Indonesia
Jawa - Bali
Curahan dari Balik Tebing Karst | Curahan dari Balik Tebing Karst |
|
|
|
|
Tak akan banyak yang menyangka, tebing-tebing karst yang gersang di Desa Bleberan, Playen, Gunung Kidul, masih mengeluarkan sejumlah air terjun. Sungguh indah menyaksikannya dari lembah di tepian Sungai Oyo. Perjalanan menuju Air Terjun Sri Getuk di Bleberan berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Yogyakarta.
Menuju barat dari Jalan Yogya - Wonosari, akan cukup sulit mengaksesnya tanpa membawa kendaraan pribadi. Kita juga tidak langsung berhenti tepat di dekat air terjun, karena masih ada perjalanan setapak sepanjang hampir satu kilometer. Namun, perjalanan dalam lingkungan desa memang selalu memberi kenyamanan dan perasaan tenang. Kesenyapan di dalamnya menjadi harmonis tatkala terdengar para petani yang tengah menggarap sawah- sawah yang berlimpah air dan sebagian lagi sedang dipanen karena telah menguning hamparan padinya.
Tempat wisata ini tak luput dari kisah-kisah mistik. Dinamai Air Terjun Sri Getuk atau Sri Ketuk karena menurut kepercayaan masyarakat setempat pada masa lalu, sering terdengar suara gamelan, yang diyakini milik raja jin Slempret yang bernama Angga Mendura. Meski jin, dirinya menyukai kesenian, sehingga sampai sekarang terkadang terdengar gamelan berbunyi. Air Terjun Sri Getuk dikelilingi dua sungai, Oyo serta Ngumbul yang memiliki tiga mata air, Dung Poh, Ngandong, dan Ngumbul. Masyarakat juga percaya bahwa air terjun tersebut dulunya adalah pasar jin. Bahkan, ketika hari pasaran jin tiba, sering ditemukan banyak sampah di sekitarnya. Meski begitu, di masa sekarang ini kepercayaan tersebut tak lagi dipegang. Koordinator pengelolaan wisata setempat, Abdul Hakim, mengemukakan air terjun yang bercabang pada dua celah tebing ini lebih dilihat sebagai aset yang perlu dilestarikan, sehingga menjadi daya tarik wisata Desa Bleberan.
Pembangunan ini didanai seorang donatur di Jakarta, tetapi kami laksanakan bersama-bersama," tutur dia, beberapa waktu lalu. Ia melanjutkan, sejauh ini dukungan pemerintah daerah setempat untuk mengangkat daerah ini sebagai kawasan wisata memang belum tampak. Meski begitu, antusiasme masyarakat begitu besar menyambut kedatangan wisatawan. (Irma Tambunan) Sumber : Kompas, 15 Desember 2006 Add as favourites (33) | Quote this article on your site | Views: 855 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|







| Surga Buah Itu Berna... |
|
Comment 22 2144 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:44 More... |
| By Sennioritta 214447 |
| Surga Buah Itu Berna... |
|
Comment 22 2144 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:44 More... |
| By Sennioritta 214435 |
| Ketika Orang Kota Me... |
|
Comment 22 2144 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:43 More... |
| By Sennioritta 214411 |
| Pesona Hening Pantai... |
|
Comment 22 2144 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:43 More... |
| By Sennioritta 214402 |
| Pesona Hening Pantai... |
|
Comment 22 2143 06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az.... |
| 23/11/08 03:43 More... |
| By Sennioritta 214333 |