Kawasan Tebet, Jakarta Selatan kini semakin dikenal sebagai pusat aktivitas bisnis dan sebagai tempat warga kota dapat melepaskan penat. Di sini menjamur berbagai fasilitas seperti butik, ruko, restoran/kafe, salon, bank, gedung serbaguna, klinik, hotel sampai dengan apartemen.
Semua fasilitas tersebut tidak bisa dimungkiri ikut menjadikan kawasan Tebet semakin berkembang pesat. Aneka fasilitas tersebut membuat Tebet merupakan salah satu lokasi favorit bagi tempat berkumpulnya anak-anak muda, para eksekutif dan komunitas tertentu. Mereka berkumpul untuk menikmati suasana Tebet yang sedang bersolek dengan "genit".
Kawasan ini awalnya dibangun sebagai tempat penampungan penduduk dari Senayan yang digusur untuk dijadikan gelanggang olahraga (Gelora Bung Karno). Seiring dengan perjalanan waktu tempat penampungan ini berkembang pesat dan menjelma menjadi tempat bisnis dan hang-out anak-anak muda.
Salah satu kegiatan bisnis yang mempercepat berkembangnya kawasan ini adalah menjamurnya restoran, kate, butik dan mode. Ratusan resto dan kafe baik yang semipermanen maupun permanen hadir di kawasan ini. Banyak di antara tempat makan ini menempati rumah-rumah tua yang disulap menjadi tempat usaha. Para pemilik kafe berusaha menata kafenya tidak sekadar untuk tempat makan dan minum saja tetapi dibuat menjadi tempat "ngumpul" yang asyik.
Untuk kenyamanan pengunjung berbagai konsep ditawarkan seperti adanya konsep galeri yang membuat kesan artistik yang muncul dari bangunan-bangunan di dalamnya. Resto yang spesifik menjual bebek misalnya menampilkan ruangan berkonsep galeri dengan gaya tradisional Jawa. Di sini ditampilkan benda-benda seni dan barang-barang kuno yang dipajang untuk dinikmati oleh para pengunjung sambil bersantap makanan.
Ada lagi tempat cheese cake, yang interiornya didesain modern. dengan tatanan interior yang berkesan modern. Di sini dimana pun pengunjung duduk akan mendapatkan kenyamanan yang sama. Di tempat tertentu dindingnya dihiasi dengan lukisan berwarna cerah. Suasana demikian membuat pengunjung "betah" tinggal berlama-lama.
Ada juga tempat makanan burger berkonsep semipermanen. Di sini pengunjung dapat duduk di dalam ruangan, sambil menikmati makanan di beranda bangunan dengan meja yang diberikan payung. Suasana terasa cukup romantis karena hanya diterangi lampu yang temaram.
Dengan berkembangnya kawasan ini sebagai lokasi kuliner maka tidak heran kalau di sekitar jalan-jalan yang ada di kawasan Tebet ini dipenuhi restoran dan kafe yang menawarkan aneka makanan. Aneka makanan siap ditawarkan seperti kebab, burger, sandwich, sup buntut panggang, berbagai jenis soto, gado-gado, pecel lele, gulai kambing, sate ayam, makanan Manado, pempek, bakwan Malang, mie ayam, ketupat sayur, bakso, burger, donat, ayam, bebek, steak, fasfood, Chinese food, American food, Italian food dan French food, soto gebrak, konro (iga sapi) khas Makassar, dan bubur ayam.
Setiap hari ketika jam makan siang datang kawasan Tebet ini sudah dipastikan macet. Pasalnya, para pengunjung resto berupaya untuk mendapatkan tempat parkir. Beberapa tempat makan baik itu rumah makan cepat saji, resto berkelas sampai warung nasi sederhana sekalipun pasti akan penuh. Umumnya kafe dan restoran di kawasan Tebet ini di buka sejak pukul 10.00 pagi sampai pukul 22.00 malam.
Di samping itu, kawasan Tebet ini terdapat sebuah kawasan yang suasananya bagaikan di Kuta Bali. Kawasan ini berada di Tebet Utara yang juga dipenuhi aneka kafe dan restoran yang posisinya saling berhadapan dan menghadap ke jalan raya. Tampak bangunan-bangunan yang tertata rapi dengan penampilan berbeda sesuai dengan citarasa yang ditonjolkan setiap kafe dan restoran tersebut.
Di sini setiap harinya sering terlihat mobil-mobil dengan nomor polisi dari luar daerah yang menandakan tempat ini juga sudah dikenal oleh para wisatawan kuliner dari luar daerah. Para pengunjung ada yang duduk di dalam bangunan permanen, ada yang duduk di halaman resto dekat trotoar jalan dan hanya dinaungi oleh payung yang ditempelkan pada meja makanan. Suasana seperti ini mengingatkan kita pada suasana di Kuta Bali.
Menurut Bagus, dari Shisha Vaganza, sekarang Tebet mulai populer dengan tujuan untuk tempat berkumpul (hang-out), berburu kuliner dan belanja pakaian. Setiap malam minggu di kawasan ini ditampilkan hiburan yang akan menemani mereka saat sedang bersantap malam.
Sedangkan Barnes, PR dari Bebek Ginyo mengatakan kawasan ini mulai ramai awal tahun 2006 yang lalu. Sekarang tempat ini telah menjadi kawasan wisata malam yang dapat menarik banyak pengunjung. Apalagi lalu lintas di kawasan ini satu arah, jadi walaupun macet tidak terlalu "kronis". Yang menjadi persoalan adalah tempat parkirnya yang kurang memadai. Semakin malam kawasan ini semakin ramai dikunjungi.
Sebelum wisata kuliner di Tebet berkembang, ada beberapa tempat makan dan minum yang telah berada lama di kawasan ini diantaranya mie Sanjaya dan susu Suke, roti May Vel, dan warteg Warmo. Tempat kuliner ini sudah memulai usahanya sejak tahun 70-an. Warung Suke yang terletak di Tebet Timur Dalam misalnya sudah berdiri sejak tahun 1968. Menurut Usin, pemllik waning tersebut, setiap harinya ia bisa menghabiskan 30 botol susu. Pelanggannya pun beranekaragam mulal dari anak SD sampai orang-orang kantoran.
Dapat dicatat bahwa di kawasan hunian di Tebet ini terdapat juga banyak toko-toko pakaian, butik, salon bahkan juga toko bunga. Pokoknya serba lengkap. Dengan demikian, warga kota Jakarta dewasa ini sudah mempunyai "tempat baru" sebagai alternatif tempat melepaskan penat.
Kawasan Tebet sekarang memang telah berbeda. Apakah Anda berminat tinggal atau datang ke sana? Apalagi sebuah apartemen yang bergengsi The Lavande Residences siap menyambut kedatangan Anda di Tebet.
1. Ditulis oleh Ndoy, pd 08-09-2008 11:12 Jangan lupa makan-makan kalo ke sini, memang tempat yang asik untuk hang-out buat anak muda hehehe...
2. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, pd 11-09-2008 22:29 ga nyesel sering ke tebet, apa aja ada disana! buat cwe2 yg doyan nyalon, k tebet aja! hehe
3. Ditulis oleh Rona, pd 12-09-2008 10:27 Emang enak sih jalan di Tebet, cuma saking macetnya, cowokku jadi ogah nganterin.
Beri Komentar
Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Seni Kentrung Yang Nyaris PunahSeni tradisi, Kentrung Bate asal Desa Bate, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, nyaris punah. Pasalnya, seni yang sarat makna siar kebajikan ini kesulitan mencari generasi penerus. Kentrung Bate yang semula dipopulerkan Kiai Basiman di era zaman penjajahan Belanda tahun 1930-an, masih tersisa tiga orang yang berusia lanjut. Mereka yakni, Mbah Surati (90) sebagai Dalang Kentrung Bate, Mbah Setri (86) penabuh timlung (kentheng) dan Mbah Samijo (88) sebagai penabuh terbang besar (rebana).