Culinary
Culinary Tour
Bebek Basah Kuyup yang Renyah | Bebek Basah Kuyup yang Renyah |
|
|
|
|
There are no translations available Beberapa waktu yang lalu Ubud, Bali, kelihatan sepintas seperti tidak banyak berubah. Mobil masih berderet–deret parkir di tepi Jalan Monkey Forest, di depan deretan toko, galeri, dan penginapan. Turis–turis asing tampak berlalu lalang di trotoar meskipun jumlahnya tidak banyak.Biasa saja, turis–turis masih saja ada yang datang. Ubud kan memang dari dulu tidak pernah seramai Kuta," kata perempuan penjaga Gallery Tama di Jalan Monkey Forest. Ketika mobil kami berbelok menuju jalan utama Ubud, pasar tradisional di pojok jalan juga terlihat ramai oleh turis. Meskipun begitu, Bom Bali II tetap meninggalkan dampak, bahkan untuk kawasan yang tenang dan sejuk seperti Ubud. Hari sudah lewat tengah hari dan perut mulai berteriak minta diisi. Ditambah dengan udara sejuk, kami memutuskan segera mencari tempat makan. Tempat yang direkomendasikan pengemudi kami, yang orang Bali asli, adalah restoran Bebek Bengil. Restoran di Jalan Hanoman, kawasan Padang Tegal, ini tidak asing bagi kami karena sekitar lima tahun lalu kami juga pernah berhenti makan siang di sini. Saya tidak menolak untuk mencobanya lagi, penasaran apa yang membuat setelah waktu berlalu restoran ini tetap populer.Perbedaan yang segera saya rasakan adalah kami tidak perlu menunggu untuk mendapat tempat duduk. Meskipun tempat makan itu ramai, tetapi tidak seramai ketika pertama kali kami datang ke restoran tersebut. Untuk kami, suasana itu justru menguntungkan karena kami dapat merasakan suasana damai dan tenang Ubud yang sejak awal abad lalu sudah menarik banyak seniman luar datang dan bermukim di sana. Duduk di atas panggung kayu, yang disediakan bagi tamu yang ingin makan dengan duduk bersila atau berselonjor kaki di atas bantal–bantal kecil, suasana terasa asri di restoran yang dikelilingi pohon semak dan gemericik air kolam. Tiga penabuh gamelan mengiringi dengan musik bali yang lincah. Bebek renyahSesuai dengan namanya, hidangan unggulan restoran ini adalah hidangan bebek goreng. Berbeda dengan bebek goreng di banyak tempat, bebek goreng yang disajikan separuh ekor dengan nasi putih, lengkap bersama sambal matah dan lawar di tempat terpisah itu, terasa renyah hingga ke tulang–tulang kecilnya yang bisa dikunyah. Warna bebek gorengnya coklat–kekuningan dengan kulit yang kelihatan kering dan renyah. "Bebeknya berasal dari daerah sekitar sini. Sebelum direbus 3–4 jam, bebek ini direndam dalam bumbu–bumbu selama 12 jam. Setelah direbus, ditiriskan, dan siap digoreng," kata Agung Raka Dalem (48), adik dari Agung Raka Sueni, pemilik restoran ini. Tidak heran bila rasa gurih itu terasa hingga ke daging bebek bagian dalam. Menurut Raka Dalem, yang ikut membantu mengawasi operasi restoran ini sehari–hari, menu bebek bengil crispy duck ini merupakan menu unggulan yang selalu ada sejak restoran tersebut berdiri tahun 1990. Resep bebek goreng tersebut sebetulnya berawal dari resep keluarga yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari–hari. Kemudian, untuk keperluan penyajian di restoran, resep itu mengalami perubahan dan perbaikan. "Setiap tahun kami mengubah menu, tetapi 10 menu yang paling digemari tamu–tamu kami terus kami pertahankan," tutur Raka Dalem, yang pernah bekerja di sejumlah restoran di Australia dan terbiasa dengan menu–menu Eropa. Bersama koki utama restoran itu, Wayan Sandi, dia ikut mengolah menu–menu baru, mulai dari makanan pembuka, makanan utama, sajian penutup, hingga minuman. Selain bebek goreng renyah, menu favorit lain antara lain nasi campur, king prawn and mashed potato, dan stuffed chicken breast. Menu–menu tersebut rata–rata memakai bahasa Inggris karena tamu tempat ini memang berasal dari berbagai bangsa. Selalu berganti Bila mempunyai kantong perut cukup besar, Anda dapat mencoba nasi campur. Disajikan di atas piring makan berukuran besar, nasi dan lauk pauknya diletakkan di atas helai daun pisang. Nasi hangat bertabur bawang goreng ditemani sate ikan yang dililitkan di batang serai. Lauk lainnya adalah telur balado, daging semur, ayam bumbu kuning, udang tempura, dan perkedel jagung. Tidak ketinggalan urap kacang panjang, kacang goreng, dan kerupuk.Menu santapan utama stuffed chicken breast terdiri dari dada ayam yang diisi dengan paduan jamur shiitake, bayam, dan taoge. Pelengkapnya adalah sayuran kol, taoge, dan wortel, saus bersantan kental, serta nasi goreng. Yang harus dicoba adalah sambal matah yang dibuat dari irisan bawang merah, bawang putih, serai dan cabai rawit, minyak makan, air jeruk limau, serta sedikit terasi. Sambal matah di Bebek Bengil sudah disesuaikan dengan lidah tamu–tamunya yang berasal dari berbagai bangsa sehingga tidak sepedas sambal matah yang pernah dibuat seorang teman Bali saya. Sebenarnya saya ingin menjajal minuman yang direkomendasikan pelayan restoran ini, yaitu giant chill. Ini adalah jus stroberi atau jambu biji yang dicampur dengan air soda. Sayang, kami tidak bisa mencicipi sebab kebetulan tidak tersedia stroberi saat itu. Menurut Raka Dalem, Bebek Bengil selalu memperbarui menunya tiap tahun sebagai bagian dari strategi agar Bebek Bengil selalu menjadi tempat favorit di Ubud. Tiap kali dievaluasi menu mana yang paling digemari dan 10 menu yang paling digemari akan dipertahankan. Penulis : Ninuk Pambudy Sumber : KOMPAS Peta Lokasi : Add as favourites (34) | Quote this article on your site | Views: 1063 | Print | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||||
| < Prev | Next > |
|---|







| Babat Gongso tjap To... |
| lama di smarang,baru tau kalo babat... |
| 23/11/08 20:45 More... |
| By jarry |
| Danau Toba, Bidadari... |
| :cry ,,aq jga sbagai orang btak cdi... |
| 23/11/08 12:01 More... |
| By devi |
| Gunung Bromo |
| Kalo punya info ke bromo berangkat ... |
| 23/11/08 10:09 More... |
| By yana |
| Menunggu Paket Wisat... |
| pengen banget maen ke situs majapah... |
| 22/11/08 22:19 More... |
| By sasongko w |
| Kompleks Candi Dieng |
| gw dan kel punya rencna ke dieng...... |
| 22/11/08 22:18 More... |
| By tutibono |