Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow Internasional arrow Asia arrow Museum Fossil di Korea Selatan
Museum Fossil di Korea Selatan PDF Print E-mail
(8 votes)
There are no translations available

Menjelang akhir liburan musim dingin ini, setelah seluruh kegiatan semester pendek selesai, saya di ajak jalan-jalan oleh keluarga Korea saya ke daerah-daerah pantai di Korea. Mulai dari Yeongdeok, Yeongyang, Pohang, Ganggu, Andong dan daerah-daerah sekitar itu.

Kami, omma ( mom ), appa ( dad ) dan adik perempuan Korea, bepergian naik mobil pribadi, supaya lebih bebas kalau mau pergi ke mana-mana. Kami menghabiskan waktu selama 5 hari.

Salah satu tempat wisata yang paling menarik, yang kami kunjungi adalah Gyung Bo Museum Fossil di daerah Ganggu, wilayah Gyeongsang-Buk-Do, diantara Yeongdeok dan Pohang. 5 Menit dari Pantai Jangsa.

Di museum ini, kita bisa melihat banyak sekali fosil dari berbagai jaman. Menurut informasi, jumlah fosilnya mencapai 2500 buah, dari 30 negara, termasuk Korea tentu saja.

Koleksinya terdiri dari fosil mineral, batu-batuan mulia, tanaman, kayu, binatang laut, sampai gading mammoth dan telur dinosaurus. Dalam museum yang lumayan luas dan bersih sekali ini, ruangannya di bagi menjadi 2 pavilion dan satu outdoor area.

Pavilion 1 isinya berupa fosil-fosil dari masa Paleozoik, Mesozoik dan Cenozoik. Terdiri dari berbagai macam fosil mineral, binatang laut, termasuk diantaranya kerang raksasa, dan berbagai batuan.

Saya juga melihat ada fosil binatang yang menurut saya seperti mimi lan mintuna ( binatang laut yang dalam cerita Jawa termasuk binatang yang sangat setia pada pasangannya, sehingga kalau ada yang menikah, selalu di sertai doa semoga selalu rukun seperti mimi dan mintuna, yang maksudnya semoga selalu rukun dan setia pada pasangan sampai akhir hayat ).

Koleksi tersebut di display rapi dalam lemari kaca, dengan spot light dan keterangan yang sangat lengkap. Kerang raksasa dan beberapa fosil batu di letakkan di luar lemari kaca, namun di beri tali pengaman, sehingga tidak bisa di sentuh.

Ruangan yang sejuk, terang dan nyaman membuat saya betah mengamati setiap koleksi dengan cermat dan membuat foto-foto serta mencatat berbagai keterangan. Tidak ada petugas yang membuntuti kami, sehingga kami dengan bebas bisa berkeliling.

Sementara lagu klasik mengiringi langkah kami. Dan karena tidak ada larangan untuk memotret, jadi saya bisa dengan leluasa memotret. Ada juga satu bagian yang menunjukkan perbedaan fosil asli dengan fosil buatan yang sangat sempurna. Bagi saya yang orang awam dengan fosil, tentu saja tidak bisa membedakan, kalau tanpa keterangan.

Di pavilion ini kita juga bisa melihat beberapa macam jenis mata uang, termasuk diantaranya mata uang kertas dari Papua New Guinea, Bermuda, Zaire dan negara lainnya. Ada 16 jenis mata uang kertas dari 8 negara Eropa, 4 negara Asia dan 4 negara Amerika.

Pavilion 2 isinya berupa fosil tanaman. Yang terdiri dari 150 item. Terdiri dari berbagai ukuran dan jenis. Ada yang besar-besar, ada juga yang sepotong kecil, di letakkan dalam lemari kaca. Juga berbagai jenis amber, ada juga fosil daun, bunga dan buah. Seperti misalnya buah pinus.

Out door Pavilion berisi segala macam jenis fosil kayu dalam ukuran yang lumayan besar, sebanyak 100 jenis. Yang menarik adalah karena fosil kayu tersebut berupa perbandingan fosil kayu dari daerah Pohang ( Korea Selatan ) dengan fosil kayu dari berbagai negara lain. Dan di tata dalam display yang serupa dengan karya pameran patung. Bagus sekali.

Udara dingin tidak mempengaruhi saya untuk menikmati fosil-fosil kayu yang menarik tersebut. Tentu saja sambil berfoto-fotoria diantara para fosil tersebut.

Harga tiket masuk museum ini tidak terlalu mahal, yaitu 3000 won untuk dewasa perorangan ( jika kelompok hanya 2500 won), 1500 untuk pelajar smp dan smu ( jika rombongan hanya 1000 won ), dan anak-anak di bawah usia 5 tahun atau anak sd tiketnya seharga 1000 won ( jika rombongan hanya 700 won).

Murah sekali, mengingat koleksinya yang luar biasa, penataan dan pemeliharaan yang teliti dan sungguh-sungguh serta manfaat yang bisa di dapatkan dari museum tersebut. Para pegawainya masih muda dan ramah, murah senyum dan siap menerangkan segala sesuatu jika kita menanyakan sesuatu.

Di luar pavilion ada restauran kecil, di mana kita bisa menikmati berbagai macam makanan, dan juga menjual makanan ringan, minuman, ice cream dan souvenir. Makanan tidak boleh di bawa masuk ke dalam pavilion. Dan harga souvenir sangat mahal. Terus terang saya tidak tertarik membelinya. Karena harga satu pin kecil saya 6000 won. Wah, tidaklah. Foto-foto yang saya buat cukup jadi souvenir berharga buat saya.

Menurut sejarahnya, museum ini awalnya adalah koleksi pribadi dari Mr. Kang-Hae Jung, yang menjadi kolektor fosil amatir selama 30 tahun. Pada mulanya, mengkoleksi fosil adalah sekedar hobi saja, namun kemudian berkembang menjadi lebih serius.

Dari museum pribadi, berubah menjadi museum untuk kalangan umum, yang di buka pada 26 Juni 1996. Bahkan pavilion 2 baru di buka pada tanggal 6 Juni 1998.

Museum ini termasuk dalam kategori museum fosil kelas utama ( Registration No. 84) dan termasuk sebagai private museum, meskipun terbuka untuk umum.

Slogan museum ini adalah : "The globe history which is sees with the fossil" Museum ini tidak punya hari libur, artinya buka sepanjang masa. Jam bukanya adalah jam 8 pagi sampai jam 7 malam, di hari-hari biasa.

Sedangkan di akhir pekan buka dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Untuk musim liburan ( sekitar tanggal 20 Juli sampai 15 Agustus ) malah lebih panjang lagi jam bukanya, yaitu mulai dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam, pagi banget ya....

Wah, pokoknya menikmati museum ini adalah kesenangan tersendiri buat saya, yang memang pada dasarnya menyukai kunjungan museum. Jaman saya masih kecil dulu, sering diajak mamah almarhumah mengunjungi museum Sono Budaya di Jogja, museum Radya Pustaka di Solo, museum Wayang, museum Batik, museum Biologi, dan lain-lain.

Setelah saya bertambah usia, dan sering jalan-jalan sendiri, semakin banyak museum yang saya kunjungi, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri ( diantaranya Mercedes-Benz Museum di Stuttgart, Jerman, museum patung Lehmbruck-Museum di Duisburg, Jerman dan Nationalmuseum = National Museum of Fine Arts di Stockholm yang tiga-tiganya belum lama ini saya kunjungi).

Di Korea kegemaran saya mendatangi museum pun terpuaskan. Diantaranya museum Kimchi ( karena Korea memang identik dengan kimchi, makanya saya sempatkan mengunjungi museum kimchi, lain kali saya pasti berbagi cerita tentang museum ini ).

Pada waktu saya mengunjungi museum fosil ini, ada juga dua keluarga yang datang mengunjungi. Salah satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak kecil usia SD, yang dengan antusiasnya bertanya ini-itu kepada orang tuanya. Si bapak dengan sabar menjawab satu persatu pertanyaan ke dua anak tersebut, yang kadang-kadang lucu dan sulit di jawab.

Saya yang sempat nguping, jadi suka geli sendiri mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sedang rombongan keluarga lainnya terdiri dari ayah, ibu, dua anak perempuan remaja, satu sepupu perempuan juga, usia anak smu ( kira-kira ) dan ayah si sepupu - wah ternyata saya ini mau tahu urusan orang juga ya, sampai segitu telitinya merhatiin mereka, hihihiiii... Habis mereka ngomongnya rame banget sih.

Rasa ketertarikan mereka terhadap isi museum itu lah yang sebenarnya mula-mula menarik perhatian saya terhadap kedua rombongan tersebut. Tapi ternyata rombongan kami pun cukup menarik perhatian mereka, karena kebetulan rombongan kami yang ayah-ibunya punya 2 anak dewasa dan salah satunya orang asing ( saya ).

Kunjungan selama hampir 2 jam itu benar-benar mengesankan buat saya. Selama ini saya lebih banyak mengunjungi museum-museum budaya atau yang berkenaan dengan seni. Baru sekali ini mengunjungi museum fosil seperti itu. Thanx mom and dad

Penulis : Sekar

Peta Lokasi :



Salam hangat dari Liburan.Info...


Teman-teman pembaca Liburan.Info di Indonesia dan Seluruh dunia, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan di sekitar anda dan perjalanan-perjalanan anda atau artikel-artikel yang terkait dengan pariwisata di Indonesia dan dunia bahkan tempat-tempat makan yang enak-enak dimanapun anda berada. Kirimkan artikel dan foto anda langsung melalui email:


This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it


Salam Liburan Indonesia...

 

Comments
Search RSS
dewa   |2008-02-21 15:32:27
BAGUS SEKALIEEE ADA COLLECTOR FOSIL.AKAN LEBIH BAGUS LAGI JIKA MAU BELI FOSIL YAMG ADA PADA SAYA.ANTARA LAIN FOSIL KAYU DAN KERANG.


DEWA
YOGYAKARTA
Dona   |2008-02-22 11:09:25
hehehe... ada juga yang hobi ngumpulin fosil yah ?
Pondi   |2008-03-16 22:57:29
Hal sperti ini bagus untuk kesejahteraan indonesia..
alangkah baik ny adakan pameran seperti ini.. visit indonesia 20088!!
karena hasil kekayaan bangsa kita bisa di sejajarkan dgn bangsa lain..

Saya butuh info ttg pendaftaran pameran batu mulia & batu fosil.
karena saya punya usaha bareng bokap di bidang batu mulia (opal kalimaya) & Batu fosil (kayu,akik,n lain2) From Banten The Virgin Island.

Thankz..
kuncoro   |2008-07-16 21:40:37
Saya sendiri punya beberapa fosil kayu yang belum diOlah..
kira-kira yang saya punya ada 5 Ton.
jika ada yang berminat bisa contact ke E-mail saya..kuncoro_try@yahoo.com
Thanks...
RH Nugroho   |2008-08-28 18:42:56
saya punya fosil kayu yg sudah membatu, bentuknya serat/guratannya seperti grandcanyon
ukuran diameter +/- 12 Cm, tinggi +/- 20 Cm, cocok untuk koleksi dalam kotak kaca dengan diberi pencahayaan yang bagus akan sangat luar biasa.
berminat contact ke E-mail : rh_nugroho@yahoo.com :grin
winda marcella  - bez regards...   |2009-08-04 19:09:31
wahh,,bagusnya,,,jadi pingin mengunjungi korea,,,hihi....kapan yahh??
chae   |2010-01-22 00:33:22
avatar kayanya jalan2 k korea seru deh..
mau infonya dong..
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Guide Anda di Liburan.Info

Mencari Sesuatu ?

Iklan di Liburan


Indonesia Joomla Topsites

Indonesia Joomla Topsites

Page Rank Check

 

Ads @ Liburan

liburan murah ke singapore 2 jutaan all in

liburan murah ke bali all in tiket hotel tour

Pesan Disini !!!

Advertisement @ Liburan

paket liburan lebaran 2010

Masuk Disini

Siapa yang Online ?

We have 18 guests and 3 members online

Pegunjung Liburan

Pengunjung Liburan.Info

Orang

Rekan Liburan.Info

Indonesia Corporate Travel Agent
Indonesia Security Device Provider
Indonesia Best Web Hosting
The Green Village

Alexa Traffic Stats