Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Sumatera arrow Gereja India dan Buaya
Gereja India dan Buaya PDF Print E-mail
(0 votes)
There are no translations available

Di antara wajah kota Medan yang sedang berubah menjadi semakin menarik dan hidup, di daerah Asam Kumbang, Tanjung Selamat, yaitu kira-kira 15 km dari pusat kota, ada sebuah penangkaran buaya yang menjadi tujuan wisata. Betul-betul sebuah penangkaran saja, karena buaya di sana tidak diambil kulitnya dan tidak diperjualbelikan. "Tidak mendapat izin, kecuali hanya untuk wisata penangkaran," ujar Lo Than Muk, pria keras yang mendirikan penangkaran tersebut sejak tahun 1959. Di atas tanah seluas 2 hektare itu, tinggal 2.700-an buaya bersama keluarga Lo yang sederhana berikut pawang buaya. Memang terlalu sempit bagi buaya sebanyak itu. Sebagian kecil buaya tinggal di kandang sedangkan sisanya di rawa atau pinggiran rawa.

"Makanya buaya-nya disuruh KB, biar tidak bertambah semakin banyak," ujar Lo, yang sudah tampak renta dengan sisa-sisa kegagahannya. Caranya adalah dengan memisahkan sebagian buaya jantan dan buaya betina, terutama yang tinggal di kandang. Yang tinggal di rawa tentu saja sangat sulit dipisahkan.

Memasuki kawasan penangkaran itu, Anda perlu bersiap-siap merasa merinding. Ini karena begitu meninggalkan loket penjualan karcis, memasuki pintu kecil menuju penangkaran, kita langsung berada di samping kandang buaya yang tinggal bertumpuk-tumpuk di beberapa petak. Tinggi pagar kawat tua itu pun hanya kira-kira 2 meter.

Di salah satu kandang di dekat loket karcis itu tinggal pula satu buaya yang usianya sudah 32 tahun. Warna kulitnya sudah sangat hitam dan mengkilat, dengan panjang kira-kira 4 meter dan badan selebar orang dewasa atletis. Benar-benar bikin deg-degan, saking besar dan dekatnya dengan tempat kita harus berdiri atau berjalan menuju ke tempat lain.

"Itu bukan yang paling tua. Yang lebih tua ada di rawa, umurnya sudah 53 tahun," tutur Ucok, pemuda kurus kecil yang menjadi salah satu pawang buaya. Panjang buaya tua itu sekitar 6 meter.

Buaya-buaya yang di kandang-kandang itu dipisahkan berdasarkan usia. Meski demikian, pemandangan di setiap kandang sama, semua bertumpuk-tumpuk saking sempitnya kandang.

Karena itu, ketika kita ingin memotret pun disertai perasaan waswas. Bagaimana kalau ada yang lompat, ya? "Yang penting tangan atau anggota badan kita tidak melewati kandang," ujar sang pawang saat berdiri di pagar kandang sambil menyirami buaya-buaya itu dengan air bersih.

Untuk buaya sebanyak itu, Lo Than Muk harus menyediakan setidaknya 1 ton ayam, ikan, udang, atau daging. Biaya minimum yang dia harus sediakan sehari untuk biaya makan buaya adalah Rp 800 ribu.

Padahal, pendapatan dari menjual karcis tidak menentu. Pada hari biasa kadang hanya Rp 50 ribu yang diperoleh dari tiket masuk (dewasa Rp 4 ribu dan anak-anak Rp 3 ribu). Buaya-buaya itu, seperti dijelaskan pawangnya, makan tidak menentu. Kadang banyak, kadang sedikit. Namun, sejauh ini tidak pernah ada kekacauan akibat buayanya kelaparan, misalnya.

Jika Anda menginginkan atraksi, misalnya buayanya pura-pura memakan monyet (yang memang ada beberapa yang tinggal di penangkaran itu), bisa juga. Pawang akan mengambil salah satu buaya untuk keperluan atraksi tersebut. Tentu saja Anda harus memberinya sedikit imbalan untuk atraksi itu. Mau coba?

Searah jalan dengan tempat penangkaran buaya, di daerah Tanjung Selamat berdiri sebuah gereja Katolik dengan arsitektur gaya India. Bagi mata awam, gereja itu tak ubahnya sebuah kuil Hindu, seperti yang banyak terdapat di India.

Selain dari arsitekturnya yang sangat indah dan unik, Gereja Santa Maria Annai Velangkanni itu juga menjadi tempat berziarah bagi umat Katolik. Boleh jadi karena ada beberapa keajaiban yang terjadi berkaitan dengan gereja tersebut. Contohnya, ketika rumah beserta isinya di Jalan Kediri 27, Medan, tempat penyimpanan sebagian dana pembangunan gereja, terbakar habis ternyata kitab suci berikut gepokan uang tidak ikut terbakar.

Beberapa hari setelah gereja yang dibangun sejak tahun 2001 itu diresmikan oleh Plt. Gubernur Sumatera Utara, Drs. Rudolf M. Pardede dan diberkati oleh Uskup Agung Medan, Mgr. AG Pius Batubara, OFM, keajaiban terjadi lagi. Keajaiban itu berupa munculnya mata air di bawah patung Bunda Maria yang berada di kapel.

Air itu oleh umat Katolik diyakini memiliki daya penyembuhan seperti halnya mata air di Lourdes (Perancis) dan Sendangsono (Jawa Tengah). Karena itu, banyak umat berziarah ke sana untuk berdoa dan memohon kesembuhan kepada Allah Sang Maha Penyembuh, melalui pertolongan Bunda Maria.

Gereja itu sendiri dibuat sebagai sebuah persembahan kepada Bunda Maria, yang pernah menampakkan diri di pesisir Velangkanni, Tamil Nadu, India pada abad 17, sehingga tempat itu dikenal sebagai Annai Velangkanni, yang berarti Bunda dari Velangkanni.

Keajaiban itu ternyata muncul pula di Medan, sehingga Gereja Santa Maria Annai Velangkani kini menjadi tempat peziarahan, yang pertama kalinya dibangun Keuskupan Agung di Indonesia.

Seluruh konsep pendirian gereja itu satu demi satu diinspirasikan dari hasil kontemplasi misteri inkarnasi seperti diajarkan dalam latihan rohani Santo Ignatius Loyola, pendiri orde Serikat Jesus. Pastor James Bharata Putra, SJ, yang melakukan kontemplasi panjang dan menjadi desainer gereja tersebut.

Namun, jangan dibayangkan bahwa di gereja itu peribadatan hanya dilakukan dalam bahasa Hindi-India. Selain bahasa Indonesia, misa juga dilaksanakan dalam bahasa Mandarin, dipimpin oleh pastor-pastor Serikat Jesus.

Sumber: Senior

Peta Lokasi :

Add as favourites (28) | Quote this article on your site | Views: 862 | Print | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Comment:



Code:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Prev   Next >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Hotel Booking Real Time all Around The World

Advertisement at Liburan

Pesan Disini !!!

Member Login

Who Is Online ?

We have 2 guests online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Last Comment

Surga Buah Itu Berna...
Comment 22 2144
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:44 More...
By Sennioritta 214447

Surga Buah Itu Berna...
Comment 22 2144
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:44 More...
By Sennioritta 214435

Ketika Orang Kota Me...
Comment 22 2144
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:43 More...
By Sennioritta 214411

Pesona Hening Pantai...
Comment 22 2144
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:43 More...
By Sennioritta 214402

Pesona Hening Pantai...
Comment 22 2143
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:43 More...
By Sennioritta 214333

Partner Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats