Skip to content

liburan.info

Keranjang Belanja

Show Cart
Your Cart is currently empty.
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Kuliner arrow Wisata Kuliner arrow Nikmatnya Cakalang Asar
PROMO MERDEKA : 07 Days Japan & Hong Kong By China Airlines
PROMO MERDEKA : 07 Days Japan & Hong Kong By China Airlines
Rp.17.839.800
Add to Cart
PROMO MERDEKA : Bangkok - Pataya Tour
PROMO MERDEKA : Bangkok - Pataya Tour
Rp.1.757.800
Add to Cart
03 Days Bali Tour Package
03 Days Bali Tour Package
Rp.855.000
Add to Cart
Nikmatnya Cakalang Asar PDF Cetak E-mail
(0 votes)
Makanan tradisional di Kota Ambon konon kabarnya enak–enak. Pertama, karena ikan yang menjadi bahan baku utamanya selalu segar karena diambil dari laut di depan rumah. Kedua, gara–gara banyak tante–tante yang membeli bahan baku di pasar begitu cerewetnya. Jadi, daripada diomeli, para pedagang memilih untuk selektif menyediakan makanan jualannya.
Impian akan makanan Ambon yang enak–enak itu terbentur kenyataan saat tiba di kota itu, Senin sore. "Wah, seng ada lae (tidak ada lagi) sore begini Nona.... Yang banyak cuma warung padang," kata David, tukang ojek dengan lagu kalimat meninggi.

Putar–putar Kota Ambon selama setengah jam, diantar David yang antusias mencarikan warung tradisional, masih tampak puing–puing sisa kerusuhan dan pos–pos keamanan. "Kita orang cuma mau cari hidup sekarang," kata David tanpa ditanya.

David, yang berharap banyak turis datang, tanpa diminta malamnya membawakan sebungkus bagea kenari—dodol sagu dicampur kenari—tanpa meminta bayaran. Keesokan harinya, pagi–pagi, sebuah pesan singkat ia kirimkan: warung yang menjual makanan tradisional Ambon buka pukul 10.00–16.00.

Malam itu, rombongan wartawan yang baru saja mencoba penerbangan perdana Batavia Air diundang Ketua Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Maluku Andre Sitanala untuk mencicipi lezatnya ikan laut Ambon di Restoran Aneka Sari, di daerah Urimesing. Di atas meja terhidang ikan kerapu, ikan bubara, ikan lema, ikan kakap, dan ikan baronang, yang semuanya dibakar.

Ikan laut segar yang terasa manis itu menjadi semakin lezat gara–gara sambal colo–colo yang diberikan sepiring kecil untuk setiap orang. Sambal yang terbuat dari air jeruk nipis dengan cabai, tomat, garam, bawang merah, dan daun kemangi ini membuat semua tamu makan dengan lahap. Cemplungkan saja potongan ikan yang kenyal saking segarnya ke dalam sambal itu, taruh di atas nasi hangat, semua pun diam, berkonsentrasi menikmati makan malam. Apalagi ditemani jus gandaria—buah setempat yang berbuah setahun sekali—yang rasanya manis–asam, malam itu semua asyik menikmati hidangan di hadapannya.

Dimasak sendiri

Keesokan harinya, seorang warga yang berulang tahun mengundang Kompas datang ke rumahnya. Rupanya, makanan tradisional kebanyakan masih dimasak sendiri oleh warga. Tidak heran, tidak banyak restoran yang menyediakannya. "Kalau mau makan makanan khas Ambon, adanya di rumah...," begitu tawaran Wellem.

Di atas meja telah terhidang sepiring kohu–kohu yang bentuknya mirip urap. Di sampingnya ada ketela dan singkong rebus, teman setia untuk dimakan dengan kohu–kohu. Kohu–kohu ini lagi–lagi berbahan dasar cabikan ikan tongkol yang dicampur dengan parutan kelapa mengkal yang disangrai hingga kering, serta taoge pendek, terung, kacang panjang mentah, serta perasan air jeruk nipis, bawang merah, cabai rawit, dan kemangi.

Hidangan ini menjadi lauk yang paling mantap dimakan pakai tangan dengan singkong rebus. Rasa ikan segarnya dipadukan dengan asamnya jeruk dan segarnya sayur–mayur yang tidak dimasak.

Di samping kohu–kohu ada ikan cakalang asar yang berwarna coklat–hitam mengilat. Konon, semakin mengilat, semakin baik kualitasnya. Ikan cakalang asar alias ikan tongkol yang diasap ini dimakan lagi–lagi dengan sambal colo–colo yang artinya celup–celup. Tanpa pakai nasi pun ikan asar dengan colo–colo ini sudah sangat lezat digado. Apalagi kalau daging ikan dicocolkan dan dimakan dengan irisan cabai dalam sambal, rasanya yang pedas–pedas asam membuat mulut berdecap–decap.

"Makan sambil duduk dengan keluarga, keringatan, sambil kepedasan... Wahhh... mantap," kata Yopie yang asyik menggado cakalang asar dengan colo–colo sambil duduk angkat kaki di sudut ruangan.

Silakan seruput

Pulang dari sana, di Hotel Mutiara yang asri telah tersedia semeja hidangan makanan Maluku. Pasangan Andre dan Reita yang menjadi tuan rumah memeragakan cara menyantap papeda yang khas itu. Kalau soal bentuknya, bubur sagu untuk papeda ini tidak lain tidak bukan ya... lem sagu. Biasanya diambil dari mangkok tidak dengan sendok, tetapi memakai garpu atau lidi untuk melilit–lilitkan "lem" ini dan memindahkan ke piring.

Malam itu papeda disajikan bercampur dengan kuah ikan kuning yang terbuat dari ikan tongkol berbumbu kunyit dan jeruk nipis. Kuah yang berasa asam itu membanjiri bubur sagu. Dari semuanya, paling unik cara makan papeda, yaitu diseruput langsung dari piring tanpa menggunakan sendok.

Papeda ini juga biasanya dimakan pagi–pagi saat sarapan dan paling enak dihidangkan panas–panas. Selain dengan kuah ikan kuning, papeda bisa dimakan dengan sayur bunga pepaya yang pahit–pahit pedas itu, atau dengan lauk lainnya.

Di warung–warung yang menjual makanan tradisional, harga makanan relatif murah. Seporsi papeda, misalnya, bisa diperoleh dengan harga Rp 500–Rp 1.000 per satu sendok besar. Setelah itu, mau dipadankan dengan menu apa, tinggal tunjuk ke panci–panci yang berderet di atas meja. Habis itu, tinggal makan pisang ambon yang kalau di Ambon namanya jadi pisang meja karena harus selalu ada di atas meja.
     
Penulis : Edna C Pattisina dan M Zaid Wahyudi
Sumber : KOMPAS

Peta Lokasi :

Add as favourites (20) | Quote this article on your site | Views: 287 | Cetak | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

Guide Liburan.Info

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Produk Terbaru

10 Days Eastern Europe TourBy China Airlines
10 Days Eastern Europe TourBy China Airlines
Rp.20.738.300
Add to Cart

Produk Acak

Malya - Bandung (5 Star)
Malya - Bandung (5 Star)
Rp.805.000
Add to Cart

Iklan di Liburan

Virtual Vending

Pencarian di Google

Masuk Disini

Produk Liburan.Info

Aneka Beach (3 Stars)
Aneka Beach (3 Stars)
Rp.380.000
Add to Cart


Agas International - Solo (3 Stars)
Agas International - Solo (3 Stars)
Rp.380.000
Add to Cart


Horison Hotel - Makasar (4 Stars)
Horison Hotel - Makasar (4 Stars)
Rp.470.000
Add to Cart


Ritz-Carlton (5 Stars)
Ritz-Carlton (5 Stars)
Rp.1.900.000
Add to Cart


Bali Dynasty (4 Stars)
Bali Dynasty (4 Stars)
Rp.700.000
Add to Cart


Siapa yang Online ?

Saat ini ada 1 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Mendaki Tembok Raksa...
great wall is a great construction ...
23/07/08 19:33 More...
By rian

Danau Gunung Tujuh, ...
akhirnya di umur 21 th aku bru bs m...
23/07/08 17:18 More...
By occy

Wisata Alam Situ Gun...
saya awal juli kmrn kesana untuk st...
23/07/08 16:46 More...
By tea

Bandar Kuching
kereen.....
23/07/08 15:33 More...
By Nona

Kesejukan Danau Mani...
Suasananya masih pedesaan, tenang, ...
23/07/08 14:15 More...
By jacky

Rekan Liburan.Info

Indonesia Antique Galery