Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Kuliner arrow Wisata Kuliner arrow Menangkap Ayam di Balik Dedaunan
Menangkap Ayam di Balik Dedaunan PDF Cetak E-mail
(1 vote)
Saat berbuka puasa di Banda Aceh, silakan coba menu ayam tangkap di Rumah Makan Aceh Rayeuk. Biasanya ayam tangkap disajikan bersama sate, ikan bakar, gulai Plie U, dan emping goreng. Dian, salah satu kru produksi acara di sebuah televisi Jakarta, terlihat bingung melihat makanan yang disajikan di hadapannya saat berkunjung ke Banda Aceh, beberapa waktu yang lalu.


Sebuah piring dengan gundukan dedaunan ditambah beberapa potong cabai hijau ada di hadapannya. "Ini makanannya? Makanan apa ini?" katanya sesaat setelah berbuka puasa.

Dengan sigap, dia bongkar gundukan daun itu perlahan menggunakan sendok dan garpu, baru ditemui potongan-potongan kecil daging. "Ini namanya ayam tangkap. Enak, kok," seru temannya yang duduk di sampingnya.

Bagi penikmat kuliner yang kebetulan mengunjungi Banda Aceh, makanan jenis ini bisa menjadi pilihan utama untuk dinikmati. Masakan yang mulai meroket namanya pada tahun 1990-an itu kini menjadi salah satu menu pilihan para tamu dari luar Nanggroe Aceh Darussalam.

"Kalau ada tamu dari Jakarta, pasti akan saya ajak makan ayam tangkap. Mereka menyukainya," ujar Khairul, salah satu pegawai badan usaha milik negara di Banda Aceh.

Dedaunan
Sepintas, cara pengolahan jenis masakan ini tidak terlalu jauh berbeda dengan cara pengolahan ayam goreng yang harus diberi bumbu terlebih dahulu sebelum digoreng agar gurih saat dimakan. Tetapi, cara penyajiannya sangat jauh berbeda.

Staf manajemen Rumah Makan Aceh Rayeuk-Iskandar Muda, Abdul Azis, menjelaskan, sama seperti halnya pembuatan ayam goreng di rumah makan atau di desa di NAD, sebelum digoreng, ayam harus dibumbui terlebih dahulu. Setelah dipotong-potong kecil sebesar ibu jari orang dewasa, ayam kemudian dilumuri dengan campuran bumbu yang telah ditumbuk sebelumnya. Bumbu yang dibutuhkan adalah bawang putih, lada, kemiri, jahe, dan garam.

Lebih lanjut laki-laki yang sering dipanggil Boy ini menuturkan, potongan ayam yang sudah dibumbui kemudian digoreng dalam minyak goreng yang sudah mendidih. Setidaknya, diperlukan waktu 5-10 menit agar ayam yang digoreng bisa dikatakan matang.

Pada saat bersamaan, beberapa genggam daun yang akan disajikan bersamaan dengan ayam goreng tersebut dimasukkan ke dalam wajan yang sama. Hal ini dilakukan agar rasa daun tersebut juga turut meresap ke dalam daging ayam yang akan disajikan. Daun yang dimaksud terdiri dari potongan daun pandan dan salam koja.

Dedaunan itu pula yang kemudian menutupi sajian ayam tangkap di setangkup piring. Wah, aromanya bercampur, antara aroma wangi pandan dan gurih ayam, ditambah penawar aroma daun salam koja yang kecil-kecil bentuknya.

Dedaunan itu, kata juru masak ayam tangkap Abdul Azis, dicampur agar aromanya lebih sedap. Daun itu pun tidak dibuang saat ayam sudah siap disajikan. Tujuannya agar lebih menarik. Selain menampilkan daya tarik, dedaunan itu juga berfungsi sebagai lalapan kering pelengkap potongan ayam. Seperti kerupuk, hanya dari daun.

Satu potong, satu piring

Menikmati ayam tangkap lengkap dengan bumbu-bumbunya benar-benar puas. Kata orang, sesuai dengan uang yang kita keluarkan. Satu porsi ayam tangkap lengkap dengan menu pelengkap lain harganya antara Rp 100.000 sampai Rp 140.000. Menu itu cukup untuk dinikmati dua sampai empat orang sekaligus.

"Tamu-tamu dari Jakarta sering membawa. Masakan ini bisa tahan selama dua hari," kata Abdul Azis. Setiap hari, rata-rata 40 sampai 50 porsi ayam tangkap terjual di rumah makan itu. Belum lagi yang dibungkus untuk dibawa pulang atau dibawa sebagai oleh-oleh ke luar kota.

Untuk menikmati masakan itu tidak terlalu sulit bila berada di Banda Aceh. Sajian ayam tangkap yang merupakan makanan khas Aceh Besar bisa didapatkan di Rumah Makan Aceh Rayeuk. Di Banda Aceh terdapat dua tempat serupa, di Jalan T Imum Leung Bata dan Jalan Iskandar Muda.

Bagi yang ingin menikmati ayam tangkap di tempat asalnya juga bisa mengunjungi rumah makan itu di Jalan Elak Keutapang, Simpang Lampeunerut, Aceh Besar. Awalnya, masakan ini memang disajikan dan dijual di Aceh Besar saja. Lantaran pengunjung semakin banyak, pemilik rumah makan membuka cabang di Banda Aceh.

Pengunjung rumah makan banyak yang menikmati ayam tangkap saat makan siang. Di siang hari, mereka yang sering makan ayam tangkap berasal dari latar belakang beragam. Kebanyakan dari mereka adalah pekerja kemanusiaan (lembaga swadaya masyarakat) baik luar negeri maupun lokal, pegawai pemerintah daerah, maupun warga biasa.

Rumah Makan Aceh Rayeuk memang cocok menjadi penawar panasnya suhu Banda Aceh siang hari. Di tiga Rumah Makan Aceh Rayeuk, pengunjung bisa menikmati ayam tangkap di tempat lesehan maupun duduk di bangku.

Bila dimakan ramai bersama kolega, kawan, atau saudara, menjadi lebih seru. Potongan ayam tangkap menjadi lauk yang menggoda di tengah menu pelengkap lain. Daun yang digoreng bersama ayam bertumpuk dalam satu piring. Jika kelewatan, bisa-bisa hanya makan daun.

Pada bulan puasa, umumnya rumah-rumah makan atau warung kopi di Banda Aceh dan kota-kota lainnya buka dua hingga tiga jam sebelum waktu berbuka sampai dengan sekitar pukul 20.00. Setelah itu, para karyawan yang bekerja dipersilakan menunaikan ibadah salat tarawih. "Setelah itu istirahat sampai esok hari," tutur Boy.

Jadi, kalau ke Banda Aceh, jangan lupa mencicipi ayam tangkap.

Penulis : Andy Riza Hidayat dan Mahdi Muhammad
Sumber : Kompas

Peta Lokasi :

Add as favourites (31) | Quote this article on your site | Views: 785 | Cetak | E-mail

  Komentar (1)
RSS comments
1. Ditulis oleh Marco, pd 27-11-2007 07:59
Kalo nangkep ayam di kandang tetangga bermasalah nggak yah ? :grin

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Pantai Ujung Genteng
waah mantap sekali ini tempat. keb...
21/11/08 09:54 More...
By miaz

Dreamland Pantai Imp...
Hampir tenggelam gue di pantai ini,...
20/11/08 09:07 More...
By Abi

Candi Songgoriti
Sayang ya, candi secantik ini tidak...
20/11/08 08:25 More...
By robin

Dari Serayu ke Owabo...
bbrp kali rafting di serayu..ga aka...
19/11/08 19:25 More...
By Evi

Pantai Iboih, Surga ...
emang benar kalo pantai iboih tu pa...
19/11/08 17:17 More...
By Nazaruddin

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats