Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home
Pakaian Untuk Liburan PDF Cetak E-mail
(0 votes)
Urusan packing, ada dua tipe orang. Yang membawa segalanya kecuali wastafel dapur (contoh: ibu saya) dan yang berpergian as light as possible (contoh: saya). Jelas, tujuan perjalanan memegang faktor kunci dalam menentukan travel wear yang dibutuhkan. Namun sebenarnya, ada banyak cara agar Anda dapat membawa tidak terlalu banyak pakaian dan tetap sesuai kebutuhan. And men, this column isn't just for women! Kebanyakan pelancong 'veteran' akan menyarankan untuk memperkecil ukuran koper Anda dan mempersedikit jumlahnya (satu saja). Begutu pula untuk carry-on luggage (ini juga satu). Mungkin Anda berpikir hal ini agak terlalu ekstrim bagi Anda. Tapi percayalah, berdasarkan pengalaman pribadi, the lighter the load, the better!

Choose Actual Travel Wear

Pilihlah jenis pakaian yang terbuat dari bahan yang tak mudah kusut, bisa `dikompres' dalam lipatan kecil, dapat dicuci di mana saja (termasuk di wastafel kamar mandi) dan cepat kering, serta gampang dipadu-padankan dengan pakaian lainnya.


Choose a Color Scheme

Yup, ini juga untuk kawan pria. Merencanakan pakaian untuk dibawa dengan menggunakan patokan warna tertentu akan sangat membantu Anda. Pada trip saya ke Jogjakarta beberapa waktu lain, saya tahu bahwa selain berwisata, saya juga akan menghadiri acara-acara formal di malam hari (maksudnya dugem nih... hehehe). Maka saya pilih warna hitam sebagai warna dasar. Saya berangkat dengan mengenakan tights warna hitam, sehingga tidak terlalu dressy tapi juga tidak casual. Namun atasannya saya gunakan yang casual saja dan berwarna terang. Atasan casual ini bisa saya pakai lagi saat berjalan-jalan dan bermain di Jogja,dipadankan dengan sepasang jeans yang juga berwarna gelap. Sedangkan tights hitamnya bisa saya pakai lagi di malam hari dengan atasan yang lebih fancy untuk menghadiri acara-acara formal. Jadi untuk trip 3 hari 2 malam, selain tights hitam dan atasan yang saya kenakan saat berangkat ke Jogja (plus sandal teplek yang gaya dan jaket berbahan ringan), saya hanya membawa :

  • Sepasang jeans berwarna dasar hitam atau warna gelap
  • Baju dalam,termasuk baju renang.
  • 2 atasan fancy untuk acara malam hari.
  • Sepatu cantik warna hitam.
  • Tambahan 1 atasan casual.
  • Tas cantik kecil warna hitam.
  • Daster ringan untuk tidur.
  • Perlengkapan mandi dan make-up.

Semuanya masuk dalam satu koper kecil yang masih menyisakan ruang untuk oleh-oleh dan belanjaan lainnya. Sedangkan dompet, tiket pesawat, kamera mungil, buku tulis, pena, handphone dan hal-hal kecil lainnya yang saya butuhkan selama perjalanan, saya bawa dalam tas berukuran sedang yang juga berwarna hitam.

Untuk perjalanan yang lebih lama, paling-paling saya hanya menambahkan satu sampai dua items dari hal-hal di atas. Kalau tidak ada acara formal, tentunya saya tidak akan membawa tas dan Sepatu cantik, melainkan sepatu kets dan kaus kaki. Selebihnya, hanyalah kreatifitas dalam memadu-madankan pakaian dan sedikit lebih rajin untuk mencuci baju-baju kotor agar bisa dikenakan lagi. Beres deh. Ringan, nyaman, namun tidak pernah kekurangan!
Add as favourites (81) | Quote this article on your site | Views: 1405 | Cetak | E-mail

  Komentar (1)
RSS comments
1. Ditulis oleh Viona, pd 08-06-2007 10:18
:grin jadi inget ibu saya yang di manado, kalo pergi nggak bawa kardus supermi itu, rasanya belom jalan-jalan deh...

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Artikel Liburan Terbaru
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
Seni Kentrung Yang Nyaris Punah Seni tradisi, Kentrung Bate asal Desa Bate, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, nyaris punah. Pasalnya, seni yang sarat makna siar kebajikan ini kesulitan mencari generasi penerus. Kentrung Bate yang semula dipopulerkan Kiai Basiman di era zaman penjajahan Belanda tahun 1930-an, masih tersisa tiga orang yang berusia lanjut. Mereka yakni, Mbah Surati (90) sebagai Dalang Kentrung Bate, Mbah Setri (86) penabuh timlung (kentheng) dan Mbah Samijo (88) sebagai penabuh terbang besar (rebana).
Selengkapnya...
               

Guide Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Pesan Hotel Real Time di Seluruh Dunia

Pesan Disini !!!

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

Saat ini ada 3 tamu online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Komentar Terahir

Menunggu Paket Wisat...
pengen banget maen ke situs majapah...
22/11/08 22:19 More...
By sasongko w

Kompleks Candi Dieng
gw dan kel punya rencna ke dieng......
22/11/08 22:18 More...
By tutibono

Upacara Kematian di ...
kadanG kt tRllu meMaksakAn acaRa ra...
22/11/08 18:52 More...
By ne' nober

Wisata Alam Situ Gun...
salam kenal sekedar membagi Inform...
22/11/08 16:42 More...
By arnold

Pantai Ujung Genteng
waah mantap sekali ini tempat. keb...
21/11/08 09:54 More...
By miaz

Rekan Liburan.Info

Tukar Link dan Promosi Website, Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang.

Alexa Traffic Stats