Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Tips dan Oleh-oleh Liburan arrow Salak Turi
Salak Turi PDF Cetak E-mail
(4 votes)
Salak Turi yang siap dipanenKota Jogja adalah sebuah potret kota yang cukup lengkap dengan berbagai jenis tempat wisatanya, mulai dari cagar budaya sampai dengan wisata paling modern pun tersedia disana. Salah satunya adalah Wisata Agro Salak Turi yang merupakan sebuah tempat wisata dengan tampilan Salak Pondohnya yang sudah sangat terkenal manisnya.
Sebuah tampilan wisata yang berbeda dari Jogja adalah Salak Turi. Selama ini andalan wisata Jogja adalah Borobudur, Prambanan, Keraton, Taman Sari, Malioboro, Parangtritis dan wisata pegunungan Kaliurang. Salak Turi merupakan perkebunan salak yang sangat luas, rasanya memberikan nuansa yang lain ketika kita berkunjung kesana. Konon Salak didaerah ini bibit awalnya ditanam oleh Belanda bersamaan dengan penjajahannya terhadap Indonesia. Kala itu sempat dikembangkan secara masal, namun karena kekalahan Belanda atas Jepang dan dilanjutkan dengan perjuangan bangsa ini dalam menegakkan persatuan dan kesatuan maka terabaikanlah Salak Pondoh ini. Baru kemudian pada tahun 1986 salak ini mulai dikembangkan lagi oleh warga Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Semula pengembangan tanaman ini dilakukan secara alami oleh penduduk setempat, namun karena melihat potensi yang bagus untuk dikembangkan maka dalam hal ini Pemerintah melalui Dinas Pariwisata mengembangkan kawasan ini menjadi sebuah kawasan agrowisata. Pohon salak termasuk pohon yang unik dan sangat menguntungkan, unik karena bentuk buahnya dan model pohonnya, menguntungkan karena selalu berbuah sepanjang tahun asal dilakukan perawatan yang baik terhadap pohonnya. Dalam satu tahun rata-rata Salak Pondoh berbuah 10 kg sampai dengan 15 kg, tergantung dari perawatan khususnya penyerbukan. Jenis pohonnya sendiri ada dua, salak jantan hanya menghasilkan bunga dan salak betina yang menghasilkan buah yang diserbuki oleh bunga salak jantan. Proses penyerbukan ini biasanya dilakukan secara manual ketika bunga sudah mekar. Disinilah seni dari menanam salak kita rasakan, setelah bunga betina diserbuk, kemudian bunganya ditutupi daun agar tidak terkena angin hingga terjadi pembuahan. Untuk ukuran standar kalau penyerbukannya bagus satu tandan buah bisa berisi 20-25 buah salak, kalau tidak bagus biasanya hanya berisi 5 buah. Untuk tumbuh menjadi salak yang siap untuk dimakan salak butuh waktu sekitar 3 bulan hingga mencapai masa panen. Satu kilo Salak Pondoh rata-rata dijual antara Rp 3.000 - Rp 4.000 di perkebunan, bayangkan saja kalau Salak Pondoh dijual di outlet modern harganya bisa menjadi Rp 15.000 - Rp 16.000 / kg.

Karena bisnis yang menggiurkan ini, hampir sebagian besar penduduk di Kecamatan Turi menanam Pohon Salak. Letak Turi yang dilereng Merapi 150m - 200 m dpl dan 25 km ke arah utara dari Kota Jogja menjadikan tempat ini pas untuk tanam salak dan strategis untuk pengembangan usaha dan sekaligus sebagai tempat wisata. Dari kota Jogja hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk mencapai tempat ini. Sangat mudah sekali dicapai karena papan petunjuk disetiap perempatan dan pertigaan tertera dengan jelas, dan seandainya nyasar kita bisa bertanya kepada penduduk dan penduduk setempat pasti akan menjawab dengan kromo inggilnya atau Bahasa Indonesia yang masih sedikit medok. Sepanjang perjalanan pun kita tak akan bosan-bosannya disuguhi pemandangan, sawah dan bukit-bukit yang selalu tersenyum menyambut kehadiran para pengunjung. Kedamaian dan ketentraman akan sangat kita rasakan ketika kita melintas desa-desa yang sejuk dan penduduk yang ramah.

Peningkatan ekonomi secara signifikan juga sangat dirasakan oleh penduduk kawasan ini, menurut Pak Harno petugas wisata," dulu itu rumah yang sudah pakai tembok bisa dihitung dengan jari, tapi sekarang keadaan menjadi berbalik, rumah yang tidak pakai tembok bisa dihitung dengan jari, kata Pak Harno disela-sela pembicaraan dengan kami ditengah kebun salak. Peluang-peluang lain tentunya juga dapat dikembangkan disini, misalkan saja penginapan, fasilitas-fasilitas lain tentunya dengan tidak menganggu keseimbangan alam yang sudah ada.

Penulis : AMGD
Lokasi : Bangunkerto, Turi, Sleman
Fotografer : AMGD
Sumber : Navigasi.net

Peta Lokasi :
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan murah ke singapore 2 jutaan all in

liburan murah ke bali all in tiket hotel tour

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan lebaran 2010

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 15 tamu dan 11 anggota online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
Indonesia Best Web Hosting
The Green Village

Alexa Traffic Stats