Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Kuliner arrow Wisata Kuliner arrow Sate ’Keroncong’ Jatinegara
Sate ’Keroncong’ Jatinegara PDF Cetak E-mail
(1 vote)
Suara musik keroncong terdengar sayup-sayup di antara beragam sumber kebisingan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, suatu siang menjelang sore akhir pekan lalu. Bunyi klakson mobil serta teriakan tukang parkir terdengar dominan. Saya sedang mencari sebuah warung sate kambing khas Klaten, Jawa Tengah, di pinggir jalan itu. Seorang teman bilang, "Kau jalan saja di sepanjang trotoar di sisi Polsek Jatinegara, dari arah Polsek ke pintu utama Pasar Mester. Nanti kau akan dengar suara musik keroncong. Ikuti sumber suara musik itu, nah di situ warung satenya. Tapi sebaiknya jangan datang pas makan siang karena saat itu ramai banget."
Suara musik keroncong yang tadi sayup-sayup ternyata berasal dari mulut Gang Lele. Persis di depan para pemusik dan penyanyi itu terdapat warung sate yang saya cari. Mereka rupanya pengamen tetap di warung tersebut. Unik juga, suara musik keroncong menjadi penanda keberadaan sebuah warung sate.

Kehadiran pengamen bermusik keroncong itu memang disengaja sejak empat tahun lalu. Sang pemilik warung, Sri Mulyono, ingin memuaskan pengunjung. Di sini mereka bisa bergoyang lidah dan memanjakan telinga dengan lagu-lagu keroncong. Tetapi mengapa keroncong? "Ah kebetulan aja," kata Mulyono.

Di situ, pengamen tidak menyodor-nyodorkan kantong ’derma’ sebagaimana aksi para pengamen umumnya. Mereka hanya meletakkan sebuah stoples plastik di atas sebuah bangku kecil. Yang mau memberi sumbangan, tinggal memasukan uang ke dalam stoples.

Pertunjukan musik hidup terbilang tidak lazim untuk tempat makan kategori warung pinggir jalan. Kehadiran pengamen di tempat-tempat makan di pinggir jalan (kaki lima) seringkali justeru jadi pengganggu. Para pengamen biasanya keluar masuk bergantian dan ’menuntut’ segera dilayani. Mereka tidak peduli orang sedang makan, tangannya belepotan minyak dan susah untuk meraih uang receh dalam kantong celana atau dompet.

Di warung sate itu kehadiran pengamen justru menjadi ’brand’. Orang mengenal tempat itu sebagai Warung Sate Keroncong, bukan nama aslinya yaitu Warung Sate Sederhana. "Dulu kita dikenal dengan nama warung sate seksi tujuh karena Polsek Jatinegara dulu namanya sektor tujuh. Sekarang orang sebut sate keroncong, ya tidak apa-apa," kata Mulyono.

Ada tujuh orang pemusik sekaligus penyanyi keroncong di warung itu. Mereka selalu tampil bareng namun saat saya datang hanya ada lima orang yaitu Edi Suwono pemain biola, Jamari pemain juk, Miyem (satu-satu perempuan) pemain ukulele, Wahyu pemain gitar, dan Sarwono pemain celo. Selain membawakan lagu-lagu keroncong, mereka juga biasa mengimprivasasi lagu-lagu pop jadi lagu keroncong. "Improvisasi kita lakukan secara spontan aja," kata Edi.

Mereka mengamen dari pukul 10.00 sampai pukul 15.00 atau 16.00. Warung itu sendiri beroperasi dari pukul 09.00 sampai 21.00. Kata Edi, kalau ramai mereka masing-masing bisa dapat uang Rp 40.000 sehari. "Kalau lagi sepi bisa hanya dapat Rp 20.000," katanya.

Selain mengamen di depan warung itu, mereka juga kadang-kadang menerima permintaan untuk tampil di acara pernikahan, ulang tahun atau sunatan. "Undangan seperti itu sebulan biasanya hanya dua kali," kata Edi. Sekali tampil di acara pernikahan, atau ulang tahun mereka minta bayaran Rp3.5 juta. Pemain sinetron Adjie Massaid termasuk yang pernah memakai jasa mereka. Semula mereka pengamen keliling. Namun sejak diminta Mulyono, mereka tidak pernah naik turun bus kota lagi.

Warung itu hanya memiliki tiga menu yaitu sate, tongseng dan gulai kambing. Menurut Mulyono, dulu menu unggulannya gulai kambing tetapi sekarang justru tongseng. Pada jam makan siang, tongsenglah yang paling laris. Kuah tongsengnya kental dengan rasa rempah yang kuat. Tetapi saya lebih suka gulai kambingnya karena dagingnya empuk.

Warung itu mulai beroperasi tahun 1959 di kaki lima Jalan Matraman Raya. Mulyono merupakan generasi kedua. Perintisnya adalah Kirmadi, ayah Mulyono. Dari sembilan orang anak Kirmadi hanya Mulyono yang melanjutkan usaha tersebut.

Warung berusia 48 tahun itu, kini memiliki 20 orang karyawan. Omsetnya beberapa tahun terakhir menurun.  Sekarang misalnya, warung itu hanya mengabiskan 50 kilogram daging kambing setiap hari. "Tahun 1990-an sehari kita bisa menghabiskan sampai 100 kg per hari," kata Mulyono.

Mengapa menurun? Mulyono tidak tahu persis sebabnya. Ia hanya menduga, hal itu mungkin karena banyak pelanggannya pindah ke pinggir Jakarta. Ia kini memasang target, pemasukan per hari tempat itu tidak boleh kurang dari Rp 3 juta.

Ia menegaskan, racikan bumbu, pengolahan maupun cara memasak tidak ada yang berubah. Warung ini tetap menggunakan kayu sebagai bahan bakar. Setiap hari Mulyono menghabiskan setengah sampai satu kubik kayu bakar. "Kami sengaja menggunakan kayu bakar untuk mempertahankan aroma," katanya.

Bagi penggembar daging kambing dan penikmat musik keroncong, warung ini bisa masuk dalam daftar tempat makan yang perlu dipertimbangkan untuk dikunjungi. Di sini, satu porsi sate kambing harganya Rp 24.000, gulai Rp 17.000 dan tongseng Rp 18.000.

Penulis: Egidius Patnistik
Add as favourites (39) | Quote this article on your site | Views: 1230 | Cetak | E-mail

  Komentar (4)
RSS comments
1. Ditulis oleh Gondes, pd 28-06-2007 12:46
nah ini yang baru mak nyuss
2. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 16-11-2007 20:29
musiknya dibikin variatif dong. tiap dua hari ganti gitu. :zzz :roll
3. Ditulis oleh Lanang, pd 17-11-2007 12:03
Bukannya musiknya yang bikin khas? kalo diganti top forty jadi sate top forty jatinegara dong bukan sate keroncong. hehehehe...
4. Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 14-02-2008 14:03
Ini lokasi dari Pasar Jatinegara ke sebelah mana, ya?

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Surga Buah Itu Berna...
Comment 22 2144
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:44 More...
By Sennioritta 214447

Surga Buah Itu Berna...
Comment 22 2144
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:44 More...
By Sennioritta 214435

Ketika Orang Kota Me...
Comment 22 2144
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:43 More...
By Sennioritta 214411

Pesona Hening Pantai...
Comment 22 2144
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:43 More...
By Sennioritta 214402

Pesona Hening Pantai...
Comment 22 2143
06c089e [URL=http://475.07gkjiw.az....
23/11/08 03:43 More...
By Sennioritta 214333

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats