Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Kuliner arrow Wisata Kuliner arrow Huize Trivelli
LEBARAN SEASON : 06 Days Vietnam Highlights Tour
LEBARAN SEASON : 06 Days Vietnam Highlights Tour
Rp.11.693.700
Add to Cart
LEBARAN SEASON : 08 Days Mabuhay China Muslim Tour
LEBARAN SEASON : 08 Days Mabuhay China Muslim Tour
Rp.9.131.700
Add to Cart
FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Shenzhen Tour
FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Shenzhen Tour
Rp.8.445.600
Add to Cart
Huize Trivelli PDF Cetak E-mail
(1 vote)
Bagi sebagian orang, makan bukan hanya perkara mengganjal perut lapar tetapi juga soal citarasa, suasana, bahkan sejarah peradaban sebuah kaum. Kalau itu juga yang Anda cari, sempatkanlah diri ke Huize Trivelli Heritage Resto & Patissier di Jalan Tanah Abang II, Nomor 108, Jakarta Pusat. Restoran yang buka sejak November 2006 itu menempati sebuah rumah tua, rumah asli dari perumahan warga Eropa-Belanda, yang dibangun tahun 1939. Di situ Anda bisa merasakan citarasa masakan para priayi jaman dulu dengan sentuhan tatakrama Eropa, romantika masa kolonial, serta memperoleh infomarsi tentang sejarah kuliner, bahkan secuil sejarah Jakarta, dan tentu saja perut kenyang.
Si pemilik, Wahyuni Baliningtiyas, menyediakan menu masakan warisan leluhurnya dari Jawa Timur,  serta leluhur suaminya, Jalaludin Soe’oed dari Batavia (Betawi).  Wahyuni menyiapkan sendiri makanan, demi kualitas terbaik, dan menjamin bahan-bahan yang digunakan bebas zat pengawet.

Masakan di Trivelli Huize (Rumah di Jalan Trivelli) masuk kategori indische. Manajer Operasional Huize Trivelli, Bambang Pangayoman, mengartikan masakan indische sebagai masakan tradisional Indonesia yang telah disesuaikan dengan cita rasa dan disajikan secara Barat (Belanda). "Jadi ada menu pembuka, menu utama dan menu penutup. Setting meja makan juga seperti cara orang-orang Barat tapi menunya sendiri ya masakan Indonesia," kata Bambang yang adalah adik Wahyuni.

Tempat itu menyediakan aneka menu. Beberapa merupakan menu tetap namun ada yang berubah setiap hari, yaitu yang masuk dalam kategori Mini Rijsttafel in Harmonie. Dalam kategori mini-rijsttafel pilihannya antara lain Rawon Simpangweg Soerabia, Soto Ajam Prijaji Herenstraat, Smoor Daging Bellevue, Ajam Tjotjok Bromoweg, Laksa Njonja Molenvliet, dan Soto Betawi Gang Thomas.

Saya memesan mini-rijsttafel dengan menu utama Laksa Njonja Molenvliet yang tersedia pada hari itu. Namanya yang aneh membuat saya penasaran. Rasanya saya tidak sabar menunggu makanan yang akan saya santap.

Mini-rijsttafel Laksa Njonja Molenvliet itu sesungguhnya sebuah paket berisi insulinde pastei ajam, nasi poetih, laksa njonja Molendiet, kroepoek oedang, sambel kemiri, sate mentool polonia, dan bir pletok a la crema. Semuanya Rp 45.000, belum termasuk pajak.

Nasi putih, kerupuk udang dan sambal kemiri tidak perlulah dijelaskan. Tapi trivelli insulinde pastei ajam?  Itu merupakan menu pembuka yang lezat dan panas karena baru dikeluarkan dari oven. Isinya sayur-sayuran, jamur kuping, ayam, susu, keju serta so’un yang ditutup dengan kentang giling. Benar-benar nikmat!

Lalu, bir pletok a la creme. Saya membayangkan akan menenggak minuman yang sedikit beralkohol di sore itu. Bayangan saya meleset. Bir yang ini tidak ada alkoholnya sama sekali. Rasanya manis. Isinya hanya air, perasan daun pandan, lalu diramu dengan kayu manis, cengkeh, serta jahe. Kandungan jahe yang dominan membuat minuman itu terasa hangat di tenggorokan.

Laksa Njonja Molenvliet merupakan menu utama. Ini merupakan kari beraroma rempah, berbasis santan kental, dan berwarna kuning karena kunyit. Isinya bihun, udang segar yang masih kenyal, telur rebus, toge, serta ayam suwir.

Satu lagi, sate mentool. Bentuknya mirip sate lilit di Bali. Sate mentool ini terbuat dari daging ayam dan kelapa. Sebagai tusukan sate adalah batang daun sereh. Aroma sereh sangat terasa ketika menyantapnya.

Oh ya rijsttafel, itu kata bahasa Belanda yang secara literer diterjemahkan sebagai rice table dalam bahasa Inggris (The Jakarta Post, Juni 2007). Rijsttafel salah satu kreatifitas kuliner masa kolonial. Sesungguhnya rijsttafel berupa satu paket nasi yang disajikan lengkap dengan serangkaian lauk-pauk. Aneka lauk pauk itu disajikan dalam porsi kecil di atas sebuah meja.

Konon, dulu, kalangan atas di Hindia Belanda yang terdiri dari pegawai pemerintahan dan pemilik perkebunan ketika makan meja makan mereka penuh dengan aneka menu masakan tetapi dalam porsi kecil. Kata Bambang, meski diciptakan orang-orang Belanda, rijsttafel memiliki akar dalam tradisi kuliner Indonesia. "Masyarakat kita kan dari dulu sudah menyajikan nasi dalam bakul besar lalu ada beragam lauk-pauk yang di sekitarnya. Orang-orang Belanda meniru hal itu," kata Bambang.

Jika ingin menikmati menu mini-rijsttafel di Huize Trivelli, sebaiknya telepon terlebih dahulu karena menu berganti-ganti setiap hari. Anda juga bisa memesan tetapi minimal untuk enam porsi.

Selain makanan, Huize Trivelli menghadirkan suasana yang berbeda. Atmosfir tempat itu lebih mirip rumah daripada restoran. Interiornya merupakan hasil perpaduan harmonis dari gaya eropa, cina, dan jawa yang oleh si pemilik dalam situsnya,  www.huize-trivelli.com, disebut sebagai interior bergaya klasik eklektik.

Sejumlah barang antik dan benda-benda seni memenuhi ruangan restoran. Menurut Bambang, furniture yang digunakan umumnya warisan dan koleksi keluarga dan rata-rata berusia tua. Di antara koleksi yang ada terdapat antara lain vas bunga dari zaman dinasti Ching. Pada dinding ruangan ada foto-foto tua milik keluarga. Anda di bawa ke masa lalu, sekitar awal abad ke-20, saat memperhatikan gaya berpakaian orang-orang dalam foto-foto tersebut.

Huize Trivelli juga menyuguhkan sepenggal sejarah Jakarta. Lokasi restoran itu dulunya bernama Laan Trivelli, sebuah kawasan elit orang-orang Eropa. Bangunan restoran itu dulunya rumah milik keluarga Belanda. Keluarga Jalaludin Soe’oed baru memiliki rumah itu tahun 1953.

Pada masa pendudukan Jepang(1942-1945) kawasan pemukiman Laan Trivelli digunakan sebagai kamp tahanan untuk wanita dan anak-anak warga Eropa-Belanda. Karena Laan Trivelli melintasi Kali Cideng maka dunia mengenal kamp tahanan ini sebagai Kamp Tjideng.

Dua jam di tempat ini rasanya tidak cukup. Atmosfir yang homey, makanan rumahan yang lezat, harga yang reasonabel, plus koleksi benda-benda seni serta iringan musik jaman dulu membuat betah dan enggan beranjak.

Huize Trivelli Resto & Patissier
Jl Tanah Abang 2 No. 108, Jakarta Pusat
Telepon dan fax : 3865803
Buka: Senin -Jumat 11.00 - 19.00
Sabtu 10.00 - 21.00, Minggu libur.

Penulis: Egidius Patnistik

Add as favourites (26) | Quote this article on your site | Views: 758 | Cetak | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

Mencari Sesuatu ?

Guide Liburan.Info

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Produk Terbaru

FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Free & Easy
FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Free & Easy
Rp.7.433.600
Add to Cart

Produk Acak

Brunei Hotel Tourist - Brunei
Brunei Hotel Tourist - Brunei
Rp.549.000
Add to Cart

Iklan di Liburan



Indonesia Joomla Topsites

Pencarian di Google

Produk Liburan.Info

Sari Segara Resort (3 Stars)
Sari Segara Resort (3 Stars)
Rp.405.000
Add to Cart


Novotel - Jogjakarta
Novotel - Jogjakarta
Rp.565.000
Add to Cart


Sheraton - Surabaya (5 Stars)
Sheraton - Surabaya (5 Stars)
Rp.870.000
Add to Cart


Lor Inn - Solo (4 Stars)
Lor Inn - Solo (4 Stars)
Rp.415.000
Add to Cart


Adhi Jaya (3 Stars)
Adhi Jaya (3 Stars)
Rp.450.000
Add to Cart


Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 10 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Wisata Gereja Tua Ja...
Bolehkah share foto2 gereja Immanue...
28/08/08 19:26 More...
By Ledy

Museum Fossil di Kor...
saya punya fosil kayu yg sudah memb...
28/08/08 18:42 More...
By RH Nugroho

Pantai Selat Baru di...
iya unhee, ku akan menunggu unhee s...
28/08/08 12:53 More...
By someone

Pantai Selat Baru di...
pengen.... kapan ya unhee penempata...
28/08/08 12:51 More...
By unhee

Pesona Pulau Pasir P...
Sibolga, is my really country.... ...
27/08/08 21:09 More...
By Junedy Martoni Sinaga

Rekan Liburan.Info

Indonesia Antique Galery