Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Jawa - Bali arrow Puspa Iptek Sundial
Puspa Iptek Sundial PDF Cetak E-mail
(7 votes)
Indeks Artikel
Puspa Iptek Sundial
Halaman 2
Sebelum datang ke kawasan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa Iptek) Sundial Bandung, bawalah bloknot dan pena. Sebab, meskipun tujuan Anda berpelesir atau berwisata, akan ada banyak hal yang berkaitan dengan pengisian otak kita berupa informasi mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan itu semua lebih afdol bila dicatat. Menjelang pukul 08.00, hawa dingin Kota Kembang masih membekap tubuh. Embun yang seperti enggan memudar seperti menjaga kesejukan pagi. Pada sebuah kawasan yang menyerupai taman, sebuah gedung kokoh berdiri. Dari kejauhan, bentuk arsitekturalnya terlihat begitu aneh. Setengah bagiannya berbentuk lonjong, sedangkan setengahnya lagi segiempat. Sementara atapnya yang mengerucut, dipuncaki oleh besi panjang yang merebah. Besi itu tampak sangat menonjol ketika sebagian panjangnya melebihi batas atap.

Bangunan aneh itu adalah Gedung Sundial. Nama yang terkesan aneh juga. Kalau Anda menanyakan apa arti Sundial, yang dimaksud adalah jam matahari. Karena itu, jangan heran bila bentuk astitektur pada bangunan tersebut juga mengacu dari bentuk jam matahari. Barangkali bentuk serupa itu yang menengarai keanehannya. Paling tidak, itu karena berbeda dengan pola arsitektural gedung-gedung pada umumnya.

Lalu mengapa ada batangan besi panjang yang posisinya seperti merebah itu? Itu merupakan salah satu perangkat (gnomon) yang digunakan sebagai penunjuk waktu. Ia dipasang dengan arah hadap sejajar dengan sumbu bumi, menunjuk ke arah kutub-kutub langit. Di bawahnya ada bidang bertanda atau bidang dial dengan tanda garis. Ketika sundial terkena sinar matahari, bayang-bayang gnomon yang jatuh di bidang dial dapat dibaca sebagai penunjuk waktu.

Yang jelas, gedung penunjuk waktu yang juga dikenal dengan The Biggest Sundial itulah yang dijadikan maskot oleh Puspa Iptek. Kawasan yang berada di Jalan Raya Padalarang 427 Bandung itu memang dibangun pada April 2002 dengan tujuan sebagai tempat wisata ilmu pengetahuan atau wisata intelektualisme. Jadi ketika datang ke loka yang bisa ditempuh dari pusat Kota Bandung tak sampai satu jam itu, Anda akan beroleh beberapa hal. Paling tidak, selain relaksasi, keriangan, atau kegembiraan berpelesir, Anda juga bisa mengisi otak dengan ilmu pengetahuan.

Tentu saja tak hanya jam matahari yang bisa dinikmati di Puspa Iptek Sundial itu. Daya tarik lain apa yang bisa memantaskannya sebagai tempat wisata intelektual? Tak hanya bentuk bangunannya saja yang merangsang ketertarikan, bagian dalam bangunan pun menawarkan khazanah pengetahuan yang sayang benar bila dilewatkan. Tak heran, ia menjadi tempat yang banyak dikunjungi, khususnya kalangan pelajar.

Ya, menjelang pukul 8 pagi itu Puspa Iptek masih belum buka. Namun lihatlah di depan pintu masuk. Antrean panjang sudah tampak di sana. Sebagian besar adalah para pelajar. Itu bisa ditengarai dari baju seragam yang mereka kenakan. Lorong pintu masuk yang panjangnya mencapai ratusan meter serasa sesak karena antrean yang begitu padat.

Namun kondisi yang demikian tak berlangsung lama. Sebab dalam hitungan beberapa menit pintu telah dibuka. Bersamaan dengan itu, antrean panjang perlahan berkurang. Para pengunjung bersigegas masuk ke dalam gedung Sundial.

Apa yang tersuguhkan di dalam bangunan memang sungguh menarik. Ada begitu banyak perangkat atau alat peraga. Itu artinya ada begitu banyak ilmu dan teknologi yang bisa segera ditransfer ke banak pengunjung.

Gedung Sundial sendiri dibangun dengan pola tiga lantai. Lantai paling atas merupakan tempat untuk menyaksikan sekaligus membuktikan keberadaan jam matahari. Sedangkan dua lantai di bawahnya digunakan untuk peragaan beragam sains dan teknologi. Ketiga lantai tersebut masing-masing dihubungkan dengan anak tangga.

Begitu berada di dalam gedung, para pelajar membuka tas mereka, sebelum kemudian mengeluarkan buku dan pena, siap untuk mencatat segala sesuatu yang ingin mereka ketahui. Sejurus kemudian, gedung itu lebih menyerupai laboratorium sekolah. Di berbagai sudut, para pelajar tampak asyik melakukan praktik terapan berbagai ilmu dan teknologi.

Namun tentu pengunjungnya tak hanya pelajar. Sebab saat itu juga ada wisatawan umum. Tak ingin ketinggalan, mereka juga mencoba alat peraga. "Situasinya memang selalu seperti ini. Gedung ini berubah jadi laboratorium beraneka bidang sains," kata Dede, karyawan.

Kalau dihitung, jumlah alat peraga yang ada mendekati ratusan. Kebanyakan memang difungsikan untuk memeragakan percobaan yang berakaitan dengan ilmu fisika. Ada pula alat peraga bidang ilmu lain seperti biologi yang juga terdapat di dalam gedung yang ukurannya memang lumayan luas tersebut. "Yang jelas peragaan menggunakan instrumen mekanik, elektronik, optik, audio, biologis, dan lain sebagainya," kata Dede lagi.

Di dekat pintu masuk misalnya, di sana ada alat peraga untuk membuktikan teori keseimbangan yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi. Alatnya cukup unik. Untuk membuktikannya pengunjung harus menaiki sepeda angin di atas seutas tali yang ditempatkan cukup tinggi. Dengan melewati tali tersebut, kita akan bisa menguji apa yang dinamakan keseimbangan.

Sementara di salah satu sudut, terlihat sejumlah pelajar yang tengah menggoyang-goyangkan sebuah baskom berisi air. Ketika melihat bagaimana airnya bergoyang, baskomnya memang seperti digoyang. Tapi sebenarnya tidak. Sebab gerakan air itu ternyata dari gagang baskom terbuat dari besi yang digosok-gosok dengan tangan. Inilah gaya magnetik.

Di Sundial Anda juga bisa menguji konsentrasi. Dengan menggunakan alat berbentuk spiral, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk uji konsentrasi. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi pancaindra yang memang sangat dibutuhkan.

Di sudut lainnya, ada dua orang yang tampak sedang duduk dengan dipisahkan lempengan bulat berwarna kuning dan merah. Mereka sedang melakukan terapan ilmu mengenai gelombang suara. Dengan hanya menggunakan alat tersebut, komunikasi antara dua orang pada jarak tertentu dapat terdengar tanpa bantuan kabel atau alat elektronik yang lain.

Tentu masih banyak lagi peragaan yang lain. Sebut saja "Try Science around the World". Di situ ada perangkat komputer. Komputer itu dihubungkan dengan internet dan peranti lunak yang bisa mengungkapkan mengenai beragam percobaan ilmu dan teknologi. Dengan menggunakan alat tersebut, pengunjung bisa melakukan eksperimen, sekaligus melakukan petualangan ke berbagai masa dan ruang dengan menu-menu khusus.

Demikianlah, The Biggest Sundial memang tidak sekadar menjadi tempat pelesir, tapi juga mampu mencerdaskan bagi siapa saja yang datang ke sana. Bagi pelajar, bermain sambil belajar mungkin kata yang tepat. Tentunya dengan pengalaman langsung menggunakan alat peraga yang interaktif dan edukatif.

Sumber: SuaraMerdeka

Peta Lokasi :

Add as favourites (30) | Quote this article on your site | Views: 1311 | Cetak | E-mail

  Komentar (6)
RSS comments
1. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 17-04-2008 15:56
bagus sekali...... 
salut... 
menambah pengetahuanq... 
moga makin maju.......................................................... 
 
n ini membantu banget nih dalam tugas laporan.... :) :) :) :grin :roll ;) :zzz :eek
2. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 23-04-2008 15:13
:roll tolong dong di isiin artikel lebih lengkap tentang alat-alat peragaan di sana
3. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 01-05-2008 14:24
Assalamu'alaikum 
Saya siswa SMA Muhammadiyah 3 Kaliwungu - Kendal 
Saya berterima kasih karena sudah memberikan informasi tentang puspa iptek,besok tanggal 2 - 4 Mei 2008 saya dan seluruh siswa/siswi SMA Muhammadiyah 3 Kaliwungu - Kendal akan berangkat study tour disana 
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak. 
Wassalamu'alaikum :zzz ;)
4. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 21-05-2008 11:28
Assalamu'alaikum my friends 
Waaaaa... h q kagum buangget nich.... lok bisa 9 cm di Bandung ja ada wisata pendidikan kaya gini ya... bwt bpk prof aj nch mhn dibanyakin wisata kaya gini biar anak indonesia bisa jd profesor smw ot3... 
Wassalamu'alaikum 8)
5. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 11-06-2008 16:30
Assalamu'alaikum-kuman salam my konco  
Waaaaa... h kula gumun buangget .... kok saged 9 cm wonten Bandung ana wisata pendidikan kaya ngene ya  
Wassalamu'alaikum-kuman salam


 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 6 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Babat Gongso tjap To...
lama di smarang,baru tau kalo babat...
23/11/08 20:45 More...
By jarry

Danau Toba, Bidadari...
:cry ,,aq jga sbagai orang btak cdi...
23/11/08 12:01 More...
By devi

Gunung Bromo
Kalo punya info ke bromo berangkat ...
23/11/08 10:09 More...
By yana

Menunggu Paket Wisat...
pengen banget maen ke situs majapah...
22/11/08 22:19 More...
By sasongko w

Kompleks Candi Dieng
gw dan kel punya rencna ke dieng......
22/11/08 22:18 More...
By tutibono

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats