Internasional
Asia
Menemui Ibnu Battuta di Dubai | Menemui Ibnu Battuta di Dubai |
|
|
|
"Aku tinggalkan Tangier, desa tempat kelahiranku, tepat pada tanggal 13 Juni 1325. Aku harus tinggalkan semua teman-temanku, bagai burung yang meninggalkan sarangnya. Itu semua harus aku lakukan, agar bisa berangkat ziarah menuju tanah suci..."
Begitu kalimat pertama sebuah naskah kuno berbahasa Arab yang sampai sekarang jadi koleksi langka Bibliotheque Nationale di Paris, Perancis. Nama lengkap penulis, Sheikh Abu Abdallah Muhammad ibn Abdallah ibn Muhammad ibn Ibrahim al Lawati atau sekarang lebih populer dalam nama Ibnu Battuta Dalam literatur Barat, tokoh ini hanya dikutip sebagai catatan kaki dalam beragam buku ilmiah, meski sebenarnya apa yang dia wariskan kepada dunia ilmu pengetahuan sangat besar. Selama mengembara melintas dua benua, Ibnu Batutta menempuh perjalanan 75.000 mil atau tiga kali lipat panjang perjalanan marcopolo. Dia menjelajah 44 negara dalam peta dunia masa kini. Dari pinggir pantai Barat Maroko, dia mengembara ke Mekah, Baghdad, Afrika timur, Dubai, India, Burma, Aceh, Riau, sampai ke Guangzhou dan Beijing. Yang mengesankan, semua pengalamannya dalam pengembaraan dia catat dengan kecermatan luar biasa, dimulai sejak Ibnu Battuta berusia 21 tahun meninggalkan Tangier, Maroko.Saya sedang asyik membaca kisah perjalanan Ibnu Battuta ketika tiba-tiba Muthia Farida teman saya yang sudah lama tidak berjumpa, mengajak tamasya ke Dubai."Kalau memang ingin ketemu Ibnu Battuta, sekarang kita harus terbang kesana." Jadi Metropolis Dubai, kota terbesar di Uni Emirat Arab, terletak di pojok tenggara Teluk Persia. Tiga puluh tahun silam, kota ini hanya dusun kecil tempat pencari mutiara beristirahat. Dusun senyap karena dikepung gurun pasir. Namun, hari ini Dubai telah berubah jadi tempat hunian modern sesudah tahun 1969 ditemukan cadangan minyak bumi terbesar ketiga di dunia. Sekarang sudah tidak ada lagi kemah masyarakat Badui yang bercampur kandang kambing dan unta. Yang sekarang muncul metropolis serba gemerlap, tempat segala macam bangsa dari segala sudut dunia bekerja, berlibur, berbelanja, dan mengerjakan semua kesenangannya. Semuanya dengan perasaan nyaman, berkat rendahnya tingkat kriminalitas. Tidak lama lagi, kota berpenduduk 1,3 juta jiwa yang 80 persennya orang asing pendatang tersebut akan dikukuhkan menjadi ibu kota pencakar langit. Sebab, dari sepuluh gedung tertinggi di dunia, posisi nomor satu dan dua diborong Dubai, setelah tahun depan pembangunan Burj Dubai setinggi 808 meter dan Al Burj dengan ketinggian 700 meter selesai. Sosok berikut nama Ibnu Battuta dilestarikan, di Dubai di tengah tempat perbelanjaan raksasa, enam mal yang dijadikan satu, dalam bangunan aneka bentuk, berada tepat dipinggir jalan raya selebar 24 jalur, Sheikh Zayeed Road. Diresmikan bulan Mei 2005, Ibn Battuta Mall di Dubai dirancang arsitek Nakhell, dilengkapi aneka macam tempat permainan kanak-kanak serta teater Imax pertama di Timur Tengah dengan sajian 21 layar. The City of Gold"Jangan lupa bawa kamera dan uang," kata Muthia. Memang benar, dalam dunia pelancong, Dubai diistilahkan sebagai The City of Gold. Kota tersebut setiap tahun mengimpor tidak kurang dari 300 ton biji emas murni, yang kemudian dijadikan aneka macam perhiasan untuk diperdagangkan di Dubai dengan menyedot pembeli dari segala sudut bumi. Wisatawan memang berduyun-duyun datang ke Dubai menikmati rendahnya harga beragam barang mewah produksi internasional, sebab kota ini memberlakukan bebas pajak penjualan. Bahkan, untuk warga pribumi, mereka bebas pajak, bebas biaya sekolah, dan sekaligus bebas biaya kesehatan. Secara otomatis mereka langsung menerima subsidi sejak lahir sampai tutup usia. Dengan demikian, tanpa harus bekerja, warga asli Dubai sudah bisa hidup layak. Jangan heran, semua pekerjaan diserahkan kepada para pendatang dari segala macam bangsa, termasuk dari Indonesia yang jumlahnya di seluruh UEA 70.000 orang. Dengan beragam kemudahan tersebut, pemerintah kemudian mengimbangi dengan memberlakukan ancaman hukuman keras terhadap segala bentuk kejahatan termasuk mengemis. Mereka yang terbukti jadi pengemis terkena hukuman penjara dua bulan plus denda 500 dirham (satu dirham sekitar Rp 25.000). Jika si pengemis orang asing langsung diusir pulang dan tercatat selamanya dalam daftar cekal, setelah menjalani hukuman penjara dan membayar denda. Memang, Dubai, adalah kota tamasya sekaligus tempat mencari uang. Sepanjang tahun, bergiliran selebriti dunia datang mengejar uang dengan mempertunjukkan keterampilan profesional sekaligus membelanjakannya. Penyanyi Cliff Richard, Robbie Williams, Jamiroquai, Bob Geldof, sampai Russell Watson muncul bergiliran. Begitu juga petenis Maria Sharapova, Martina Hingis, Lindsay Davenport, dan Amelie Mauresmo. Putaran kejuaraan dunia, sejak pacuan kuda sampai balon udara, rutin diselenggarakan. Begitu juga lomba balap mobil A1 hingga pertandingan golf, semuanya singgah di Dubai. Dengan dana melimpah dan bijak dalam memanfaatkan cadangan minyak bumi, Dubai mampu membayar segala-galanya. Bekas juara dunia golf yang kini menjadi perancang lapangan, Gregg Norman membangun sekaligus enam lapangan golf. Sebuah lapangan bermain ski dengan lima jalur lintasan setinggi 400 meter baru saja diresmikan di Malls of the Emirates. Tanpa harus peduli suasana luar yang sangat panas atau tiupan angin gurun yang bikin gerah, setiap saat warga Dubai bisa bermain ski, yang bahkan jauh lebih nyaman dibanding diwilayah bermusim dingin.Di TMII Jakarta, kita bisa menyaksikan peta Indonesia dalam bentuk rentetan pulau buatan di sebuah telaga buatan. Dubai sedang mengimbanginya dengan Membangun The World, rangkaian 300 pulau yang bakal membentuk "Wajah" dunia dengan mengaklamasi pantai. Begitu besarnya kepulauan buatan tersebut sehingga akan bisa tampak jelas dilihat dari bulan sekaligus bakal dijadikan kawasan hunian mewah dan tentu saja sangat mahal. Dengan jenaka Muthia berkomentar."Meski mini, kita toh telah lebih dulu mewujudkannya" Bedanya, di Dubai maksi dan benar-benar bisa dihuni orang. Sumber: Senior Peta Lokasi : Add as favourites (37) | Quote this article on your site | Views: 1012 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







| Pantai Ujung Genteng |
| waah mantap sekali ini tempat. keb... |
| 21/11/08 09:54 More... |
| By miaz |
| Dreamland Pantai Imp... |
| Hampir tenggelam gue di pantai ini,... |
| 20/11/08 09:07 More... |
| By Abi |
| Candi Songgoriti |
| Sayang ya, candi secantik ini tidak... |
| 20/11/08 08:25 More... |
| By robin |
| Dari Serayu ke Owabo... |
| bbrp kali rafting di serayu..ga aka... |
| 19/11/08 19:25 More... |
| By Evi |
| Pantai Iboih, Surga ... |
| emang benar kalo pantai iboih tu pa... |
| 19/11/08 17:17 More... |
| By Nazaruddin |