Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Indonesia arrow Jawa - Bali arrow Benteng Van der Wijck Kebumen
Benteng Van der Wijck Kebumen PDF Cetak E-mail
(10 votes)
Jika anda berkunjung ke Kebumen, tidak ada salahnya anda singgah sejenak ke objek wisata sejarah yakni benteng Van der Wijck. Lokasinya yang cukup dekat dari jalan utama/raya Kebumen -Yogya, yakni sekitar 300 meter, amatlah sayang jika dilewatkan begitu saja. Benteng kuno dengan dominasi warna merah ini cukup menyolok diantara bangunan lain, namun tersamar dari jalan utama mengingat gerbang masuk lokasi wisata ini cukup jauh dari pintu gerbang benteng. Disediakan kereta api mini yang siap mengantarkan pengunjung dari gerbang utama mengelilingi objek wisata bersejarah ini. Anda tidak usah kuatir bahwa berada dilokasi objek wisata sejarah ini, nantinya hanya akan disuguhi bangunan kuno yang cenderung membosankan dan kurang diminati anak-anak. Beberapa sarana permainan anak-anak telah dibangun disekitar benteng seperti perahu angsa, kincir putar dan berbagai macam permainan anak lainnya.

Tak ketinggalan juga sebuah patung dinosaurus raksasa ikut dibangun untuk meramaikan suasana dan lebih mengakrabkan dengan dunia anak-anak. Bahkan sebuah stasiun kereta api mini dibangun di bagian atas benteng tepat di atas gerbang utama, memungkinkan pengunjung untuk mengitari sisi atas benteng dengan menggunakan kereta mini.

Di dalam benteng itu sendiri pengunjung bisa melihat beberapa foto dokumentasi seputar bentuk asli bangunan benteng saat ditemukan dan tahap-tahap pemugaran yang telah dilakukan terhadapnya. Ruangan-ruangan bekas barak militer, asrama, pos jaga bisa dilihat didalam benteng dan semuanya boleh dibilang dalam keadaan rapi dan bersih.

Hanya saja sebuah papan pengumuman yang ditempel dibagian luar benteng berisi "Sebelum masuk benteng sebaiknya anda berdoa sejenak menurut kepercayaan masing-masing", sempat menimbulkan kerutan di dahi saat membacanya karena berkesan seram. Mungkinkah pernah terjadi hal-hal diluar nalar yang menimpa pengunjung saat berada didalam benteng, seperti kesurupan ?

Benteng Van der Wijck sebenarnya dibangun pada awal abad 19 atau sekitar tahun 1820-an, bersamaan meluasnya pemberontakan Diponegoro. Pemberontakan ini ternyata sangat merepotkan pemerintah kolonial Belanda karena Diponegoro didukung beberapa tokoh elit di Jawa bagian Selatan. Maka dari itu Belanda lalu menerapkan taktik benteng stelsel yaitu daerah yang dikuasai segera dibangun benteng.

Tokoh yang memprakarsai pendirian benteng ini adalah gubernur jenderal Van den Bosch. Tujuannya jelas sebagai tempat pertahanan (sekaligus penyerangan) di daerah karesidenan Kedu Selatan. Pada masa itu, banyak benteng yang dibangun dengan sistem kerja rodi (kerja paksa) karena ada aturan bahwa penduduk harus membayar pajak dalam bentuk tenaga kerja.

Tentu saja cara ini membuat penduduk kita makin menderita apalagi sebelumnya gubernur jenderal Deandels punya proyek serupa yaitu jalan raya pos (Anyer – Penarukan, sepanjang l.k. 1.000 km), juga dengan kerja rodi.
Dilihat dari bentuk bangunan, pembangunannya sezaman dengan benteng Willem (Ambarawa) dan Prins Oranje (Semarang – kini sudah hancur).

Pada awal didirikan, benteng dengan tinggi tembok 10 m ini diberi nama Fort Cochius (Benteng Cochius). Namanya diambil dari salah seorang perwira militer Belanda (Frans David Cochius) yang pernah ditugaskan di daerah Bagelen (salah wilayah karesidenan Kedu).

Nama Van der Wijck, yang tercantum pada bagian depan pintu masuk, merupakan salah seorang perwira militer Belanda yang pernah menjadi komandan di Benteng tersebut. Reputasi van der Wijck ini cukup cemerlang karena salah satu jasanya adalah membungkam para pejuang Aceh, tentunya dengan cara yang kejam. Pada zaman Jepang, benteng ini dimanfaatkan sebagai barak dan tempat latihan para pejuang PETA.

Dilihat dari fisiknya, bangunan yang luasnya 3.606,62 m2 ini sudah mengalami renovasi yang cukup bagus. Sayangnya renovasi ini kurang memperhatikan kaidah konservasi bangunan bersejarah mengingat bangunan ini potensial sebagai salah satu warisan budaya (cultural heritage).

Peta Lokasi :


Salam hangat dari Liburan.Info...

Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:

Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

atau login di liburan.info dan klik menu submit news.

Salam Liburan Indonesia...

Comments
Search RSS
Genduk   |2007-07-27 08:23:39
Memang wisata sejarah seperti ini yang tidak pernah disentuh oleh pemerintah kita promosinya. Jadi anak-anak kita lebih sayang mall daripada musium. :cry
razty_bonjer   |2007-10-22 19:18:12
wisata sejarah ini memang cukup menarik. namun sayang kebersihan di dalam benteng itu sendiri tidak dijaga dengan baik. lorong-lorongnya pengap dan berbau asap rokok...
:?
Much   |2008-10-08 16:26:38
Bentengnya Tidak kelihatan tuh dari jalan raya, iya kalau aku lewat Kebumen selalu masih gelap.
Sama dulu waktu aku masih anak-anak diajak sama orang tuaku naik Kereta api yang berasap tebal dari Kutoarjo sampai Kebumen hanya main di alun-alun tdk diajak lihat Benteng itu( much Wirun Ngandagan KTA)
pitut   |2008-12-04 11:36:37
bikin kesel wisata belajar kok buat tempat mesum... kasian tuh adek2...
Rezalia   |2009-06-14 10:19:28
maaf '... kiranya penulis perlu mengkaji sejarah Indonesia, baca Sejarah Nasional Indonesia ada 6 jilid,dan lihat peta Sejarah Nasional Indonesia yang semuanya diterbitkan oleh Balai Pustaka,atau buku-buku Sejarah tentang perjuangan bangsa Indonesia dari SD s/d Perguruan Tinggi.Perang Diponegoro diawali dengan peristwa Tegalrejo tahun 1825 bukan tahun 1820, atau tanya saja kepada anak SD kapan perang Diponegoro itu terjadi, wah ... ini bisa marah orang yojo sejarah tokoh mereka di kacaukan.
yusva  - tanya..   |2009-12-16 21:33:47
contact personnya brapa n atas nama siapa tuh objek????
ismail siron san othman  - keturunan san othman   |2010-02-22 00:37:01
salam perkenalan...........
aku ingin mencari salasilah kluarga ku yang datuk ku san othman berasal dari kebumin, paman2 ku (almarhum) djasmin dan jasir telah berhijrah ke Lampung, sumatra, sila hubungi aku jika ada maklumat. 019-7561733/07-5564778-ismail
ismail siron san othman  - re: keturunan san othman nawitono   |2010-02-22 00:42:31
ismail siron san othman wrote:
salam perkenalan...........
aku ingin mencari salasilah kluarga ku yang datuk ku san othman berasal dari kebumin, paman2 ku (almarhum) djasmin dan jasir telah berhijrah ke Lampung, sumatra, sila hubungi aku jika ada maklumat. 019-7561733/07-5564778-ismail Johor malaysia
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan ke turki murah

liburan pulau macan pulau seribu

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan natal dan tahun baru 2011

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 2 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
The Green Village

Alexa Traffic Stats