Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Jawa - Bali arrow Jalan-jalan ke Monas
Jalan-jalan ke Monas PDF Cetak E-mail
(9 votes)
Entah mengapa tiba-tiba seorang rekan kantor menyeletuk dengan sebuah pertanyaan sederhana, "Pernah berkunjung ke Monas ?". Monumen Nasional (Monas) ? Ya, jujur saja, telah sekian tahun mencari nafkah di Jakarta namun belum pernah sekalipun berkunjung ke lokasi landmark bangsa Indonesia ini. Baiklah, mungkin sudah saatnya untuk mengenal lebih akrab dengan objek satu ini, dan mengapa tidak ? Halaman Monumen Nasional pagi itu cukup ramai meskipun hari itu bukanlah hari libur. Cukup banyak orang berolahraga pagi hari secara sendiri-sendiri maupun membentuk kelompok-kelompok kecil yang tersebar di berbagai sudut. Udara yang masih cukup segar ini nampaknya banyak dimanfaatkan oleh penduduk/karyawan kantor sekitar Monumen Nasional untuk berolahraga sambil menikmati susana pagi. Kawasan ini menyediakan pula sebuah jalan kecil yang terdiri dari batu-batu bulat pipih berwarna hijau yang disusun secara tegak, cocok sebagai sarana pijat refleksi dengan cara berjalan diatasnya tanpa menggunakan alas kaki.

Bagian Selatan dari kawasan Monumen Nasional ini, terdapat penangkaran rusa tutul yang kabarnya diperoleh dari Istana Presiden, Bogor. Kondisi rusa-rusa tersebut nampaknya terawat cukup baik dan sehat, terlihat dari warna kulitnya yang cerah dan bersemangat saat merumput dibawah rindangnya pepohonan. Beberapa papan peringatan agar tidak mengusik keberadaan ini ditampilkan dalam bentuk kartun/karikatur lucu, tanpa mengurangi pesan yang tersirat

Untuk masuk kedalam petak tugu Monumen Nasional, pengunjung haruslah berjalan ke bagian Utara dekat dengan Patung Pangeran Dipenogoro yang sedang menunggang kuda. Pintu masuknya terletak dibagian bawah, dan dikenai biaya sebesar Rp. 5.000 rupiah untuk kemudian berjalan melalui terowongan bawah tanah hingga akhirnya muncul kembali di dalam kawasan tugu Monumen Nasional.

Dari literatur yang penulis peroleh, gagasan pendirian Monumen Nasional ini terwujud pada tanggal 17 Agustus 1961 dan diresmikan tanggal 17 Juli 1975. Monas melambangkan semangat juang bangsa Indonesia dalam perang kemerdekaan, yang dilambangkan pada tugu dan api abadi di puncaknya. Pada bagian tugu lidah api ini dibentuk dari perunggu seberat 14,5 ton terdiri dari 77 bagian yang disatukan dan seluruh permukaannya berlapis emas seberat lebih kurang 32 kg. Kabarnya emas ini berasal dari Rejang Lebong, Bengkulu. Ketinggian dari halaman tugu hingga ke titik puncak lidah api adalah 132 meter.

Monas menyimpan pula angka keramat bangsa Indonesia, 17 - 8 - 45. Pelataran cawan berbentuk bujur sangkar berukuran 45 m x 45 m, tingginya 17 meter, dan ruang Museum Sejarah Nasional (di dalam) setinggi 8 meter.

Terdapat sarana lift yang bisa mengantar pengunjung hingga ke pelataran kecil tepat di bagian bawah dari tugu lidah api. Ketika penulis sampai di puncak monas, terasa sekali angin berhembus cukup kencang dengan panorama kota Jakarta yang menarik. Sayang sekali alat teropong yang ada di lokasi ini untuk menikmati pemandangan kota Jakarta dari ketinggian sudah tidak ada lagi, hanya tersisa tiang penyangganya Untuk menjaga keselamatan pengunjung, puncak monas dipagari tiang besi, sehingga penulis merasakan susana mirip dalam sangkar burung.

Pada bagian bawah tugu monas ini terdapat Monumen Sejarah Nasional menempati ruangan seluas 80x80 meter berlapiskan batu pualam dengan tinggi 8 meter. Di sekeliling dindingnya terdapat 48 jendela kaca yang menggambarkan diorama perkembangan sejarah nasional Indonesia. Berbagai peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia di tampilkan kembali secara menarik pada diorama-diorama ini.

Secara keseluruhan, Monumen Nasional pantas dijadikan kawasan wisata dan olahraga bagi warga ibukota Jakarta. Keberadaan dan kelestarian kawasan ini sangatlah penting mengingat monas merupakan bagian dari paru-paru kota dan peresapan air di kota yang hiruk pikuk dengan kendaraan bermotor dan bangunan pencakar langit.

Penulis : Silhouette
Fotografer : Silhouette
Lokasi : Kel. Gambir, Gambir, Kot. Jakarta Pusat
Sumber : navigasi.net

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...


Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:


Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Salam Liburan Indonesia...
Comments
Search RSS
Nona   |2009-01-14 08:31:48
Bertahun-tahun di jakarta tapi nggak pernah ke monas
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan ke turki murah

liburan pulau macan pulau seribu

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan natal dan tahun baru 2011

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 4 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
The Green Village

Alexa Traffic Stats