Internasional
Amerika
Sugeng Rawuh di Paramaribo... 10 Days Eastern Europe TourBy China Airlines
![]() Rp.20.738.300 Add to Cart |
06 Days Shenzhen - Hongkong - Macau Tours By Viva Macau
![]() Rp.5.871.800 Add to Cart |
05 Days Manado Tour Package
![]() Rp.2.029.000 Add to Cart |
| Sugeng Rawuh di Paramaribo... |
|
|
|
Piye kabare? Sugeng rawuh,kata kata itulah yang saya dengar pada waktu petugas imigrasi memeriksa paspor dan visa saya di Paramaribo.Paramaribo adalah ibukota republik Suriname bekas negara jajahan Belanda di amerika selatan,letaknya diapit oleh dua negara yaitu France Guyana dan Guyana atau dulunya British Guyana.Luas negara ini kira kira hampir sebesar Kalimantan dengan penduduknya sekitar 200.000 jiwa saja,jadi bisa anda bayangkan jarak antara satu rumah dengan rumah lain berjauhan sekali. Hanya Suriname bagian utara terdapat kota kota selebihnya hanyalah hutan belantara dan sungai.Penduduk disini sangat multiculture karena mereka asal usulnya datang dari beberapa negara seperti Hindustan atau India, Madeira, Libanon, china, Yahudi, Afrika dan tidak ketinggalan Jawa. Bahasa yang digunakan oleh mereka adalah Taki taki dari kata talk,bahasa taki taki ini sebenarnya bahasa Inggris, tetapi bahasa Inggris yang dikacaukan. Sedangkan bahasa utamanya adalah bahasa Belanda. Tetapi antara sesama suku menggunakan bahasanya masing masing. Jadi antara India menggunakan bahasa sendiri, China menggunakan bahasa China dan juga Jawa menggunakan ’boso Jowo’. Tidaklah heran jika adat istiadat mereka tergantung darimana mereka datang. Demikian juga dengan makanan mereka. Tentu saja saya lebih sering makan di kota atau desa yang penuh orang Jawa. Sebab, disana saya bisa mendapat petjil (sebutan utk pecel), telo atau ketela yang disajikan dengan ikan asin, sauto soep(soto), sate dan juga dawet.Masyarakat Jawa di Suriname mempunyai nenek moyang dari pulau Jawa yang datang kesana sebelum era kemerdekaan. Mereka dikirim sebagai buruh pada perkebunan tebu oleh Belanda dan ditempatkan di Suriname. Oleh karena itulah orang Jawa disana tidak bisa berbahasa Indonesia.Orang India dan Afrika, seperti juga orang Jawa, yaitu datang sebagai buruh. Sementara orang China datang untuk berdagang dan orang Libanon untuk berjualan tekstil. Pada umumnya penduduk Suriname ramah dan sopan,apalagi kalau orang Jawa mendengar bahwa kita dari Indonesia,langsung mereka mengundang kita untuk makan malam dirumahnya. Orang Jawa kebanyakan hidup sebagai petani.Konon, Menteri Pertanian Suriname pernah dijabat orang Jawa, yaitu Suminta.Negara ini kaya akan bauksit dan mereka mengimportnya sebagai salah satu devisa negara ini selain beras dan buah buahan. Suriname juga negara yang bersih udaranya karena selain penduduknya yang sedikit juga sedikitnya pabrik pabrik.Pertanian dan peternakan merupakan hasil utama dari negeri ini. Hutannya juga sangat luas. Bahkan, saking luasnya negara ini, pemerintah menyediakan lahan gratis pada penduduk,yakni tanah seluas 2 hektar.Bila dalam lima tahun tanah tersebut digarap dan menghasilkan, maka pemerintah akan memberi lagi seluas 2 hectar untuk digarap dan anda boleh membangun rumah ditanah tersebut. Sebaliknya, bila dalam 5 tahun tanah tersebut tidak menghasilkan apapun juga maka tanah tersebut akan diambil lagi oleh pemerintah dan diberikan kepada orang lain yang memerlukan. Sungai Suriname yang membelah kota Paramaribo,bersih sekali hingga kita tidak usah kuatir akan terkena penyakit kulit bila kita berenang atau mandi disitu. Tempat rekreasi yang terkenal adalah Cola Creek. Sejenis resort yang menyediakan kolam renang alam dengan warna airnya yang coklat gelap seperti Coca-cola, karena itulah tempat ini dinamakan Cola Creek. Dua kota besar yang sempat saya kunjungi yaitu Paramaribo ibukota Suriname dan Nickerie kota terbesar kedua di Suriname. Di sana, tidak usah takut akan kekurangan restoran, karena di setiap pelosok, pasti akan menjumpai warung soto ataupun bakmi goreng. Rasa soto di sini lain dari soto di Indonesia. Rasanya, benar benar segar. Setelah itu, dapat mencicipi makanan penutup, yaitu baka banan atau pisang goreng yang cara makannya diberi pinda saus atau bumbu kacang seperti bumbu pecel. Bahkan makan bakmi goreng pun selalu dengan pinda saus ini. Kalau tidak pakai, bagi mereka, rasanya kurang lengkap. Jenis bakmi goreng disini ada dua, yaitu bakmi atau bakmi tektek dan Tjauw min yaitu bakmi goreng ala China. Setelah 5 hari di Suriname dan sekitarnya kami dengan menumpang bus antar kota menuju perbatasan France Guyana ,dan dalam waktu satu jam tibalah kami di France Guyana yang sebenarnya tidak ada bedanya dengan surinameBeberapa bahasa Suriname yang ada dikepala saya yaitu Blaka kofi atau kopi hitam,tamara atau tomorrow,gosdong atau go sit down,luku atau look,tapu mofo atau keep you mouth Sobat Makples,PN Jonathan Add as favourites (25) | Quote this article on your site | Views: 706 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
10 Days Eastern Europe TourBy China Airlines
![]() Rp.20.738.300 Add to Cart |
04 Days Macau - Hong Kong Free & Easy By China Airlines
![]() Rp.5.507.150 Add to Cart |






| Mendaki Tembok Raksa... |
| great wall is a great construction ... |
| 23/07/08 19:33 More... |
| By rian |
| Danau Gunung Tujuh, ... |
| akhirnya di umur 21 th aku bru bs m... |
| 23/07/08 17:18 More... |
| By occy |
| Wisata Alam Situ Gun... |
| saya awal juli kmrn kesana untuk st... |
| 23/07/08 16:46 More... |
| By tea |
| Bandar Kuching |
| kereen..... |
| 23/07/08 15:33 More... |
| By Nona |
| Kesejukan Danau Mani... |
| Suasananya masih pedesaan, tenang, ... |
| 23/07/08 14:15 More... |
| By jacky |