Letak wilayah Luwu Timur masih identik dengan istilah "pedalaman". Namun kini jauhkan pikiran itu! Karena perjalanan ke Tanah Luwu bisa lebih mudah dan menyenangkan dari yang Anda kira. Menginjakkan kaki di Luwu Timur tidaklah seseram atau sesulit yang dibayangkan baik lewat udara maupun darat.
Meski terkesan jauh dan terpencil, kawasan ini telah memiliki akses cukup baik lewat udara maupun darat. Dari Jakarta, Anda bisa terbang dengan maskapai komersial menuju Makassar. Dari sini, lanjutkan lagi dengan pesawat tipe Dash 7 yang berukuran lebih kecil hingga Sorowako.
Penerbangan ini berlangsung sekali setiap hari dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Perlu diingat, layanan penerbangan Makassar ke Sorowako ini sebenarnya masih berstatus private alias sewa milik PT. Inco untuk menunjang operasi perusahaan ini. Oleh sebab ini, jasa layanan ini pun lebih mengutamakan penumpang yang terkait dengan bisnis perusahaan tersebut. Tapi jangan berkecil hati karena pada prinsipnya layanan ini pun bisa dinikmati oleh publik, termasuk para wisatawan.
Pilihan perjalan lainnya adalah melalui darat. Cara ini lebih ekonomis dan menyenangkan buat Anda yang tak ada masalah dengan waktu. Anda bisa menggunakan bus yang tersedia mulai dari kelas ekonomi hingga eksekutif yang nyaman untuk menuju Sorowako. Bus ini siap membawa Anda setiap hari dengan waktu tempuh sekitar 12 jam dan menempuh perjalanan pada malam hari. Selama perjalanan, Anda akan diajak melintasi sejumlah kota penting di Sulawesi Selatan seperti, Pare Pare, Palopo dan Malili serta kota lainnya.
Keliling Kota dengan Ojek
Transportasi lokal di Sorowako sendiri sedikit unik. Di sini Anda akan sulit menemukan bus kota atau angkutan kota. Maklum saja, sebagian besar mobilitas warga Sorowako adalah untuk bisnis, sehingga kendaraan yang lalu-lalang di jalan, kebanyakan kendaraan pribadi, dinas atau bus antar-jemput karyawan tambang.
Walau begitu, masih ada transportasi umum yang bisa digunakan untuk mengenal lebih dekat Kota Sorowako dan sekitarnya. Salah satunya adalah angkutan sejenis minibus yang melayani rute menuju kota-kota di sekitar Sorowako seperti Wasuponda, Malili, Masamba, atau Palopo.
Untuk berkeliling Kota Sorowako sendiri hanya tersedia ojek motor. Pengemudi ojek ini cukup tertib dan mudah dikenali karena mereka mengenakan rompi dengan warna tertentu seperti kuning atau merah. Sarana ini bisa dimanfaatkan dari pagi hingga sekitar jam 11.00 malam dengan tarif antara Rp.2.000,- sampai Rp.5.000,- untuk sekali jalan.
Katinting dan Raft
Sarana transportasi air juga merupakan salah satu moda yang populer di Tanah Luwu. Maklum saja, itu disebabkan adanya danau-danau serta sungai yang membentang luas dan tersebarnya letak kawasan pemukiman. Untuk itu, perahu pun menjadi penting untuk menunjang mobilitas warga.
Adalah katinting, salah satu alat transportasi air yang paling banyak digunakan. Perahu kayu yang digerakkan oleh mesin ini telah melayani sejak puluhan tahun silam. Sekali jalan, katinting mampu membawa hingga 12 orang penumpang. Di Sorowako sendiri terdapat pelabuhan katinting yang kerap digunakan oleh warga untuk menyeberang ke Nuha atau desa kecil lain di seberang Matano. Begitu unik dan populernya armada ini, maka pemerintah setempat kemudian menggelar Katinting Race di Danau Matano yang juga bertujuan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI serta mengenalkan Danau Matano sebagai tujuan wisata menarik.
Selain katinting, Luwu Timur juga punya moda transportasi air lain yang unik. Dinamakan raft, kapal ini memiliki ukuran dan daya tampung yang lebih besar dibanding Katinting. Yang menarik, raft rupanya tidak hanya dipakai untuk menampung orang tapi juga mampu mengangkut motor atau bahkan mobil. Jadi, rencana petualangan Anda dalam mencari "dunia baru" tak perlu gagal 'kan?