Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Java - Bali arrow Candi Gunung Gangsir
Candi Gunung Gangsir PDF Print E-mail
(2 votes)
There are no translations available

Candi Gununggangsir nampaknya merupakan candi yang terbuat dari batu merah dengan ornamen/relief terbanyak. Sayangnya tidak semua ornamen itu kini bisa dinikmati karena sebagian besar ornamen tersebut telah rusak. Konon menurut warga setempat sebagian ornamen yang hilang tersebut akibat diambil oleh tentara Jepang pada jaman penjajahan di masa lalu. Ornamen atau relief yang tersisa meskipun tidak utuh lagi, masih bisa dinikmati oleh pengunjung.
Ornamen motif bejana dengan sulur-sulur yang pada umumnya kerap menghiasi candi-candi lain, masih bisa dilihat dengan jelas. Sebuah sosok tubuh wanita dengan bagian kepala yang telah hilang entah kemana juga terlihat menghiasi sisi dinding utara candi. Berbagai bentuk ornamen lain juga menghiasi badan candi, yang setidaknya mampu mempertegas bahwa dulunya candi ini pastilah sebuah candi yang sangat menarik untuk dilihat.

Berdiri diatas lahan seluas 62 x 24 meter, candi ini memiliki luas bangunan dengan panjang 20 meter dan lebar 17 meter. Terdapat sebuah pintu pada candi ini yang sulit dimasuki oleh pengujung karena ukurannya yang cukup kecil. Terlebih untuk mencoba memasukinya, pengunjung harus terlebih dahulu menaiki sebuah tangga dengan bentuk yang sudah tidak beraturan lagi dan cukup berbahaya karena rentan longsor.

Dari literatur yang ada di lokasi, candi ini berfungsi sebagai tugu peringatan atas keberhasilan tanaman pangan oleh masyarakat sekitar di masa lalu. Diperkirakan di bangun pada awal abad 10 yakni saat warga setempat belum mengenal pola bercocok tanam. Dahulu sebelum mengenal pola bercocok tanam, warga setempat hidup mengembara dengan memakan sebangsa rumput-rumputan tuton.

Sebuah legenda yang hidup di masyarakat sekitar menceritakan bahwa suatu ketika datanglah seorang permpuan bernama Nyi Sri Gati yang mengajak para pengembara meminta petujuk pada Hyang Widi untuk mengatasi masalah bahan makanan yang selalu berkurang. Hingga pada suatu saat datanglah sebangsa burung gelatik yang membawa jenis padi-padian. Burung itu kemudian menjatuhkan padi dan kulit padi yang kemudian ditanam di sebelah utara candi.

Tanaman itupun tumbuh dengan butiran padi menghasilkan buah padi biasa sedangkan yang kulit, menghasilkan batu permata. Hal ini menyebabkan Nyi Sri Gati menjadi kaya dan karena kedermawanannya terkenal pula dengan nama Mbok Rondo Dermo (Rondo=janda; Dermo=dermawan). Kekayaan yang dimilikinya tersebut menarik perhatian para pedagang dan pengembara yang ingin menjual batu permata ke daerah lain. Di tengah jalan, mereka menggelapkan barang dagangannya dalam perahu. Berkat kekuatan ghaib Nyi Sri Gati perahu tersebut tenggelam serta terpelanting menjadi Gunung Prau yang kini terletak di lereng Gunung Penanggungan (sebelah barat Pasuruan).

Tidak hanya para pedagang, para penjahatpun tertarik untuk memiliki kekayaan Nyi Sri Gati. Banyak sekali yang mencoba merampas/merebut harta kekayaan Nyi Sri Gati, namun semuanya bisa dikalahkan. Nama-nama penjahat itu akhirnya dijadikan nama desa yang ada disekitar Candi Gununggangsir, sebagai contoh: Keboireng, Wonokoyo, Pucang, Sobo, Kesemi, Kedatan dan masih banyak lagi.

Terlepas dari benar atau tidaknya legenda tersebut, hingga saat ini Candi Gununggangsir masih merupakan tempat yang sakral bagi penduduk setempat.

Penulis : Silhouette
Lokasi : Gununggangsir, Beji
Fotografer : Silhouette
Sumber : Navigasi.Net

Peta Lokasi :

Add as favourites (23) | Quote this article on your site | Views: 573 | Print | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Comment:



Code:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Prev   Next >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Hotel Booking Real Time all Around The World

Advertisement at Liburan

Pesan Disini !!!

Member Login

Who Is Online ?

We have 15 guests online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Last Comment

Danau Toba, Bidadari...
:cry ,,aq jga sbagai orang btak cdi...
23/11/08 12:01 More...
By devi

Gunung Bromo
Kalo punya info ke bromo berangkat ...
23/11/08 10:09 More...
By yana

Menunggu Paket Wisat...
pengen banget maen ke situs majapah...
22/11/08 22:19 More...
By sasongko w

Kompleks Candi Dieng
gw dan kel punya rencna ke dieng......
22/11/08 22:18 More...
By tutibono

Upacara Kematian di ...
kadanG kt tRllu meMaksakAn acaRa ra...
22/11/08 18:52 More...
By ne' nober

Partner Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats