Indonesia
Jawa - Bali
Melepas Penat di Hamparan Abu Vulkanik | Melepas Penat di Hamparan Abu Vulkanik |
|
|
|
Lereng Gunung Merapi (2.914 m) yang beberapa waktu lalu masih menimbulkan kecemasan kini mulai menawarkan keceriaan. Di antara tumpukan material abu vulkanik, senyum warga tampak merekah seiring dengan bergairahnya aktivitas wisata di sana. Dusun Kaliadem adalah salah satu pintu wisata penting di lereng Merapi. Dusun yang terletak di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, itu merupakan dusun yang mengalami kerusakan terparah akibat limpasan material awan panas Merapi.Awan panas yang semula menjadi ancaman bagi warga kini justru menjadi "modal" yang diberikan alam untuk menghidupkan denyut wisata. Dengan tiket seharga Rp 5.000 per orang, wisatawan bisa menyaksikan langsung kondisi daerah yang terhantam material bersuhu tidak kurang dari 200 derajat Celsius pada 14 Juni lalu itu. "Kami menyediakan pemandu yang akan menemani wisatawan selama berkeliling di Dusun Kaliadem, serta untuk membantu wisatawan meninggalkan lokasi bila aktivitas Merapi sewaktu–waktu meningkat. Jasa pemandu ini sudah termasuk harga tiket masuk," ungkap Nartukiyo, Ketua Karang Taruna Merapi, Desa Umbulharjo. Pemandu di Kaliadem adalah pemuda setempat yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Umbulharjo dan Kepuharjo. Sebelum terkena awan panas, Kaliadem juga dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kabupaten Sleman. Ketika itu wisatawan bisa menikmati hawa sejuk di lereng gunung, lengkap dengan pemandangan Merapi serta jajanan pasar yang tersedia di warung–warung. Kini gambaran itu jadi sejarah. Material awan panas—yang sekarang berwarna putih kelabu dan sudah membeku—telah merusak seluruh warung yang ada di sana. Abu juga menyelimuti dan mengeringkan pohon–pohon yang dulu adalah perindang di kawasan wisata Kaliadem. Hampir seluruh pohon yang berada di sekitar itu terkena limpasan material awan panas: mati dan roboh.Alur Kali Gendol yang bersisian dengan Dusun Kaliadem juga terisi material vulkanik. Kali Gendol ini merupakan aliran utama awan panas dan guguran lava pijar dalam erupsi Merapi tahun ini. Dari total 8,7 juta meter kubik material yang dikeluarkan selama erupsi beberapa waktu lalu, sekitar 5,7 juta di antaranya masuk ke Kali Gendol dan sebagian kecil melimpas ke Kaliadem. Sekitar 3 juta meter kubik material lainnya masuk ke Kali Krasak di sektor barat daya, atau perbatasan Kabupaten Sleman dan Magelang. Sebagian dataran di Dusun Kaliadem ikut longsor bersama material awan panas. Di Kaliadem juga kita bisa menyaksikan bungker Kaliadem yang sempat menewaskan dua relawan saat awan panas mengalir dari ketinggian dengan jarak luncur hingga 7 kilometer itu. Bungker yang terletak sekitar 6 kilometer dari puncak Merapi dan berada di bawah permukaan tanah tersebut kini seluruhnya tertimbun material vulkanik. Pengunjung bisa mengintip kondisi di dalam bungker lewat celah pintu yang sengaja dibuka. Dusun Kaliadem, sekitar 27 kilometer arah utara dari Kota Yogyakarta, semula belum dapat didatangi kendaraan bermotor karena jalan menuju dusun tersebut tertutup. Seminggu sebelum tempat wisata dibuka, warga, tim SAR, serta pemerintah membersihkan aspal jalan dari timbunan abu vulkanik. Kini jalan menuju dusun itu dapat ditempuh dengan bus, mobil, atau sepeda motor dari dua arah, yakni dari Dusun Ngrakah, Desa Umbulharjo, serta dari Dusun Jambu, Desa Kepuharjo. Karena jalan menanjak, sebelum berkunjung ke tempat itu sebaiknya pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Untuk kenyamanan berwisata, pengunjung sebaiknya juga memakai celana panjang dan sepatu yang nyaman. Warga desa selaku pengelola daerah wisata menyediakan fasilitas masker bagi pengunjung yang telah membeli tiket. Juru kunciDi sebelah selatan Kaliadem, tepatnya di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, terdapat rumah juru kunci Merapi, Mbah Maridjan. Rumah kediaman abdi dalem Keraton Yogyakarta yang bertugas "menjaga" Gunung Merapi ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalan setapak atau dengan melintasi jalan aspal di sisi barat Kaliadem. Di rumah juru kunci ini wisatawan bisa menikmati minuman hangat serta makanan ringan yang dijual di warung–warung sembari melepas lelah. Wisatawan yang masih ingin menjelajah alam bisa melanjutkan perjalanan ke Tuk Pitu, yang juga terletak di Kinahrejo. Sesuai dengan namanya, Tuk Pitu merupakan tujuh mata air. Pengunjung yang memercayai kekuatan magis sering memanfaatkan mata air ini untuk kegiatan spiritual. Wisatawan rombongan bisa juga melakukan kegiatan alam terbuka di sejumlah bumi perkemahan, seperti Wonogondang dan Sinolewah. Kegiatan alam seperti outbond, trekking, tur keliling desa menggunakan kereta kelinci, mengunjungi petani jamur kuping dan sayur mayur, atau olahraga off road merupakan alternatif yang mungkin dilakukan di lereng Merapi. Dari bumi perkemahan itu wisatawan bisa juga menikmati pemandangan puncak Merapi sambil menghangatkan badan di sekitar api unggun. Selain di bumi perkemahan, pengunjung Kaliadem juga bisa bermalam di puluhan penginapan kelas melati milik warga. Penggemar permainan perang–perangan juga bisa mengikuti paintball game di Babusa Paintball, di Jalan Cangkringan Kilometer 5. Penggemar golf pun bisa menyalurkan hobinya di Merapi Golf yang berlatar belakang Gunung Merapi. KaliurangSetelah puas mengunjungi kawasan wisata di Kecamatan Cangkringan, wisatawan bisa melanjutkan rekreasi ke kawasan Kaliurang, Pakem, yang terletak di barat Cangkringan. Kawasan wisata yang dikenal dengan makanan khas jadah–tempe itu bisa dicapai dalam waktu 10 menit dari Kaliadem. Kaliurang menawarkan berbagai jenis wisata, antara lain wisata budaya dan sejarah yang disajikan di Museum Ullen Sentalu. Anak–anak juga bisa berwisata di Taman Bermain Kaliurang. Penggemar trekking bisa mengunjungi Hotel Vogels yang menyediakan kegiatan alam bebas. Pengelola Vogels menyediakan paket perjalanan mendaki bukit untuk menikmati Gunung Merapi dari dekat. Para petualang alam menyukai paket ini karena bisa lebih intim merasakan atmosfer Merapi. Sejumlah vila di Kaliurang ini menjadi pilihan untuk mengadakan kegiatan berkelompok dalam jangka waktu yang relatif panjang. Wisatawan yang hendak menginap bisa memilih sejumlah hotel dan penginapan yang tersebar di seluruh Kaliurang. Di barat Kaliurang, tepatnya di Dusun Kemirikebo dan Nganggring, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, terdapat peternakan kambing etawa. Sejumlah kelompok masyarakat juga mengolah susu segar dari kambing etawa ini menjadi susu bubuk atau karamel susu kambing. Hampir di seluruh wilayah Kecamatan Turi terdapat perkebunan salak. Pengunjung yang ingin menikmati suasana kebun salak bisa mendatangi sejumlah tempat wisata yang disediakan, antara lain perkebunan salak organik Si Cantik yang terletak di Dusun Kenteng, Desa Wonokerto, Turi. Hampir setiap saat ada saja panen salak di lereng Merapi sektor barat daya ini. Siapa ingin mencoba...? Penulis : Agnes Rita Sulistyawaty dan Agung Setyahadi Sumber : KOMPAS Peta Lokasi : Add as favourites (22) | Quote this article on your site | Views: 698 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







| Danau Toba, Bidadari... |
| :cry ,,aq jga sbagai orang btak cdi... |
| 23/11/08 12:01 More... |
| By devi |
| Gunung Bromo |
| Kalo punya info ke bromo berangkat ... |
| 23/11/08 10:09 More... |
| By yana |
| Menunggu Paket Wisat... |
| pengen banget maen ke situs majapah... |
| 22/11/08 22:19 More... |
| By sasongko w |
| Kompleks Candi Dieng |
| gw dan kel punya rencna ke dieng...... |
| 22/11/08 22:18 More... |
| By tutibono |
| Upacara Kematian di ... |
| kadanG kt tRllu meMaksakAn acaRa ra... |
| 22/11/08 18:52 More... |
| By ne' nober |