Internasional
Australia
Ke Antartika Meninjau Benua Es 03 Days Bali Tour Package
![]() Rp.855.000 Add to Cart |
04 Days Medan Toba Tour Package
![]() Rp.2.625.000 Add to Cart |
09 Days Umroh Regular July - August
![]() Rp.15.193.750 Add to Cart |
| Ke Antartika Meninjau Benua Es |
|
|
|
Ketika pertengahan Desember lalu saya minta izin untuk ke Antartika, pimpinan kantor saya sangat kaget. Dengan wajah tidak percaya, beliau mengulang-ngulang kalimat, "Ke Antartika, tamasya ke Kutub Selatan, apa nikmatnya?Penerbangan ke Antartika hanya bisa dilakukan di bulan Desember, ketika disana musim panas. Jika sekarang tidak ikut berarti saya harus menunggu sampai tahun depan untuk mengunjungi benua es itu. Mendengar penjelasan ini, akhirnya setelah menghela napas panjang, pimpinan saya berpesan,”Hati-hati, ya.” Dalam penjelasan sekolah disebutkan, bumi punya lima benua: Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan Australia. Sayangnya, kita sering tidak sadar, bahwa di arah selatan sana, di dasar planet bumi, terdapat daratan seluas 14 juta km persegi atau dua kali lebih luas dari Australia. Daratan tersebut tidak berpenghuni karena 98 persen wilayahnya tertutup lapisan es abadi setebal 2,3 sampai 4,8 km. Arah selatan, dasar planet bumi, atau istilah-istilah sejenisnya, semuanya adalah sekedar kesepakatan. Dalam perspektif ruang angkasa, dimana bumi yang kita huni sekarang ini hanya salah satu diantara taburan benda langit lainnya, arah dan petunjuk tempat jadinya sangat relatif. Bagaimanapun Antartika menyimpan 70 persen cadangan air bersih dunia. Kalau lapisan disana mencair seluruhnya, permukaan air laut akan naik setinggi 70 meter. Artinya, semuanya kota pelabuhan di semua sudut bumi bakal tenggelam, terhapus dari peta. Dengan posisi semacam ini, peran Antartika terhadap iklim dunia, khususnya untuk belahan bumi selatan, sangat bermakna. Dengan kondisi alam sedahsyat itu,hanya lumut dan mikro organisme hidup di wilayah Antartika. Anjing laut, penguin, dan burung tertentu sekedar singgah untuk bertelur. “Selebihnya, mereka memilih hidup di pulau-pulau sekitarnya,” kata Phil Asker, Direktur Croydon Travel, pengelola penerbangan ke Antartika. Tak Ada Toko“Welcome to the world's only Antartica Sightseeing flights,” kata Captain John Dennis dari ruang kemudi. Serentak, keempat mesin pesawat Boeing 747-400 Qantas yang dia terbangkan mulai menggemuruh. Kami segera tinggal landas dari Bandara Sidney, Australia. Pesawat langsung melesat ke arah selatan. Mengangkut 300 penumpang, 170 ton bahan bakar, serta 6.500 kg makanan. Sambil bercanda, Phil Asker berkata,”Di selatan sana belum ada toko buka, maka segala-galanya harus kita persiapkan.” Penerbangan ke Antartika memerlukan izin khusus plus pilot berpengalaman. Untuk menjaga kelestarian alam dilarang meninggalkan sampah di sana. Selain itu, mengingat tujuannya adalah kawasan sangat rawan mengingat cuaca bisa berubah menjadi tidak bersahabat, penerbangan ke Antartika selalu dipantau lewat satelit dari pusat meteorologi di Casey, Antartika Timur. Selain itu, secara rutin pesawat menerima kiriman ramalan cuaca berikut semua informasi di tempat tujuan. Mengapa penerbangan hanya di bulan Desember?Captain Dennis menjelaskan,”Di belahan bumi selatan, khususnya di bulan desember, matahari akan muncul selama 24 jam terus- menerus, jadi ada yang bisa dilihat. Pada bulan-bulan lain, siang malam gelap gulita karena matahari bergeser ke utara...” Untuk mencapai Antartika, pengunjung bisa naik kapal atau pesawat terbang. Dibutuhkan waktu tiga minggu kalau naik kapal. Dengan kapal terbang, jika terbang dari Sidney, kawasan tersebut akan bisa dicapai dalam waktu enam jam. Tiket pulang pergi untuk kelas eksekutif 3.199 dolar AS atau sekitar 27.5 juta. Paling murah di kelas ekonomi, tersedia dua macam. Penumpang di samping jendela membayar 1.099 dolar dan yang duduk di kursi tengah 799 dolar. Saya bersama kru TV Jepang NHK diundang oleh ATC (Australian Tourist Commision) jauh lebih beruntung. Meski duduk di deretan tengah, justru diajak ke kokpit untuk memantau penerbangan. Setelah tiga jam terbang, puncak iceberg pertama sudah mulai tampak. Megah menjulang tinggi, diatas lautan es putih bersih, sampai ke kaki langit. Karena Desember musim panas, dari kokpit bisa terlihat proses menarik. Beberapa gunung es mulai mencair, bongkah-bongkah es raksasa tampak berguguran, kemudian membentuk pulau-pulau es yang segera mengambang mengikuti arus laut. Kita masih beruntung, sebagian kecil lapisan es di Antartika hanya mencair di musim panas bulan Desember. Saya tidak kuasa membayangkan apa jadinya kalau seluruhnya mencair dan permukaan air laut dunia naik secara serentak. Kompas Tak Menunjuk Arah Hari itu, sesuai pantauan satelit, rute paling aman untuk bisa masuk Antartika harus melewati Cape Adare. Pantai tersebut sangat terkenal karena lebih seratus tahun lalu menjadi tempat pendaratan kapal pertama kali, kapal Inggris The Antarctic. Siapa paling dulu mendarat, masih jadi bahan perdebatan. Resminya memang H.J. Bull, sang nahkoda. Namun, sesaat sebelum nahkoda mendarat, salah seorang anak buah kapal, Carstens Borchgrevink, sudah mendahului dengan nekat meloncat ke pantai. Dalam daratan luas berlapis es abadi, paling menakjubkan melihat perbukitan Admiralty. Barisan bukit es tersebut berpuncak pada Mt. Minto setinggi 4.163 meter. Sejauh mata memandang, tampak lembah glasier amat curam, berderet-deret seolah-olah siap menyergap semua pengunjung.Meski sebelumnya sudah dijelaskan, saya sangat terkejut ketika tiba-tiba melihat jarum penunjuk arah dalam kompas berputar-putar tidak menentu, begitu pesawat mulai melintasi South Magnetic Pole. “Arah jarum kompas memang ikut kebingungan, sebab tidak tahu lagi mana arah kutub selatan dan dimana letak kutub utara. Jangan takut, pesawat dilengkapi INS (Inertial Navigation System), jadi tak bakal tersesat meski disini kompas tidak bisa berfungsi,” kata Captain Dennis, mengumumkan pesona keajaiban alam tersebut. Untuk mereka yang ingin mencicipi suasana kehidupan di Kutub Selatan tetapi takut terbang kesana, bisa menikmati program Antarctic Adventure di Hobart, ibukota Pulau Tasmania, tenggara Australia. Berupa sebuah taman tertutup seluas 3.800 meter persegi, yang menyajikan beragam atraksi berikut sensasi yang ada di Antartika, termasuk mencicipi suhu udara minus 25 derajat celcius. Saya lebih beruntung karena telah bisa menikmati sendiri suasana asli kawasan Antartika. Wilayah dua kali seluas Australia; yang sepanjang waktu selalu putih, bersih, beku, sama sekali tanpa pencemaran, yang letaknya, dalam bayangan awam, nun jauh berada di arah selatan sana, tetapi sesungguhnya terletak dibawah. Karena Antartika berada di dasar planet bumi tempat kita tinggal selama ini. Sumber: Senior Peta Lokasi : Add as favourites (35) | Quote this article on your site | Views: 819 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
10 Days Eastern Europe TourBy China Airlines
![]() Rp.20.738.300 Add to Cart |
Novotel - Balikpapan (5 Stars)
![]() Rp.815.000 Add to Cart |






| Mendaki Tembok Raksa... |
| great wall is a great construction ... |
| 23/07/08 19:33 More... |
| By rian |
| Danau Gunung Tujuh, ... |
| akhirnya di umur 21 th aku bru bs m... |
| 23/07/08 17:18 More... |
| By occy |
| Wisata Alam Situ Gun... |
| saya awal juli kmrn kesana untuk st... |
| 23/07/08 16:46 More... |
| By tea |
| Bandar Kuching |
| kereen..... |
| 23/07/08 15:33 More... |
| By Nona |
| Kesejukan Danau Mani... |
| Suasananya masih pedesaan, tenang, ... |
| 23/07/08 14:15 More... |
| By jacky |