Yang terakhir adalah coklat Balleros, yakni kudapan yang dilapis coklat, seperti kacang atom tapi tepungnya diganti coklat, begitu. Ada rasa–rasa ‘biasa’: kacang mede, walnut, dan kacang tanah. Kemudian hadir rasa–rasa ‘jawara’–nya: diantaranya kopi, jahe, dan biji labu (mirip kuaci). Yang rasa jahe, bagi saya kurang intensif rasa jahenya, karena jahenya sudah mengalami karamelisasi sehingga hanya rasa manis dan sedikit aromanya yang tersisa.

Rasa kopi yang justru menampilkan keberanian Zotter dalam mengeksplorasi rasa: betul–betul biji kopi yang dilapisi coklat! Rasanya pun jadi unik, pahitnya biji kopi dipadu dengan baluran coklat yang manis sehingga unik rasanya. Saya jadi teringat kebiasaan orang Jawa kuno yang pernah saya temui di Perkebunan Kopi Losari, yakni memakan biji kopi yang sudah dipanggang dengan gula merah. Kali ini, gula merahnya diganti coklat. Top!

Hmm, ketika proses icip–icip selesai, saya masih sulit menentukan pilihan. Pertama, karena jumlah variasinya yang sangat banyak, yakni 54 macam rasa (tidak semua tersedia untuk tasting), ditambah banyak lagi coklat dengan rasa yang didesain khusus untuk acara tertentu seperti ulang tahun, natal, dan sebagainya. Kedua, harganya EUR 2,40 untuk sebatang 70 g, cukup mahal.

Akhirnya, dengan berat hati saya memilih beberapa tipe untuk dibawa pulang, termasuk rasa nenas–paprika dan keju–walnut–anggur. Selain rasanya, keberanian Zotter untuk menyediakan ‘chocolate tasting’ ini merupakan ide yang cukup bagus. Kalau tidak boleh mencicipi dulu, siapa yang berani beli coklat rasa keju? Ide yang bagus juga untuk diterapkan di Tanah Air, pikir saya…
     
Penulis : Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Sumber : Kompas

Peta Lokasi :

Add as favourites (44) | Quote this article on your site | Views: 995 | Cetak | E-mail

  Komentar (4)
RSS comments
1. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 23-04-2008 12:42
sound temptating... 8)
2. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 27-05-2008 18:46
Wah, superb. coba kita ngerti prosesnya ya, kan bisa kita praktekan dengan rasa yang lebih dahsyat lagi: coklat+cabe rawit or coklat+durian or coklat+ikan teri.....  
halah.... 
:grin
3. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 28-05-2008 12:21
I cant imagine how the taste before i testing :?, kirimin coklatnya ke alamat gw doong..
4. Ditulis oleh Roy, pd 28-05-2008 12:33
kalo pabriknya di Indonesia, mungkin bisa tercipta coklat rasa pete ato malah rasa jengkol... :grin

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 5 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Danau Toba, Bidadari...
:cry ,,aq jga sbagai orang btak cdi...
23/11/08 12:01 More...
By devi

Gunung Bromo
Kalo punya info ke bromo berangkat ...
23/11/08 10:09 More...
By yana

Bertamu ke Zona Inti...
Comment 22 2117
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:17 More...
By Sennioritta 211754

Agrowisata Gunung Ma...
Comment 22 2117
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:17 More...
By Sennioritta 211746

Agrowisata Gunung Ma...
Comment 22 2117
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:17 More...
By Sennioritta 211719

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats