Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home
Pasar Asesoris Asemka PDF Cetak E-mail
(7 votes)
Indeks Artikel
Pasar Asesoris Asemka
Halaman 2

Ingin tampil cantik dan trendy dengan jewellry (perhiasan) tanpa menguras kantong? Atau, bingung mencari kado untuk tahun baru? Tak perlu pusing. Kita wisata belanja aja, yuk, ke Asemka. Bagi yang mempunyai tangan kreatif, bisa merancang untuk diri sendiri. Namun, bagi yang tidak punya waktu atau pun malas membuatnya ada solusi lain

Di Pasar Pagi Asemka, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, kalian akan menemukan segala ragam jewellry dengan harga setengah bahkan seperempat dari harga yang dipajang di mal-mal elit ibukota.

Waktu itu, kali pertama saya ke Asemka, turun dari halte terakhir busway di Kota, saya masih harus ‘berjuang’ untuk mencapai pusat perhiasan itu. Saya pun berjalan kaki di tengah teriknya udara siang itu menuju tempat tujuan yang letaknya tidak jauh dari halte. (Meski dekat, tetap saja ada butiran-butiran keringat yang mengalir di tubuh. Panas, bo..!).

Namun, memasuki ‘surga’ perhiasan ini ternyata sungguh menyenangkan. Tidak sia-sia kaki-kaki kecil saya menembus matahari. Pemandangan yang ada benar-benar memanjakan mata dan menggoda hati untuk membuka dompet.

Di sepanjang lorong yang saya lewati berderet toko yang menjual beragam asesoris. Gelang, anting, kalung, cincin, jam tangan, bros hingga jepit rambut bertebaran di setiap sudut pasar. Barang-barang di pasar ini kebanyakan diimpor dari Korea dan China. Meski jarang, ada juga made in Indonesia.

Di kanan kiri saya bergelantungan kalung-kalung panjang dan pendek dengan berbagai model yang sedang tren. Venetian style, ethnic style, coker atau pun asimetris semua tersedia. Bahannya juga beragam. Ada

Di salah satu gerai, saya menemukan gelang-gelang etnik dari India Pandangan mata sata langsung tertuju kepada sebuah gelang kayu berwarna biru. Persis sama dengan yang saya beli di sebuah pameran beberapa bulan sebelumnya.

“Diobral nih, Mbak, sepuluh ribu satu,” kata perempuan penjaga toko itu.
“Semuanya sama, Mbak, harganya?” tanya saya
“Iya. Pilih-pilih aja dulu,” jawabnya.

Duh! Bukannya gembira, saya malah menyesal mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Si Mbak. Meski boleh membeli satuan, harga barang-barang ini akan lebih murah jika membeli dalam partai besar (grosiran). Tidak perlu dalam jumlah banyak. Ada penjual yang mensyaratkan pembelian minimal tiga buah, enam buah atau pun satu lusin. Tetapi aturan ini hanya berlaku untuk jenis yang sama.

Harganya juga beragam. Dari dua ribu hingga di atas seratus ribu rupiah. Misalnya, sepasang anting tembaga bulat panjang, harga satuannya Rp 15.000. Namun jika membeli tiga atau lebih anting tersebut hanya dijual dengan harga Rp 10.000 saja.

Pun satu kalung kayu yang dirangkai dalam jalinan pita. Harga satuannya Rp 60.000. Tetapi jika membeli tiga harga tiap kalungnya menjadi Rp 40.000. Lalu, kalung asimetris dua rangkap yang diimpor langsung dari Korea, dijual seharga Rp 40.000 per kalung. Kalau membeli tiga, harga yang harus dibayar hanya Rp 25.000.

Kawasan ini sebenarnya memang pasar grosir. Jadi, lebih ditujukan bagi mereka yang akan menjual kembali dagangannya. Tidak heran jika para pelanggan yang datang tak hanya dari Jakarta, tetapi juga kota-kota lain di pulau Jawa dan luar Jawa.

Herman (bukan nama sebenarnya) misalnya, pedagang perhiasan dari Surabaya ini, rutin mengunjungi Asemka untuk memborong segala pernak-pernik yang akan dijual di kotanya. “Sekali belanja, saya bisa menghabiskan 10 jutaan,” akunya.

Merancang Perhiasan Sendiri

Jika ingin model yang tidak pasaran dengan mendesain sendiri, jangan khawatir, Asemka juga menyediakannya. Keluar dari surga perhiasan, terdapat toko-toko yang menyediakan bahan-bahan mentah untuk merancang gelang, anting, kalung, cincin dan pernak-pernik lainnya. Sayangnya, tidak ada jasa khusus bagi yang mau belajar merakit perhiasan.

Berbagai bentuk dan jenis bead (manik-manik) bisa dipilih sesuai selera si pembuat. Bulat, panjang, kotak, lonjong, hingga berbentuk hati atau pun kupu-kupu. Bahannya, dari yang murah bead plastik sampai yang mahal, kristal Swarozki juga ada. Di toko-toko ini, dengan sistim swalayan, kita bisa sesuka hati mencari bead atau bahan lain yang kita perlukan.

Di beberapa toko, bahan-bahan tersebut sudah dibungkus dengan rapi dalam kantong-kantong plastik bening. Sementara di toko lainnya, pernak-pernik dibiarkan begitu saja dalam kantong-kantong plastik besar.

Jadi, kalau ingin membeli, harus membawa sendiri kantong-kantong itu ke penjaga toko yang telah siap dengan timbangan mereka. Mereka akan memilah-milah bahan-bahan itu sesuai dengan kebutuhan pembeli, setengah lusin, satu pon, setengah gross dan seterusnya.

Pun dengan segala asesoris penunjangnya, yakni beragam pernik yang terbuat dari metal. Contohnya, jarum, paku, ring dan rantai khusus untuk merangkai kalung, anting, gelang, atau perhiasan lainnya. Warnanya juga beraneka rupa, yakni tembaga, kuning emas, kuning bakar, hijau pupus, hitam, hingga warna perak.

Berbeda dengan di pasar yang bisa membeli satuan, bahan-bahan mentah ini tidak dijual eceran. Untuk jenis-jenis tertentu, harga dihitung per lusin, per gross, atau per pon. Jika tidak membutuhkan sebanyak itu, masih bisa kok membeli setengahnya. Harganya bervariasi, tergantung dari jenis bahan. Berkisar puluhan ribu rupiah.

Seperti pernak-pernik metal yang dijual di Toko Mutiara Indah. Rantai untuk kalung atau gelang, ada yang dijual per lusin mau pun per pon. Satu lusinnya berkisar Rp 15.000 hingga Rp 28.000. Sementara rantai yang dijual per pon, berkisar Rp 58.000 hingga Rp 150.000. Demikian juga untuk paku dan jarum, dijual dengan harga Rp 28.000 hingga Rp 150.

Selain itu ada juga bead yang harus dibeli per satu untai (tiap untuk berbeda-beda jumlahnya, tergantung besar kecilnya bead. Yang pasti, cukup untuk membuat satu kalung). Harga satu untai kristal China 4.500 sampai Rp 20.000. Lalu batu-batu alam dijual dengan harga Rp 10.000 hingga Rp 45.000.

Sedangkan untuk bead dengan bahan kayu, dihitung per lusin atau per pon.Bead kayu ukuran sedang berbentuk kotak misalnya, dijual dengan harga Rp 4.500 tiap lusinnya. Lalu, kayu bulat dengan ukuran lebih kecil, dihargai Rp 42.000 untuk satu pon.

Menarik khan? So, tentukan pilihan. Membeli pernak-pernik siap pakai atau membuat design eksklusif bahan-bahan yang ada. Dua-duanya juga boleh.
yang terbuat dari manik-manik plastik, kayu, mutiara, kaca, logam atau pun batu-batu alam. yang diletakkan saling bertindihan di dua kotak besi. biru itu, saya beli seharga Rp 40.000. Kalau tahu begini, saya bisa beli empat gelang…..Tapi sudahlah, paling tidak sekarang saya tahu, di mana harus mencari pernak-pernik murah, lucu dan unik.

Penulis: Angelina Maria Donna
Sumber : Kompas.com

Peta Lokasi :

Add as favourites (101) | Quote this article on your site | Views: 1927 | Cetak | E-mail

  Komentar (6)
RSS comments
1. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 10-11-2007 18:40
infonya bagus baget... 
tapi biar lebih menarik, disertai gambar dunZ.. 
 
Ditunggu yaaa... gambarnya
2. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 12-11-2007 15:08
salam kenal.... 
aq mo nanya2 nih.......: 
 
eh kl di pasar asemka, kl aq dr senarang naik kereta...turun di pasr senen trus aq mo kesana naiknya pa ya....n kedua....di asemka.....ada gatuh pernakpernik lain asemacam boneka, tas2 plastik yang gaul2 gt..... 
trus kl mo buat dijual lagi biasanya harganya lebih murah ga? 
thanks before.....
3. Ditulis oleh Gilang, pd 13-11-2007 08:10
Kalo dari semarang mending turun di stasiun kota aja, tinggal naek ojek ke asemka. Pernak-pernik untuk dijual lagi banyak lah... memang disana tempat grosis buat jualan lagi mas..
4. Ditulis oleh nadhira, pd 03-05-2008 08:49
jam buka pasar asemka jam berapa, terus kalo hari sabtu minggu tokonya pada buka engga?
5. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 18-05-2008 12:17
kalo hari libur, tanggal merah buka ga ya...... :)


 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Artikel Liburan Terbaru
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
Seni Kentrung Yang Nyaris Punah Seni tradisi, Kentrung Bate asal Desa Bate, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, nyaris punah. Pasalnya, seni yang sarat makna siar kebajikan ini kesulitan mencari generasi penerus. Kentrung Bate yang semula dipopulerkan Kiai Basiman di era zaman penjajahan Belanda tahun 1930-an, masih tersisa tiga orang yang berusia lanjut. Mereka yakni, Mbah Surati (90) sebagai Dalang Kentrung Bate, Mbah Setri (86) penabuh timlung (kentheng) dan Mbah Samijo (88) sebagai penabuh terbang besar (rebana).
Selengkapnya...
               

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 7 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Danau Toba, Bidadari...
:cry ,,aq jga sbagai orang btak cdi...
23/11/08 12:01 More...
By devi

Gunung Bromo
Kalo punya info ke bromo berangkat ...
23/11/08 10:09 More...
By yana

Menunggu Paket Wisat...
pengen banget maen ke situs majapah...
22/11/08 22:19 More...
By sasongko w

Kompleks Candi Dieng
gw dan kel punya rencna ke dieng......
22/11/08 22:18 More...
By tutibono

Upacara Kematian di ...
kadanG kt tRllu meMaksakAn acaRa ra...
22/11/08 18:52 More...
By ne' nober

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats