Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Jawa - Bali arrow Mesjid Agung Banten
Mesjid Agung Banten PDF Cetak E-mail
(15 votes)
Pagi itu, meskipun mendung nampak serombongan ibu-ibu berbusana seragam muslim warna biru muda berjalan bergegas menuju kompleks Mesjid Agung Banten. Hujan rintik yang mulai perlahan turun nampaknya tidak mampu mengurungkan niat mereka untuk berziarah kemakam-makam sultan banten. Sepertinya hal ini merupakan rutinitas yang telah biasa mereka lakukan di hari-hari tertentu. Menjelang siang nampak berbagai bus-bus pariwisata yang didominasi kaum hawa berdatangan dari berbagai wilayah di pulau Jawa. Tampak sekali rasa antusias mewarnai rona muka tatkala mereka berkunjung atau berziarah ke Mesjid Agung Banten. Masjid Agung Banten yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanudin atau putera dari Sunan Gunung Jati, meskipun telah berumur lebih dari 4 abad (didirikan pada kisaran tahun 1560-1570), nampak masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik. Seperti juga mesjid-mesjid lainnya, bangunan induk mesjid berdenah segi empat. Atapnya merupakan atap bersusun lima dengan bagian kiri dan kanannya terdapat masing-masing serambi. Agaknya serambi ini dibangun pada waktu kemudian. Didalam serambi kiri, yang merupakan bagian utara dari mesjid, terdapat makam-makam dari beberapa sultan Banten dan keluarganya, diantaranya makam Maulana Hasanuddin dan isterinya, Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Abu Nashr Abdul Qahhar. Sedangkan didalam serambi kanan, yang terletak di selatan, terdapat pula makam-makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul 'Abidin dan lain-lainnya. Pada bagian tangga pada masdjid itu memiliki model menyerupai goa, yang menurut sejarah pembangunannya dilakukan atas bantuan seorang arsitektur asal Mongolia bernama Cek Ban Cut.

Pada sisi timur dari mesjid tersebut terdapat menara yang berdiri dengan ketinggian +/- 30 meter dengan diameter bagian pangkalnya +/- 10 meter. Menara ini dulunya selain sebagai tempat untuk mengumandangkan azan juga digunakan untuk melihat/mengawasi perairan laut. Konon menara ini dibangun semasa kekuasaan Sultan Haji pada tahun 1620 oleh seorang arsitek Belanda, Hendrik Lucazoon Cardeel. Pada waktu itu, Cardeel memang membelot ke pihak Banten, dan kemudian dianugerahi gelar Pangeran Wiraguna.

Dibagian dalam menara tersebut terdapat sebuah tangga untuk menuju bagian atasnya. Tangga tersebut melingkari menara pada bagian tepi dalamnya dengan lorong sempit yang hanya cukup dilewati oleh satu orang saja. Bahkan bila anda memiliki ukuran tubuh yang gemuk/besar, bisa dipastikan tidak akan bisa melewatinya. Dari bagian atas menara ini, kita dapat melihat pemandangan disekitar mesjid termasuk lautan lepas dengan perahu-perahu nelayannya. Jarak antara menara ini dengan pantai tidaklah jauh yakni kurang lebih 1,5 km, sehingga cukup jelas untuk memantau kesibukan di perairan laut banten.

Bagian Selatan dari Mesjid Agung Banten terdapat bangunan yang dinamakan Tiyamah. Bentuknya berupa segiempat panjang dan bertingkat. Bangunaan ini mempunyai langgam arsitektur Belanda kuno dan menurut sejarah didesain pula oleh Lucazoon Cardeel. Dahulu bangunan ini dipergunakan sebagai tempat musyawarah dan berdiskusi tentang soal-soal keagamaan.

Kesultanan Banten memang menempatkan Islam sebagai landasan kehidupan politik kerajaan. Dalam hal ini Islam menjadi alat legitimasi atas kekuasaan penguasa, serta menjadi simbol identitas. Meskipun Islam mendominasi kehidupan politik dan kebudayaan di kesultanan banten, namun tidak menutup kemungkinanan agama lain menjalankan ritualnya disana. Hal ini dibuktikan dengan adanya bangunan kelenteng yang merupakan pusat peribadatan etnis cina pada masa tersebut.

Dengan kata lain, Mesjid Agung Banten memang sarat dengan nuansa keagamaan Islam yang telah dipadu dengan budaya Barat dan Cina pada arsitektur bangunannya. Dengan adanya makam-makam kuno kesultanan Banten nampaknya semakin menjadikan mesjid ini ramai dikunjungi untuk wisata ziarah terutama dihari-hari libur maupun dihari-hari besar umat Islam lainnya.

Penulis : Silhouette
Fotografer : Silhouette
Lokasi : Banten, Kasemen, Serang
Sumber : navigasi.net

Peta Lokasi :
Comments
Search RSS
hanni   |2007-12-14 09:05:34
tolong kirimkan alamat masjid agung ..
kalau bisa sekarang y ..
soalnya butuh banget ..
trima kasih sebelumnya ..
Yus Suhendra   |2008-11-06 17:18:40
Alhamdulillah robbill Alamin.
Tulisan ini walaupun singkat tapi lokasi serta pemetaan dapat menuntun para peziarah Islam.
dedy   |2008-11-12 20:15:04
apa bner masjid banten ni gak leh dmski oleh orng biasa
dedy di semarang   |2008-11-12 20:17:07
jgn ampek masjid ni d bwt utk memuja-muja atau meminta-minta
dedy   |2008-11-12 20:18:23
alamatnya dimana?
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan murah ke singapore 2 jutaan all in

liburan murah ke bali all in tiket hotel tour

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan lebaran 2010

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 105 tamu dan 14 anggota online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
Indonesia Best Web Hosting
The Green Village

Alexa Traffic Stats