|
Masih dari Kalimantan. Setelah merasakan Itik Panggang Alabio dan buah-buah hutan Kalimantan, kali ini saya mencoba ketupat yang dimakan dengan gulai ikan. Pertemuan saya dengan warung kecil ini benar-benar tidak sengaja. Malam itu, saya dan teman dari Jakarta kelaparan dan berniat mencari sop buntut paling enak di Buntok, kota kecil di Kalimantan Tengah.
Sudah menembus hujan dengan becak di tengah dinginnya malam, ternyata warung sop buntut yang diinginkan tutup. Tiba-tiba, kami melihat ada satu tempat makan yang paling ramai di jalan tersebut.
Akhirnya, kami memutuskan untuk mendatangi keramaian tersebut. Meski tidak tahu makanan apa yang disajikan di sana. "Ke sana aja yuk, biasanya kalau warungnya ramai, makanannya enak, kata saya. (Selain itu, kami memang tidak tahu lagi tempat makan lain di kota kecil itu)
Sampai di warung makan itu, kami sempat celingukan. Habis, benar-benar nggakngerti mau pesen apa! Cuman ada orang-orang makan ketupat dengan semacam kuah gulai.
Mau makan apa mbak, tanya seorang perempuan muda.
Ini makanan apa ya , jawab saya balik bertanya.
Oh, ini Ketupat Kandangan, ujarnya sambil memperlihatkan panci berisi kuah gulai dengan ikan haruan panggang.
Well, menarik juga. Makan ketupat dengan ikan. Jarang-jarang saya makan ketupat dengan ikan seperti ini. Biasanya, saya makan ketupat sayur, ketupat tahu, atau ketupat dengan bakso. Tetapi dengan ikan? Memang wajib dicoba. Belakangan, saya tahu bahwa ketupat kandangan ini cukup populer di Kalimantan.
Gulai ikan ini juga disajikan dengan cara khas Kandangan (daerah di Kalimantan Selatan). Ikan tidak langsung dicampur dengan kuah gulai, tetapi dibikin terpisah. Setelah dipanggang dalam tusukan sate, barulah haruan ini dicelup dalam kuah gulai. Lalu disajikan bersama potongan-potongan ketupat.
Sayang, saya kehabisan kepala ikan haruan malam itu (kepala ikan memang jadi bagian paling favorit buat saya..). Jadi, saya hanya kebagian bagian tengah hingga ‘buntut’nya.Rasanya, ternyata nikmat. Apalagi kuahnya juga tidak terlalu kental. Meski saya tidak memakan ketupat ini di tanah kelahirannya. Tetapi, cukup buat saya merasakannya di Buntok.Ikan haruan juga sangat gurih. Ditambah lagi dengan kegurihan kuah gulai yang dipadu dengan ketupat. Benar-benar sedap. Harganya juga sangat terjangkau, cuma Rp 4500 saja.
Jika pengin pedas, ada juga sambal yang diracik khusus untuk menambah kenikmatan mencicipi ketupat ini. Sambalnya juga mempunyai rasa yang unik, karena menrupakan campuran dari cabai merah, bawang, kunyit, jahe dan santan. (Tadinya, kami mengira itu sambal kacang..hehehe.)
Hmm ada bagusnya juga kami tidak menemukan sop buntut yang kami cari. Toh, di Jakarta juga banyak. Dengan menemukan ketupat kandangan, lidah saya mendapatkan pengalaman yang baru, merasakan nikmatnya ketupat dengan gulai ikan haruan….
Penulis: Angelina Maria Donna Add as favourites (31) | Quote this article on your site | Views: 897 | Cetak | E-mail
1. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, pd 11-04-2008 13:10 mmmm... enak bgt sih ketupat kandangan.merupakan makanan khas ngetop kedua setelah dodol kandangan nya...  |
2. Ditulis oleh
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
, pd 11-04-2008 13:12 kalo ke kandangan jgn lupa tamasya alam ke loksado.1 jam dr kandangan n 4 jam dr banjarmasin.tempatnya sangat bagussss....!!!ada villa/bungalow juga lho. |
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
|
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |