Internasional
Tips dan Oleh-oleh Liburan
Batik, Setia Bersama Masa | Batik, Setia Bersama Masa |
|
|
|
Halaman 1 dari 3 Solo adalah Kota Batik. Pemberian nama ini bukan tanpa alasan, karena batik, yang merupakan salah satu ikon identitas bangsa Indonesia, adalah bagian dari keseharian masyarakat Solo yang turut menjadi tulang punggung kehidupan. Batik ada di mana-mana. Setia bersama masa dan meraja melebihi raja.
Batik bukan hanya tentang kain dengan berbagai macam motif yang tergambar di atasnya, karena berbagai filosofi pun tertanam di dalam karya seni itu. Batik Solo memiliki keunikan dari daerah-daerah yang lain dan membuatnya mengandung nilai historis di luar kekuatan estetika yang jelas-jelas tersaji. Berdasarkan beberapa sumber, batik dan teknik pembuatannya memang tidak sepenuhnya ditemukan oleh bangsa Indonesia, namun di sinilah ia berkembang dan menemukan tempatnya di dalam perjalanan panjang kebudayaan bangsa. Batik, Riwayatmu Dulu...Batik telah dikenal sejak jaman Kerajaan Majapahit, bahkan teknik membatik itu sendiri konon diperkenalkan saat kebudayaan India dan Cina masuk ke Nusantara, karena teknik mewarnai dengan menggunakan malam telah dipergunakan di Negeri Tirai Bambu sejak zaman Dinasti Tang. Kata batik konon berasal dari kata ambatik, yang artinya kain dengan titik-titik kecil. Tik sendiri artinya titik dan batik merupakan kain yang diberi motif dengan menitikkan malam di atasnya. Dahulu batik hanya dipergunakan oleh kalangan kerajaan, karena teknik pembuatan dan motif yang terkandung di dalamnya. Sebuah catatan sejarah bahkan mengatakan bahwa Sultan Agung, sebagai raja Mataram yang sangat terkenal, mempergunakan batik sebagai pakaian kebesaran. Canting vs Cap Pembatikan biasanya dilakukan di atas 2 macam bahan, yakni katun dan sutera. Kedua bahan itu memiliki tingkat penyerapan malam terbaik yang akan sangat membantu dalam proses pewarnaan. Bahan tersebut harus melalui pencucian hingga beberapa kali untuk menghilangkan semua kotoran yang menempel sebelum mulai diproses. Setelah itu outline motif diletakkan dengan menggunakan arang atau pensil, sebelum ditimpa dengan malam. Terdapat 3 teknik pembuatan batik, yakni tubs, cap dan printing. Namun hanya tulis dan cap yang dipergunakan di dalam batik Solo. Batik tulis merupakan proses yang lebih rumit dibandingkan dengan cap. Pembuat barus memiliki keterampilan dalam menggunakan canting, yakni semacam pena untuk menggambar motif dengan malam atau lilin. Canting sendiri konon merupakan ciptaan asli suku Jawa. Teknik pewarnaan menggunakan malam boleh berasal dari budaya asing, namun alat mungil ini merupakan hasil karya anak bangsa yang pantas dibanggakan.Seiring waktu, batik tidak lagi hanya digunakan oleh keluarga dan penghuni kerajaan, namun menjadi milik publik dan dipergunakan oleh segala kalangan. Memenuhi permintaan yang semakin meningkat, teknik pembuatan batik pun mengalami perkembangan, yakni dengan menggunakan cap yang terbuat dari tembaga. Berbagai motif dengan mudah diaplikasikan kepada bahan dengan mencapnya. Kuncinya, cap itu harus dibuat dengan sangat teliti dan hati-hati karena antara satu dan lainnya harus benar-benar sama. Batik yang dibuat menggunakan teknik cap, tulis atau penggabungan keduanya dengan mudah dapat Anda temukan di berbagai toko busana dan pasar tradisional yang ada di Solo. Harga dapat bervariasi, tergantung teknik pembuatan dan bahan yang dipergunakan. Batik yang dibuat dengan teknik tulis, dengan warna yang beragam memiliki harga yang lebih mahal karena pertimbangan waktu, usaha dan nilai estetika yang terkandung di dalamnya. (and) Tradisi Di Dalam Motif Batik Walaupun banyak perancang kini seringkali melahirkan motif-motif free style, alias lepas pakem tradisional, namun beberapa motif berikut masih dan tetap akan menjadi identitas utama batik. KawungMotif kawung adalah salah satu motif tertua yang dikenal di dalam pembuatan batik, paling tidak sejak abad ke-13. Motif ini berupa lingkaran-lingkaran yang saling menempel. Beberapa ornamen dekorasi lainnya, seperti garis-garis yang bersilangan atau titik-titik, kadang diletakkan di dalam lingkaran itu. Motif ini dahulu hanya dipergunakan oleh keluarga kerajaan Jogjakarta. Ceplok Motif ceplok adalah perpaduan dari banyak bentuk, seperti kotak, bintang atau lingkaran. Walau pada dasarnya sangat geometris, namun motif ceplok juga bisa terlihat sangat abstrak dan mengakomodasi gambar-gambar yang lebih alami seperti bunga atau binatang. Parang Seperti motif kawung, dahulu motif parang hanya boleh digunakan oleh keluarga kerajaan di Jawa Tengah. Motif ini terlihat seperti pisau atau parang yang dipergunakan untuk berperang. Konon orang yang menikah tidak boleh mempergunakan motif ini karena nanti pernikahannya akan penuh pertengkaran. Fakta Menarik Tentang Batik
Sumber: Majalah Tamasya Peta Lokasi : Add as favourites (83) | Quote this article on your site | Views: 1547 | Cetak | E-mail
|
|||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







| Pantai Ujung Genteng |
| waah mantap sekali ini tempat. keb... |
| 21/11/08 09:54 More... |
| By miaz |
| Dreamland Pantai Imp... |
| Hampir tenggelam gue di pantai ini,... |
| 20/11/08 09:07 More... |
| By Abi |
| Candi Songgoriti |
| Sayang ya, candi secantik ini tidak... |
| 20/11/08 08:25 More... |
| By robin |
| Dari Serayu ke Owabo... |
| bbrp kali rafting di serayu..ga aka... |
| 19/11/08 19:25 More... |
| By Evi |
| Pantai Iboih, Surga ... |
| emang benar kalo pantai iboih tu pa... |
| 19/11/08 17:17 More... |
| By Nazaruddin |