| Festival Terbesar di Usia 50 Tahun |
|
|
|
Usia 50 tahun, tentunya merupakan sebuah momen yang istimewa. Seperti pesta meriah selama sebulan penuh yang digelar oleh Kabupaten Tana Toraja di hari jadinya yang kelima puluh.Pesta meriah ini diberi nama Festival Tana Toraja, digelar dari tanggal 1 hingga 31 Agustus lalu. Mulai dari tingkat lembang (kampung), desa/kelurahan, kecamatan sampai kabupaten, semua ikut berpartisipasi.
Selain memperingati hari jadi Kabupaten Tana Toraja, acara ini juga lebih spesial karena ditujukan untuk memperingati hari jadi Tana Toraja yang sudah berusia 760 tahun! Puncak perayaannya sendiri, dilangsungkan pada tanggal 31 Agustus 2007, dipusatkan di Lapangan Komando Daerah Militer (Kodim) Rantepao.Masyarakat Tana Toraja terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian peringatan hari jadi daerahnya ini. Acara yang dibuka sekitar pukul 08.30 WITA, diawali dengan rangkaian parade dari berbagai kelompok masyarakat. Tidak ada satu kecamatan pun -dari total 40 kecamatan yang termasuk dalam Kabupaten Tana Toraja - yang absen dari parade ini. Seluruh kantor badan dan dinas pemerintahan pun tak kalah antusias ikut meramaikan acara ini. Saat melintasi panggung kehormatan, berbagai atraksi mulai dipertontonkan. Seperti yang dilakukan kelompok Kabupaten Sinjai yang menyuguhkan atraksi Mambolu Sipatan. Seorang anak naik ke atas bambu yang ditopang kaki dari beberapa orang dengan posisi tidur. Sebuah atraksi dari Suku Asmat pun sempat menarik perhatian para pengunjung. Ternyata mereka adalah orang Toraja yang kini menetap di Papua dan khusus datang untuk menghadiri puncak acara yang bertema "Cintailah Negerimu Lestarikan Budayamu" ini. Ada juga tarian Tira yang dibawakan oleh sekelompok anak laki-laki dari Kecamatan Makale Utara yang menggunakan alat dari bambu sebagai musik pengiring.Salah satu pentas seni unik yang juga disajikan di festival ini adalah Merok. Upacara Merok digelar sesaat sebelum dilangsungkannya upacara pengibaran bendera daerah Toraja yang berdampingan dengan bendera Merah Putih. Merok merupakan sebuah prosesi adat pemotongan kerbau ala Tana Toraja yang dilakukan sebagai ungkapan rasa suka cita warga. Seekor kerbau bisa langsung tersungkur hanya dengan sekali tebasan golok. Meski terlihat agak mengerikan, namun inilah simbol pesta terbesar warga Toraja. Hampir di semua pesta orang Toraja, biasanya diadakan upacara penyembelihan kerbau ini, terutama pada upacara pemakaman. Bagi mereka yang tergolong bangsawan tinggi, kerbau yang disembelih bisa mencapai lebih dari 25 ekor. Dan kerbau ini pun bukan sembarang kerbau, melainkan memiliki syarat tertentu, misalnya dari seluruh kerbau tersebut harus ada salah seekor yang bule. Dan harga satu ekor kerbau ini pun bisa mencapai puluhan juta rupiah! Peragaan budaya lainnya yang disuguhkan dalam acara ini adalah tarian massal Pagellu. Dan untuk kali ini, jumlah pesertanya adalah yang terbanyak sepanjang pementasan Pagellu berlangsung di Indonesia. Tarian ini dibawakan oleh 5.000 siswi SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Tana Toraja! Pagellu adalah salah satu tarian tradisional Tana Toraja untuk menyambut para patriot atau pahlawan yang kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan.Namun saat ini tarian Pagellu sering juga dipertunjukkan pada upacara kegembiraan seperti pesta perkawinan, syukuran panen dan acara penerimaan tamu terhormat. Tarian ini dilakukan oleh remaja putri, diiringi irama gendang yang ditabuh oleh empat orang remaja putra. Busana serta aksesori yang digunakan oleh para penari tersebut, terbuat dari emas dan perak. Misalnya Keris Emas/Sarapang Bulawan, Kandaure, Sa'pi' Ulu', Tali Tarrung, dan lain-lain. Ada juga Tari Nondo yang serupa dengan Tari Ma'Badong. Perbedaan keduanya hanya terletak pada saat pelaksanaannya. Bila dilakukan saat upacara pemakaman, tarian ini disebut Ma'Badong, dan disebut Nondo bila dilakukan di taat suka cita. Para penari pria maupun wanita berusia setengah baya maupun yang sudah tua, membuat lingkaran dengan saling mengkaitkan jari-jari kelingking. Kemeriahan Festival Tana Toraja 2007 ini diharapkan ini bisa menjadi titik balik pulihnya kembali sektor pariwisata di Toraja yang sempat terpuruk pasca krisis ekonomi dan berbagai ledakan bom di tanah air. Sumber: Majalah Tamasya Peta Lokasi : Add as favourites (27) | Quote this article on your site | Views: 829 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







| Surga Buah Itu Berna... |
|
Comment 22 2144 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:44 More... |
| By Sennioritta 214447 |
| Surga Buah Itu Berna... |
|
Comment 22 2144 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:44 More... |
| By Sennioritta 214435 |
| Ketika Orang Kota Me... |
|
Comment 22 2144 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:43 More... |
| By Sennioritta 214411 |
| Pesona Hening Pantai... |
|
Comment 22 2144 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:43 More... |
| By Sennioritta 214402 |
| Pesona Hening Pantai... |
|
Comment 22 2143 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:43 More... |
| By Sennioritta 214333 |