Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Kuliner arrow Wisata Kuliner arrow Sate Lilit Karangasem
Sate Lilit Karangasem PDF Cetak E-mail
(10 votes)
Makanan berupa sate tidak selalu daging yang disayat atau dipotong-potong lalu ditusuk sebelum dibakar. Begitu pula untuk sate lilit yang merupakan santapan khas Kabupaten Karangasem, Bali. Bahan dasar sate ini adalah ikan laut berukuran besar, seperti tuna. Daging ikan ini dilembutkan dan diberi bumbu, santan, serta parutan kelapa. Ketika bumbu sudah menyatu dengan ikan, sate mulai bisa dibentuk dengan mengepal daging ikan memanjang di tusuk sate. Sate lilit dibakar dan siap dinikmati bersama sepiring tupat, semangkuk sup ikan, dan plecing kangkung.
Rasanya sedikit pedas dan aroma khasnya ketika dibakar dijamin bikin ngiler. Apalagi bagi penikmat makanan dan penggemar pedas. Membakarnya pun pakai arang batok kelapa, bukan arang kayu. Katanya, rasanya lebih nyus pakai batok kelapa.

Sementara pasangan makanannya adalah tipat, sebutan nasi ketupat di Pulau Dewata. Sedangkan plecing kangkung adalah rebusan kangkung yang diberi ulekan sambal cabai tomat mentah dan taburan kacang tanah goreng. Sedangkan sup ikan berkuah bening dengan kaldu ikan.

Kekhasan ulenan sate lilit adalah ulekan bumbu-bumbu yang terdiri dari kunyit, kencur, pala, gula aren, sereh, dan minyak kelapa. Selesai diuleni, paling baik daging ikan didiamkan sampai bumbu benar-benar menyatu dengan daging ikan yang sudah ditumbuk halus.

Pedagang sate lilit mudah dijumpai di trotoar atau pinggiran jalan di Kota Denpasar. Tempat berjualannya pun tergolong sederhana karena para penjual hanya membawanya dengan cara menyunggi saja. Tetapi, ada pula yang setelah lebih dari 10 tahun berjualan, si penjual berkembang menjadi restoran atau berlokasi permanen di tempat makan yang cukup beberapa meja dan kursi.

Salah satu penjual sate lilit ala Karangasem adalah suami-istri Made Merta (37) dan Made Karyani (29). Keduanya sudah lebih dari 10 tahun merintis usaha dengan melanjutkan jualan sang ayah di pinggir Jalan Hayam Wuruk, di depan gang Jalan Drupadi, Denpasar. Hampir setiap hari ribuan tusuk satenya ludes dibeli pelanggan. Mereka memberi harga Rp 1.000 untuk tiga tusuk sate.

Sate dikepal ditusuk dan dibakar langsung di tempat penjualan tersebut. Seember sedang adonan sate lilit menjadi ratusan tusuk. Tusuk satenya bukan seperti tusuk sate ayam biasa, tetapi terbuat dari bambu dengan ukuran sekitar 5 sentimeter dan panjang sekitar 15 sentimeter.

Karyani dan Merta melengkapi sate lilitnya dengan jukut ares (sayur inti batang pisang), jukut nangka (sayur nangka muda), serta tak ketinggalan plecing kangkung.

Sebenarnya, makanan ikan khas Karangasem bukan hanya sate lilit. Ada pula sate tusuk. Bedanya, ikan pada sate tusuk hanya dipotong-potong tanpa dihaluskan dan bumbunya tidak dicampur santan serta parutan kelapa. Soal rasa, tidak kalah dengan sate lilit.

Pasangan suami-istri ini mengingatkan untuk berhati-hati ketika menyantap atau membeli sate lilit. "Bukan untuk menjatuhkan karena banyak juga yang enak selain kami ini. Hanya saja, sebagian mereka menggunakan pewarna, bukannya kunyit. Ini agar kelihatan segar, padahal bisa jadi itu sudah disimpan beberapa hari. Makanya lebih selektif," ungkapnya.

Tempat jualan sate lilit Karangasem lain di Denpasar yang juga diserbu penikmatnya ada di Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, dekat pertigaan Waturenggong dan Tukad Pakerisan. Usaha Nengah Rambeg itu cukup maju sehingga sudah sekitar 10 tahun lalu dia meninggalkan rombong kaki limanya dan menukarnya dengan warung.

Warung milik Nengah buka dari pukul 08.00 Wita sampai sore sekitar pukul 15.00 Wita. "Kalau lagi ramai, pukul satu siang atau dua siang kami sudah kehabisan dan tutup," kata Nengah.

Menurut Nengah, sehari dia mampu mengadon lebih dari 50 kilogram. Pegawainya pun mereka datangkan dari Karangasem, lebih dari 80 kilometer ke arah timur Kota Denpasar. "Jadi, jangan sungkan titip teman atau saudara ketika ke Bali, titip dibawakan sate lilit atau sate tusuk ala Karangasem, ya?"

Pembuatannya memang tidak memakan waktu lama. Hanya saja, karena pengadonannya dalam jumlah partai besar, maka pembuatannya pun bisa dari jam dua pagi.

"Apalagi kalau dapat pesanan dari luar kota atau hotel dalam ribuan tusuk. Wah, bisa pakai bergiliran pegawai untuk membuatnya," ungkap Nengah Rambeg serius.

Dengan berjualan ribuan tusuk sate lilit ikan dan juga sate tusuknya, baik Wayan Merta maupun Nengah Rambeg sanggup menghidupi keluarga besarnya. Mereka pun mengakui mulai mapan kehidupannya dengan penghasilan kotor sehari lebih dari Rp 3 juta.

Kedua penjual spesialis sate lilit di Denpasar ini bersyukur memiliki keahlian turun-temurun berdagang sate. Bahkan, keduanya mengaku kewalahan dengan pesanan, baik dari hotel-hotel berbintang di Pulau Dewata maupun pesanan dari langganan luar kotanya yang dari luar pulau.

Keduanya merantau dari Karangasem ke Denpasar karena kabupaten yang 90 persen berupa lahan kering itu masuk daftar kabupaten miskin nasional.

Biasanya, terutama kaum ibu, khawatir masakan atau makanan yang menggunakan kelapa dapat cepat basi atau masem kata orang Bali. Tetapi, tak perlu khawatir dengan masakan khas Karangasem ini. Sate lilit buatan pasangan Made dijamin tahan lama dan bisa dibawa ke luar kota.

Mungkin juga karena aroma yang kuat terkadang memang membuat orang ragu menjadikan tentengan ke luar kota. Takut berlendir.

"Tidak perlu khawatir karena bumbunya alami. Justru di situ kekuatan sate kami. Sate akan kami bungkus dengan rapi menggunakan dus. Bisa titip di tempat pendingin kalau dibawa dengan pesawat terbang," kata Made Karyani. Sesampai di rumah, sate kembali dipanasi dengan dibakar.

Cara lain, sate dapat dibawa mentah atau sudah ditusuk, hanya belum dibakar. Kalau membawa mentah, segera masukkan ke lemari pendingin. Cara ini bisa membuat sate awet sekitar tiga hari. Yang pasti, sate itu dibawa tanpa plecing kangkung dan tipat. Keduanya jelas tidak akan tahan lama.

Penulis : Ayu Sulistyowati
Sumber : Kompas

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...


Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:


Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Salam Liburan Indonesia...

Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan ke turki murah

liburan pulau macan pulau seribu

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan natal dan tahun baru 2011

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 2 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
The Green Village

Alexa Traffic Stats