Kuliner
Wisata Kuliner
Ingat Makanan Bali, Ya Ajengan | Ingat Makanan Bali, Ya Ajengan |
|
|
|
Pelesir ke Pulau Dewata, mungkin sering dilakukan orang. Tapi mencicipi makanan tradisional Bali? Jangan–jangan malah belum pernah sama sekali. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, tak perlu harus terbang ke Bali kalau maksudnya hanya ingin memanjakan lidah. Karena Restoran Ajengan yang berlokasi di Jalan Panglima Polim I/65, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, siap memuaskan selera Anda terhadap aneka makanan tradisional Bali.
Saat Warta Kota berkunjung ke rumah makan ini, dari depan bangunannya tidak tampak seperti sebuah restoran. Malah lebih cenderung seperti sebuah bangunan Pura (tempat ibadah umat Hindu). Pintu depannya seperti gapura, dengan beberapa anak tangga, membawa kita seperti memasuki tempat yang suci.Begitu masuk ke dalam ruangan, Anda akan bisa menikmati pemandangan teras depan restoran yang menjanjikan keromantisan. Anda bisa pilih saung yang beratapkan daun pandan untuk menikmati hidangan Bali bersama pasangan. Di bawahnya mengalir kolam ikan yang diisi dengan beberapa koleksi ikan koi dan ikan mas. Serta air mancur yang keluar dari pot besar di tengah kolam. Ada juga dua buah saung yang terbuat dari meja besi yang dinaungi hamparan tanaman merambat di atasnya. Masih juga di bagian teras, sebelum masuk ke dalam restoran, kita bisa melihat daftar menu berupa foto–foto makanan, terpampang di sebuah meja. Semerbak wangi bunga sedap malam yang diletakkan di depan pintu masuk, serasa menyambut kedatangan setiap tamu. Di salah satu pintu kaca terdapat lukisan seorang wanita Bali.Suasana homy langsung terasa saat kaki melangkah ke dalam restoran yang sejuk karena ber–AC. Beberapa meja kayu dengan lima buah kursi yang didatangkan dari Bali, tampak sudah menunggu untuk diduduki. Dan para pramusaji wanita yang memakai keba ya khas Bali, siap melayani Anda. Ajengan yang dalam bahasa Bali berarti makanan, menawarkan masakan rumahan khas Bali. Menurut Lisa Kathleen Queency L, sang Marketing Manager, seluruh masakan diolah oleh seorang mbok emban yang sejak kecil menjadi pengasuh Putu Sari Utami, si pemilik restoran. Dari dulu mbok itu katanya sangat pintar memasak dan selalu mengolah masakan rumahan dengan cita rasa yang unik. "Dengan kepandaiannya mengolah masakan, akhirnya keluarga memutuskan untuk membuka rumah makan. Dan seluruh masakan dijamin 100 persen halal. Hanya memakai ayam dan daging sapi," tutur Lisa. Apa saja ya makanan yang menjadi andalan restoran yang telah empat tahun berdiri ini? Yang pasti bila Anda pernah ke Bali, makanan yang kudu dicoba adalah nasi campur. Eit... jangan membayangkan nasi yang diacak–acak lalu dicampur dengan lauk ya!Nasi campur itu terdiri dari nasi putih dengan aneka ragam lauk, seperti be siap tutu (ayam dimasak bumbu kuning), be siap pelalah (ayam panggang bumbu bali), sate lilit ayam, sate tusuk sapi, dan be siap sambal matah serta jukut (kacang panjang, taoge plus bumbu urap). Dari sekian banyak lauk yang paling menonjol rasanya, sambal matah, sepertinya makan tanpa sambal yang satu ini kurang afdol. Sambal matah terbuat dari irisan bawang merah, cabai rawit merah, garam, terasi, ditambah dengan suwiran ayam atau ikan tongkol, serta kucuran jeruk lemon. Mantap kali! Rasanya makan nasi putih hangat plus sambal matah sudah cukup. Air mata berlinang karena saking pedasnya, tapi sangat enak di lidah. Untuk semua masakan Bali yang menjadi ciri khas rasa didapatkan dari terasi udang yang sangat khas. Sebagai pengusir rasa pedas tadi, cobalah untuk memesan jajan Bali atau sangaran. Panganan ini terdiri dari ketan hitam yang dikukus plus pisang raja yang terlebih dahulu dibaluri tepung terigu lalu direbus. Dimakan dengan parutan kelapa muda. Wanginya ketan yang baru dikukus pasti akan langsung menggoda selera. "Jajanan ini di Bali sendiri sudah jarang yang menjualnya. Mungkin baru bisa ditemui di pasar tradisional, itu pun tidak banyak," tutur Lisa. Untuk minumannya, bisa dicoba brem Bali, minuman khas berkadar alkohol 5 persen yang terbuat dari hasil fermentasi tape, bisa dijadikan alternatif dan paling enak dinikmati dengan kacang Bali. Untuk makanan penutup yang segar, Anda bisa coba fruit honey yoghurt a la Ubud. Minuman ini bukan khas Bali, tapi paling tidak bisa membuat tubuh segar. Terbuat dari campuran pepaya, melon, pisang, yoghurt, dan es serut. Alunan musik gamelan Bali sayup–sayup terdengar dari pengeras suara, membuat kita serasa ada di tanah Pulau Dewata. Apalagi di setiap meja tersaji semangkuk bunga kamboja segar yang dipetik dari pohon yang tumbuh di teras depan restoran. Lukisan yang menggambarkan kehidupan orang Bali menambah semarak dekorasi ruangan yang bisa memuat 50 orang duduk dan 80 orang berdiri. Uniknya lagi, wastafel untuk cuci tangan berbentuk bulat terbuat dari tembaga. Beberapa toples kuno terpajang di salah satu sudut ruang yang diisi dengan kantung–kantung kacang Bali.Rumah makan ini, menurut Lisa, sering dipesan untuk ajang kumpul keluarga, arisan, ulang tahun, sampai pesta pernikahan. Menu yang ditawarkan berupa paket atau prasmanan. Harga makanannya berkisar Rp 20.000++ dan Rp 45.000++ per porsi. Mereka juga sering menerima pesanan untuk katering di perkantoran. Ajengan buka setiap hari dari pukul 11.00–22.00. Liburnya hanya pada saat perayaan Nyepi dan Lebaran. Penulis : Dam Lokasi : Jakarta Selatan Fotografer : Istimewa Sumber : Warta Kota Peta Lokasi : Salam hangat dari Liburan.Info...
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Comments |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







Waruga
tidak semua yang bermarga MANTIRI itu...
Pantai Ujung Genteng
permintaan - ass. saya minta info (no...
Masangin di Alun-Alu...
ngadem bawah pohon beringin jogja - a...
Danau Gunung Tujuh, ...
Pulau Kakaban; Gemer...
Mana gambarnya? aku ingin beritahu ke...
Wisata Keramik Rumah...
housewife -