Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Eropa arrow Amsterdam, The Living Museum
LEBARAN SEASON : 08 Days Aussie Popular + Tangalooma Tour
LEBARAN SEASON : 08 Days Aussie Popular + Tangalooma Tour
Rp.21.950.850
Add to Cart
LEBARAN SEASON : 06 Days Taj Mahal - Istana Jaipur Tour
LEBARAN SEASON : 06 Days Taj Mahal - Istana Jaipur Tour
Rp.9.589.200
Add to Cart
PROMO CRUISE By Superstar Libra & Virgo
PROMO CRUISE By Superstar Libra & Virgo
Rp.2.671.500
Add to Cart
Amsterdam, The Living Museum PDF Cetak E-mail
(1 vote)
Ronggowarsito, pujangga terkenal Jawa, menyadari benar pentingnya kelestarian bangunan tua sebagai monumen jejak sejarah sebuah kota. Bangunan tua yang ada di sebuah kota teramat sayang bila dibiarkan hancur jadi puing, karena dari bangunan tua itu, banyak warisan yang bisa digali. Bukan cuma dari sejarah yang menempel pada tembok-tembok tua itu, tapi juga budaya, termasuk desain bangunan masyarakat kota itu di waktu lampau.
  Salah satu negara yang sangat memelihara bangunan dan kawasan tuanya adalah Belanda. Menjejakkan kaki di negeri penghasil keju ini, kita bagaikan terlontar ke masa lalu, bagaikan masuk ke dalam buku sejarah itu sendiri.

Dari sekian banyak kota di Belanda, yang mungkin paling menakjubkan adalah Amsterdam. Sejauh mata memandang, di kota itu bertebaran bangunan tua atau monumen lainnya yang terpelihara apik meski fungsinya bisa beragam. Setidaknya ada 8.000 monumen yang dijaga kelestariannya oleh pemerintah Amsterdam. Tak heran jika kota dengan ribuan monumennya ini dijuluki "The Living Museum".

Pemerintah Amsterdam punya kebijakan khusus yang melindungi segala yang berbau monumen, bukan cuma bangunan tua tapi termasuk wilayah Amsterdam, ya, pemandangan, kanal, dan struktur kota itu sendiri.

Semua bangunan bisa berfungsi apa saja asalkan diperlakukan sesuai dengan peraturan yang dibuat, baik oleh pemerintah pusat maupun lokal. Maka jangan heran jika Anda melihat bangunan tua di sana yang berfungsi tak hanya sebagai museum tapi juga sebagai hotel, pertokoan, apartemen, sekolah, perkantoran, restoran, atau tempat hiburan seperti bar, kafe, bahkan tempat prostistusi.

Ada sekitar 20.000 gedung di atas tanah seluas 800 hektar yang ikut menciptakan sejarah di pusat kota ini. Sepertiga bangunan itu terdiri antara lain atas bangunan gudang, gereja, istana dibangun sebelum tahun 1850. Sebanyak 6.700 bangunan masuk dalam kategori monumen nasional, yaitu gedung-gedung bersejarah yang kini dilestarikan oleh pemerintah pusat. Ada 290-an bangunan dan monumen lain yang dijaga oleh pemerintah Amsterdam sedangkan 1.160 gedung lainnya menyusul masuk dalam kategori tersebut.

Menyusuri keempat kanal Amsterdam  Singel, Herengracht (atau Kanal Heren), Keizersgracht, dan Prinsengracht “ ingatan Anda akan melayang ke pojok kota Jakarta Barat dan Utara. Di wilayah yang disebut "Old Batavia" itu, Belanda memang membangun segalanya mirip dengan Amsterdam. Tapi sayang, kanal-kanal dan bangunan tua serta kawasan kota tua Jakarta cuma dibiarkan jadi kawasan suram sambil menunggu bangunan tua roboh semua.

Yang pasti Amsterdam boleh bangga karena jadi salah satu kota yang punya bangunan penting bersejarah yang sama sekali belum tersentuh tangan-tangan jahil atau bahkan dirobohkan. Pelestarian bangunan dan lingkungan tua itu menghasilkan ribuan pelancong yang datang ke kota ini untuk berwisata sejarah.

Saking cintanya pada monumen, pada apa yang menjadi warisan masa lalu, anggota dewan Amsterdam sampai-sampai mengegolkan ide pertukaran batu dari Lapangan Dam (de Dam) ke delapan kota di dunia, termasuk Jakarta. Mereka pun punya anggota dewan yang khusus mengurus masalah monumen dan ruang publik, yakni Guido Frankfurther.

Proyek yang di pimpin Guido Frankfurther ini berhasil mengumpulkan sembilan bangsa di lapangan Wittenburger (Wittenburgerplein), Amsterdam. Mereka meresmikan proyek perpindahan batu dari delapan kota di dunia, yang dinamai Moving The World.

Ide menyatukan bongkah-bongkah batu jalan di halaman lapangan dari delapan kota di dunia itu berasal dari dua pekerja seni, Fenna Swart (Belanda) dan Joseph Scorselo (Amerika). Batu yang akan dipindahkan adalah batu yang biasa menghiasi lapangan di kota-kota dunia. Delapan kota yang dipilih adalah kota yang punya hubungan sejarah dengan Amsterdam, yakni Casablanca, Ankara, Athena, Kairo, Oslo, Kopenhagen, Antwerp, dan Jakarta.

Akhirnya pengapalan dan pengiriman balok batu bekas tadi malah jadi proyek seni yang direstui anggota dewan Amsterdam, khususnya yang menangani ruang publik dan monumen. Delapan penjuru angin dipilih sebagai simbol Amsterdam yang multikultural. Itu juga menggambarkan hubungan yang dimiliki Amsterdam khususnya dan Belanda umumnya dengan negara yang kotanya terpilih.

Di Jakarta, balok batu asal Amsterdam itu itanam di Lapangan Fatahillah yang adalah halaman Museum Sejarah Jakarta. Pelaksanaan penanaman batu itu berlangsung akhir Maret lalu. Dengan tertanamnya batu itu, jejak kaki jutaan manusia yang lalu lalang di Amsterdam sejak 1974 ikut tertancap di sana.
Add as favourites (19) | Quote this article on your site | Views: 537 | Cetak | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

Mencari Sesuatu ?

Guide Liburan.Info

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Produk Terbaru

FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Free & Easy
FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Free & Easy
Rp.7.433.600
Add to Cart

Produk Acak

LEBARAN SEASON : 05 Days Bangkok Pattaya Tour
LEBARAN SEASON : 05 Days Bangkok Pattaya Tour
Rp.7.914.750
Add to Cart

Iklan di Liburan



Indonesia Joomla Topsites

Pencarian di Google

Produk Liburan.Info

Sol Elite Marbella - Anyer (5 Stars)
Sol Elite Marbella - Anyer (5 Stars)
Rp.785.000
Add to Cart


Harris - Kuta (4 Stars)
Harris - Kuta (4 Stars)
Rp.711.000
Add to Cart


Febri's Hotel & Spa (4 Stars)
Febri's Hotel & Spa (4 Stars)
Rp.430.000
Add to Cart


Hotel 81 Geylang - Singapore
Hotel 81 Geylang - Singapore
Rp.387.350
Add to Cart


The Centerpoint - Brunei
The Centerpoint - Brunei
Rp.762.500
Add to Cart


Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 3 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Beragam Wisata Relig...
HI, IS VERY GOOD, I,AM CAME ...
06/09/08 19:52 More...
By iwanta

Batik, Setia Bersama...
'.BATIK,,,,,, '.WOOKKEEYYYY ,,, '....
06/09/08 17:02 More...
By D'JA

Batik, Setia Bersama...
Batik d'jogja kren abiiiiizzzzzz Lh...
06/09/08 16:43 More...
By aquuuuuu gichu lhoooooo,,,,,,

Batik, Setia Bersama...
heeeeeiiiii,,,,, .bkan na kota bat...
06/09/08 16:38 More...
By diah mustika

Wisata Alam Situ Gun...
bisa minta contact person TWA Situ ...
05/09/08 18:59 More...
By Anin

Rekan Liburan.Info

Indonesia Antique Galery