Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Kuliner arrow Wisata Kuliner arrow Sate Lilit Karangasem
LEBARAN SEASON : 07 Days Malaysia Singapore Tour
LEBARAN SEASON : 07 Days Malaysia Singapore Tour
Rp.10.476.750
Add to Cart
LEBARAN SEASON : PROMO 05 Days Bangkok Pattaya Tour
LEBARAN SEASON : PROMO 05 Days Bangkok Pattaya Tour
Rp.6.295.200
Add to Cart
LEBARAN SEASON : 08 Days Fantastic New Zealand + Milford Sound
LEBARAN SEASON : 08 Days Fantastic New Zealand + Milford Sound
Rp.22.124.700
Add to Cart
Sate Lilit Karangasem PDF Cetak E-mail
(0 votes)
Makanan berupa sate tidak selalu daging yang disayat atau dipotong-potong lalu ditusuk sebelum dibakar. Begitu pula untuk sate lilit yang merupakan santapan khas Kabupaten Karangasem, Bali. Bahan dasar sate ini adalah ikan laut berukuran besar, seperti tuna. Daging ikan ini dilembutkan dan diberi bumbu, santan, serta parutan kelapa. Ketika bumbu sudah menyatu dengan ikan, sate mulai bisa dibentuk dengan mengepal daging ikan memanjang di tusuk sate. Sate lilit dibakar dan siap dinikmati bersama sepiring tupat, semangkuk sup ikan, dan plecing kangkung. Rasanya sedikit pedas dan aroma khasnya ketika dibakar dijamin bikin ngiler. Apalagi bagi penikmat makanan dan penggemar pedas. Membakarnya pun pakai arang batok kelapa, bukan arang kayu. Katanya, rasanya lebih nyus pakai batok kelapa.

Sementara pasangan makanannya adalah tipat, sebutan nasi ketupat di Pulau Dewata. Sedangkan plecing kangkung adalah rebusan kangkung yang diberi ulekan sambal cabai tomat mentah dan taburan kacang tanah goreng. Sedangkan sup ikan berkuah bening dengan kaldu ikan.

Kekhasan ulenan sate lilit adalah ulekan bumbu-bumbu yang terdiri dari kunyit, kencur, pala, gula aren, sereh, dan minyak kelapa. Selesai diuleni, paling baik daging ikan didiamkan sampai bumbu benar-benar menyatu dengan daging ikan yang sudah ditumbuk halus.

Pedagang sate lilit mudah dijumpai di trotoar atau pinggiran jalan di Kota Denpasar. Tempat berjualannya pun tergolong sederhana karena para penjual hanya membawanya dengan cara menyunggi saja. Tetapi, ada pula yang setelah lebih dari 10 tahun berjualan, si penjual berkembang menjadi restoran atau berlokasi permanen di tempat makan yang cukup beberapa meja dan kursi.

Salah satu penjual sate lilit ala Karangasem adalah suami-istri Made Merta (37) dan Made Karyani (29). Keduanya sudah lebih dari 10 tahun merintis usaha dengan melanjutkan jualan sang ayah di pinggir Jalan Hayam Wuruk, di depan gang Jalan Drupadi, Denpasar. Hampir setiap hari ribuan tusuk satenya ludes dibeli pelanggan. Mereka memberi harga Rp 1.000 untuk tiga tusuk sate.

Sate dikepal ditusuk dan dibakar langsung di tempat penjualan tersebut. Seember sedang adonan sate lilit menjadi ratusan tusuk. Tusuk satenya bukan seperti tusuk sate ayam biasa, tetapi terbuat dari bambu dengan ukuran sekitar 5 sentimeter dan panjang sekitar 15 sentimeter.

Karyani dan Merta melengkapi sate lilitnya dengan jukut ares (sayur inti batang pisang), jukut nangka (sayur nangka muda), serta tak ketinggalan plecing kangkung.

 Sebenarnya, makanan ikan khas Karangasem bukan hanya sate lilit. Ada pula sate tusuk. Bedanya, ikan pada sate tusuk hanya dipotong-potong tanpa dihaluskan dan bumbunya tidak dicampur santan serta parutan kelapa. Soal rasa, tidak kalah dengan sate lilit.

Pasangan suami-istri ini mengingatkan untuk berhati-hati ketika menyantap atau membeli sate lilit. "Bukan untuk menjatuhkan karena banyak juga yang enak selain kami ini. Hanya saja, sebagian mereka menggunakan pewarna, bukannya kunyit. Ini agar kelihatan segar, padahal bisa jadi itu sudah disimpan beberapa hari. Makanya lebih selektif," ungkapnya.

Tempat jualan sate lilit Karangasem lain di Denpasar yang juga diserbu penikmatnya ada di Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, dekat pertigaan Waturenggong dan Tukad Pakerisan. Usaha Nengah Rambeg itu cukup maju sehingga sudah sekitar 10 tahun lalu dia meninggalkan rombong kaki limanya dan menukarnya dengan warung.

Warung milik Nengah buka dari pukul 08.00 Wita sampai sore sekitar pukul 15.00 Wita. "Kalau lagi ramai, pukul satu siang atau dua siang kami sudah kehabisan dan tutup," kata Nengah.

Menurut Nengah, sehari dia mampu mengadon lebih dari 50 kilogram. Pegawainya pun mereka datangkan dari Karangasem, lebih dari 80 kilometer ke arah timur Kota Denpasar. "Jadi, jangan sungkan titip teman atau saudara ketika ke Bali, titip dibawakan sate lilit atau sate tusuk ala Karangasem, ya?"

Pembuatannya memang tidak memakan waktu lama. Hanya saja, karena pengadonannya dalam jumlah partai besar, maka pembuatannya pun bisa dari jam dua pagi.

"Apalagi kalau dapat pesanan dari luar kota atau hotel dalam ribuan tusuk. Wah, bisa pakai bergiliran pegawai untuk membuatnya," ungkap Nengah Rambeg serius.

Dengan berjualan ribuan tusuk sate lilit ikan dan juga sate tusuknya, baik Wayan Merta maupun Nengah Rambeg sanggup menghidupi keluarga besarnya. Mereka pun mengakui mulai mapan kehidupannya dengan penghasilan kotor sehari lebih dari Rp 3 juta.

Kedua penjual spesialis sate lilit di Denpasar ini bersyukur memiliki keahlian turun-temurun berdagang sate. Bahkan, keduanya mengaku kewalahan dengan pesanan, baik dari hotel-hotel berbintang di Pulau Dewata maupun pesanan dari langganan luar kotanya yang dari luar pulau.

Keduanya merantau dari Karangasem ke Denpasar karena kabupaten yang 90 persen berupa lahan kering itu masuk daftar kabupaten miskin nasional.

Biasanya, terutama kaum ibu, khawatir masakan atau makanan yang menggunakan kelapa dapat cepat basi atau masem kata orang Bali. Tetapi, tak perlu khawatir dengan masakan khas Karangasem ini. Sate lilit buatan pasangan Made dijamin tahan lama dan bisa dibawa ke luar kota.

Mungkin juga karena aroma yang kuat terkadang memang membuat orang ragu menjadikan tentengan ke luar kota. Takut berlendir.

"Tidak perlu khawatir karena bumbunya alami. Justru di situ kekuatan sate kami. Sate akan kami bungkus dengan rapi menggunakan dus. Bisa titip di tempat pendingin kalau dibawa dengan pesawat terbang," kata Made Karyani. Sesampai di rumah, sate kembali dipanasi dengan dibakar.

Cara lain, sate dapat dibawa mentah atau sudah ditusuk, hanya belum dibakar. Kalau membawa mentah, segera masukkan ke lemari pendingin. Cara ini bisa membuat sate awet sekitar tiga hari. Yang pasti, sate itu dibawa tanpa plecing kangkung dan tipat. Keduanya jelas tidak akan tahan lama. (Kompas/ Ayu Sulistyowati)
Add as favourites (25) | Quote this article on your site | Views: 630 | Cetak | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

Mencari Sesuatu ?

Guide Liburan.Info

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Produk Terbaru

FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Free & Easy
FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Free & Easy
Rp.7.433.600
Add to Cart

Produk Acak

Aston Tropicana - Bandung (4 Star)
Aston Tropicana - Bandung (4 Star)
Rp.575.000
Add to Cart

Iklan di Liburan



Indonesia Joomla Topsites

Pencarian di Google

Produk Liburan.Info

Ramada Bintang Bali Resort (5 Stars)
Ramada Bintang Bali Resort (5 Stars)
Rp.1.180.000
Add to Cart


Sri Kusuma Hotel (Undefinned)
Sri Kusuma Hotel (Undefinned)
Rp.255.000
Add to Cart


FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Free & Easy
FIT LEBARAN SEASON : 05 Days Hongkong Free & Easy
Rp.7.433.600
Add to Cart


The Ascott - Jakarta (Apartment)
The Ascott - Jakarta (Apartment)
Rp.1.290.000
Add to Cart


Oranjje Hotel (3 Stars)
Oranjje Hotel (3 Stars)
Rp.255.000
Add to Cart


Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 1 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Wisata Alam Situ Gun...
bisa minta contact person TWA Situ ...
05/09/08 18:59 More...
By Anin

Pantai Pangandaran
Kunjungi web informasi online panga...
05/09/08 11:11 More...
By InfoPangandaran.Com

Wisata Bahari Lamong...
Wah passti seru niiiih.....bisa men...
05/09/08 10:23 More...
By Putri Dewi

Taman Bunga Nusantar...
Kalau naik kereta api, naik sampai ...
04/09/08 13:49 More...
By Liburan.Info

Discover The Magic o...
Memang Hongkong adalah salah satu t...
04/09/08 13:46 More...
By Liburan.Info

Rekan Liburan.Info

Indonesia Antique Galery