|
Halaman 1 dari 2 Jika ke Kalimantan Timur khususnya Samarinda, sebaiknya mengunjungi tempat yang satu ini, Desa Pampang di Samarinda. Di desa ini kita dapat melihat kebudayaan salah satu suku Dayak yang dipertunjukkan khusus untuk wisatawan.Di sana pengunjung dapat melihat pertunjukkan budaya suku Dayak dan tari-tarian kurang lebih sekitar 2 jam yang dilangsungkan di rumah adat.Di samping itu, juga dapat melihat secara langsung kehidupan masyarakat Dayak.
Setelah menonton pertunjukan, pengunjung juga bisa berfoto dengan penari ataupun dengan orang Dayak yang berkuping panjang. Sekali foto, anda harus merogoh kocek sebesar Rp.25.000. Atau kalau mau menyewa pakaian adat untuk berfoto sendiri, hanya membayar Rp.15.000,-. Setelah puas berfoto, kita dapat berkeliling di dalam rumah adat dan mencari souvenir yang anda dapat bawa pulang. Ada gantungan kunci dengan hiasan taring beruang, harimau dan babi hutan. Ada juga tenunan khas dayak dan sebagainya.
Puas mengunjungi desa adat, sebaiknya mampir di Kebun Raya Samarinda, sebelum balik ke Samarinda. Di sana, terdapat flora dan fauna khas Kaltim yang unik. Dari Samarinda, jangan lupa mampir dulu ke museum Kutai Kertanagera, museum kayu yang berisi fosil-fosil kayu yang membatu, buaya besar pemangsa manusia yang sudah diawetkan. Perjalanan juga lengkap di Tenggarong jika belum mengunjungi pulau Kumala. Pulau ini berasal dari delta sungai Mahakam dan terletak di tengah sungai Mahakam. Untuk ke Pulau Kumala dapat naik perahu kecil dengan biaya Rp.3000,-/orang/penyeberangan. Jangan takut walau perahu kecil, jacket penyelamatnya lengkap. Ticket masuk ke Pulau Kumala Rp. 2500,-/orang. Disini, kita dapat bersantai ria dengan keluarga dengan aneka permainan yang menarik, ada gokart, ada kereta gantung, ada tower dan sebagainya.
Untuk berkunjung kesana, harus melalui Balikpapan, sebagai kota transit sebelum menuju Samarinda (ibukota propinsi Kaltim). Dari Balikpapan anda menuju ke Samarinda dengan beberapa pilihan, yaitu dengan bus (ongkos sekitar Rp.17.500 bis AC) atau dengan menyewa mobil pribadi sekitar Rp.250.000 - Rp.300.000 / hari, atau menyewa taxi pulang-pergi sekitar Rp.200.000,-. Kalau naik bus dari Samarinda, perjalanan ke desa Pampang (ke arah Bontang) dilanjutkan dengan angkot atau ojek dengan biaya sekitar Rp.20.000,-. Seluruh perjalanan wisata itu dapat dinikmati dalam satu hari saja kok. Sayangnya, kegiatan budaya di desa Pampang hanya berlangsung hari Minggu dimulai sekitar jam 13.00 siang. Dan, tidak boleh terlambat sebab pertunjukkan budayanya hanya satu kali. Saran saya, sebaiknya ke Tenggarong dulu pagi-pagi dan siangnya ke desa Pampang. Bagaimana ? Ingin berwisata ke Samarinda ? Sobat Makples, Libra Wage Hutahaean Add as favourites (45) | Quote this article on your site | Views: 1927 | Cetak | E-mail
1. Ditulis oleh Ayoe, pd 28-09-2007 08:10 Sebenernya indah juga Pampang ini, tapi seperti biasa, lokasi pariwisata di Indonesia nggak dijaga dan dirawat, sehingga terkesan kumuh. Banyak anak kecil yang minta-minta lagi seusai acara, jadi sebel ke Pampang |
2. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, pd 26-12-2007 15:32 Tempat ini recommended untuk orang yang pengen sekedar liat-liat, bukan untuk menikmati alam/budaya berlama2. Kira2 disini dua jam aja udah cukup. Banyak souvenir yang di jual disini juga udah bisa juga didapat di kota Samarinda atau Balikpapan. Kalo tempat ini dibikin lebih menarik lagi, turis pasti lebih banyak datang... Kesan khusus waktu disini : Masa foto bareng orang dayak asli juga harus bayar per-\"jepretan\" sih....???? |
3. Ditulis oleh Wawan, pd 26-12-2007 16:35 Wa... sebel yah kalo fotoan harus bayar, sama juga sih, gue juga bt waktu itu. |
4. Ditulis oleh icchank, pd 24-01-2008 11:41 galerynya bagus! |
5. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, pd 26-02-2008 21:44 sya skrg kuliah dibandung dan saya bangga jg jd warga masy.smd,degn bdyanya yg unik dan bagus tp syng pemerintah krg memperhatikan kesejahteraan merka,krena mrka mrpkn salah stu aset budaya yg hrs dilestarikan. |
|