Walau pun Mie sekarang sudah menjadi makanan utama masyarakat Indonesia, apalagi semenjak boomingnya mie instan, terkadang bosan juga menikmati berbagai macam mie yang sudah pernah dicoba. Kebosanan saya terhadap mie yang biasa-biasa saja ini membawa indra petualangan saya untuk mencari menu mie yang lain daripada biasanya.
Di Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kebetulan sedang menyusuri jalan tersebut dari arah pancoran ke Lenteng Agung. Selintas terlihat neon box kecil di sebelah kiri jalan dengan tulisan Mie Aceh Bangladesh. Viola, makanan macam apa lagi ini? Perut yang lapar dan hujan rintik-rintik yang membasahi Jakarta beberapa hari ini membuat niat saya bulat untuk mencoba masakan yang satu ini.
Terletak hampir berseberangan dengan Alfa Supermarket, Mie Aceh Bangladesh ini menempati warung lokasi kecil berdampingan dengan sebuah lembaga pendidikan. Warungnya kecil dengan 4 meja berkapasitas 4 orang. Terlihat beberapa pelanggan dengan wajah India dan Arab sedang menikmati makanannya. Kalau tidak salah masyrakat Aceh juga memiliki keterkaitan erat dengan suku-suku di Asia Timur, tidak salah juga mengapa makanan-makanan yang berasal dari Aceh memiliki campuran bumbu-bumbu yang juga terdapat pada masakan Asia Timur.
Saya memesan Mie Goreng dan Istri saya memesan Mie Rebus. Walaupun ada beberapa menu lain seperti nasi goreng, tetapi saya pikir mie menjadi representasi enak atau tidaknya makanan di sini. hehehe... Sedangkan untuk minum kami memesan es timun serut dan teh telor.
Ternyata saya salah pilih, Mie Gorengnya tidak seperti yang saya duga sebelumnya. Sedikit pedas dengan bumbu yang banyak, tapi tidak masalah, Mie Rebusnya sangat dashyat, campuran mie kuning yang kelihatannya home made dan kuah kare yang berwarna merah menyala dan panas, menjadikan mie ini penolak dingin di kala gerimis. Aromanya benar-benar melayu dengan kare yang sedikit pedas, klop. Sangat terasa segar karena bumbu-bumbu yang diberikan begitu melimpah dan diimbangi dengan kuah yang kental hemmm..... Timun serutnya juga tidak mengecewakan, apalagi teh telornya, walaupun menurut saya sedikit terlalu manis tetapi kandungan susu di dalam teh telor itu serta merta menghilangkan rasa pedas di mulut saya.
Untuk masalah harga memang bisa dibilang tidak murah, makanan yang disajikan berkisar antara 12-18 ribu rupiah, tetapi untuk anda penggemar kuliner, mie aceh khas bangladesh ini tidak bisa dilewatkan begitu saja. Iseng-iseng saya berjalan-jalan ke dekat dapur mie aceh ini, hehehe... ternyata benar, si Chef yang memasak semua masakan ini memang berasal dari Asia Timur karena wajah dan postur tubuhnya yang ke arab atau india atau mungkin memang asli Bangladesh?. Ah... Terserahlah... yang penting mienya benar-benar mantap.
Penulis : Yudha
Peta Lokasi :
Salam hangat dari Liburan.Info...
Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
atau
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
pondok mie aceh bangladesh pasar minggu udah pindah, dari halaman sebuah lembaga pendidikan di jalan pasar minggu, ke sebuah ruko kecil di sekitar plang adhi construction yg gede banget itu...(masih di jalan yg sama kok)
cerita dari teman yg orang aceh: bangladesh tu singkatan dari bang lah dari desa yg diperkeren penulisannya ...he3. "pondok mie aceh milik bang lah dari desa"...emang ajib rasa mienya, apalagi buatan si bapaknya...
Pesona Laut Raja Amp...
berapa ya kira2 biaya ke raja ampat k...
Pampang, Desa Budaya...
ai eriC..
Tongkonan, Rumah Ada...
Toraja Tungkasanganna - Siulu'q sola ...
Pulau Bidadari
Ujung Genteng, Mutia...
Pengen banget ke sana kira kira ada y...
Ragam Potensi Wisata...
SaYa OraNg MeRaUkE NiCh...........