Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Afrika arrow Makaresh, Pusat Seni Budaya Arab Berber
Makaresh, Pusat Seni Budaya Arab Berber PDF Cetak E-mail
(2 votes)
Berada di lereng barat daya Pegunungan Atlas, kira-kira 150 km sebelah selatan Rabat. Karena cukup jauh dari ibu kota, Marakesh kadang-kadang terlewat dari agenda perjalanan wisata singkat. Marakesh, merupakan kota ketiga terbesar di Maroko, setelah metropolitan modern Casablanca, dan ibu kota Rabat. Padahal Marakesh sangat kaya oleh peninggalan sejarah, karena pada abad ke-11 pernah menjadi ibu kota Kerajaan Maghribi Dinasti Murabitun. Sebuah dinasti Arab-Berber (Afrika Utara) yang pernah melahirkan penguasa-penguasa Andalusia (Spanyol) ketika berada di bawah kekuasaan umat Islam (750-1492).

Jejak-jejak kejayaan masa lalu Murabitun, masih tampak pada pasar tradisional yang menonjolkan nuansa budaya Berber, warung-warung penjual manisan khas Pegunungan Atlas, bangunan-bangunan tempat membuat gerabah "keramik biru" yang amat dikagumi penggemar pernik-pernik hiasan rumah, gerbang-gerbang kota yang kokoh dilengkapi pintu besi, menara-menara terbuat dari batu bata merah setengah jingga.

Bangunan-bangunan kuno yang masih terpelihara utuh, di antaranya Menara Kutubia bersama masjid jaminya, gerbang tua Babul Aquino, Souqul Madina (pasar kota). Biro-biro wisata di Rabat atau Casablanca selalu mempromosikan Marakesh sebagai pusat seni budaya Arab Berber khas Afrika Utara yang masih bertahan dari serbuan modernisasi.

Di "Souqul Madina" umpamanya, bebagai corak perhiasan logam dari emas, platina, perunggu, kuningan, dan tembaga, menjadi ikon cendera mata. Juga wangi-wangian yang dikemas dalam wadah-wadah unik menarik, baik botol kaca maupun keramik, menebarkan aroma parfum alam yang bersumber dari bunga-bungaan, rumput atau daun-daunan dan kayu-kayuan asli Pegunungan Atlas.

Sesak padat suasana pasar tak terasa berkat semilir angin dari lubang-lubang di atas atap tinggi. Ditambah denting mandolin dan gambus, mengiringi dendang lagu-lagu padang pasir.

Jika kebetulan kita berada di Marakesh saat bulan puasa, di sebuah lapangan luas, atau alun-alun yang berada di dekat Masjid Kutubia, masjid jami terbesar di Marakesh, di situ para pejalan kaki, pedagang kaki lima, serta para penyaji berbagai atraksi, berkumpul hingga keadaan hiruk-pikuk.

Suara teriakan, obrolan, nyanyian, berbaur dengan tabuhan bermacam-macam alat musik pengiring aneka ragam pertunjukan. Ada sulap, akrobat, badut, dan banyak lagi. Semuanya menarik untuk ditonton, sambil menunggu azan magrib tiba.

Para penyaji atraksi "seni rakyat" tersebut, bukan hanya penduduk asli Marakesh, atau berasal dari kota-kota lain di Maroko, seperti Rabat, atau Casablanca. Tapi juga dari luar negeri. Antara lain; Senegal, Mauritania, Nigeria, Tunisia, Aljazair. Pokoknya multietnis dan multibangsa.Yang paling banyak mendapat perhatian adalah tukang sulap. Menggunakan tambang katun, rotan, ular kobra hidup dan peti kayu tertutup kain hitam.

Jika matahari sudah terbenam, acara yang riuh rendah mendadak sepi. Alun-alun Marakesh menjadi kosong karena semua orang berbondong-bondong ke masjid Kutibia, untuk ikut menyantap hidangan future (tajil) istimewa, berupa air teh campur bubuk "kardamon" (kapol) serta buah kurma segar setengah matang.

Usai salat magrib, baru berbuka makanan pokok yaitu "couscous" sejenis keripik terbuat dari gandum, dicelupkan ke kuah gulai daging kambing atau unta yang gurih berminyak. Menu utama ini, didampingi "kebab" berbentuk keratan daging ditusuk seperti sate.

Bumbunya terbuat dari tumbukan kacang tanah , kecap kental, perasan jeruk nipis. Disediakan pula yoghurt dicampur irisan tomat dan bawang merah, jika penyantap "kebab" menginginkan rasa dan selera lain.

Mampir dan beristirahat sejenak di Marakesh, memang memiliki kesan tersendiri, kesan yang tidak mudah kita dapatkan dan kita lupakan sepanjang hidup kita. Terutama bagi wisatawan yang cuma lewat semalam dua malam di kota kuno yang penuh sejarah itu. (rn)

Sumber : Perempuan.Com

Peta Lokasi :

Add as favourites (50) | Quote this article on your site | Views: 1045 | Cetak | E-mail

  Komentar (1)
RSS comments
1. Ditulis oleh Yance, pd 22-09-2008 11:56
Wihh... keren juga negara afrika yang satu ini...

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 7 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Pantai Ujung Genteng
waah mantap sekali ini tempat. keb...
21/11/08 09:54 More...
By miaz

Dreamland Pantai Imp...
Hampir tenggelam gue di pantai ini,...
20/11/08 09:07 More...
By Abi

Candi Songgoriti
Sayang ya, candi secantik ini tidak...
20/11/08 08:25 More...
By robin

Dari Serayu ke Owabo...
bbrp kali rafting di serayu..ga aka...
19/11/08 19:25 More...
By Evi

Pantai Iboih, Surga ...
emang benar kalo pantai iboih tu pa...
19/11/08 17:17 More...
By Nazaruddin

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats