Internasional
Asia
Museum Fossil di Korea Selatan 03 Days Manado Tour Package
![]() Rp.1.199.000 Add to Cart |
03 Days Lombok Tour Package
![]() Rp.620.000 Add to Cart |
04 Days Toraja Tour Package
![]() Rp.2.105.000 Add to Cart |
| Museum Fossil di Korea Selatan |
|
|
|
|
Kami, omma ( mom ), appa ( dad ) dan adik perempuan Korea, bepergian naik mobil pribadi, supaya lebih bebas kalau mau pergi ke mana-mana. Kami menghabiskan waktu selama 5 hari. Salah satu tempat wisata yang paling menarik, yang kami kunjungi adalah Gyung Bo Museum Fossil di daerah Ganggu, wilayah Gyeongsang-Buk-Do, diantara Yeongdeok dan Pohang. 5 Menit dari Pantai Jangsa. Di museum ini, kita bisa melihat banyak sekali fosil dari berbagai jaman. Menurut informasi, jumlah fosilnya mencapai 2500 buah, dari 30 negara, termasuk Korea tentu saja. Koleksinya terdiri dari fosil mineral, batu-batuan mulia, tanaman, kayu, binatang laut, sampai gading mammoth dan telur dinosaurus. Dalam museum yang lumayan luas dan bersih sekali ini, ruangannya di bagi menjadi 2 pavilion dan satu outdoor area. Pavilion 1 isinya berupa fosil-fosil dari masa Paleozoik, Mesozoik dan Cenozoik. Terdiri dari berbagai macam fosil mineral, binatang laut, termasuk diantaranya kerang raksasa, dan berbagai batuan. Saya juga melihat ada fosil binatang yang menurut saya seperti mimi lan mintuna ( binatang laut yang dalam cerita Jawa termasuk binatang yang sangat setia pada pasangannya, sehingga kalau ada yang menikah, selalu di sertai doa semoga selalu rukun seperti mimi dan mintuna, yang maksudnya semoga selalu rukun dan setia pada pasangan sampai akhir hayat ). Koleksi tersebut di display rapi dalam lemari kaca, dengan spot light dan keterangan yang sangat lengkap. Kerang raksasa dan beberapa fosil batu di letakkan di luar lemari kaca, namun di beri tali pengaman, sehingga tidak bisa di sentuh.
Sementara lagu klasik mengiringi langkah kami. Dan karena tidak ada larangan untuk memotret, jadi saya bisa dengan leluasa memotret. Ada juga satu bagian yang menunjukkan perbedaan fosil asli dengan fosil buatan yang sangat sempurna. Bagi saya yang orang awam dengan fosil, tentu saja tidak bisa membedakan, kalau tanpa keterangan. Di pavilion ini kita juga bisa melihat beberapa macam jenis mata uang, termasuk diantaranya mata uang kertas dari Papua New Guinea, Bermuda, Zaire dan negara lainnya. Ada 16 jenis mata uang kertas dari 8 negara Eropa, 4 negara Asia dan 4 negara Amerika. Pavilion 2 isinya berupa fosil tanaman. Yang terdiri dari 150 item. Terdiri dari berbagai ukuran dan jenis. Ada yang besar-besar, ada juga yang sepotong kecil, di letakkan dalam lemari kaca. Juga berbagai jenis amber, ada juga fosil daun, bunga dan buah. Seperti misalnya buah pinus. Out door Pavilion berisi segala macam jenis fosil kayu dalam ukuran yang lumayan besar, sebanyak 100 jenis. Yang menarik adalah karena fosil kayu tersebut berupa perbandingan fosil kayu dari daerah Pohang ( Korea Selatan ) dengan fosil kayu dari berbagai negara lain. Dan di tata dalam display yang serupa dengan karya pameran patung. Bagus sekali. Udara dingin tidak mempengaruhi saya untuk menikmati fosil-fosil kayu yang menarik tersebut. Tentu saja sambil berfoto-fotoria diantara para fosil tersebut. Harga tiket masuk museum ini tidak terlalu mahal, yaitu 3000 won untuk dewasa perorangan ( jika kelompok hanya 2500 won), 1500 untuk pelajar smp dan smu ( jika rombongan hanya 1000 won ), dan anak-anak di bawah usia 5 tahun atau anak sd tiketnya seharga 1000 won ( jika rombongan hanya 700 won).
Di luar pavilion ada restauran kecil, di mana kita bisa menikmati berbagai macam makanan, dan juga menjual makanan ringan, minuman, ice cream dan souvenir. Makanan tidak boleh di bawa masuk ke dalam pavilion. Dan harga souvenir sangat mahal. Terus terang saya tidak tertarik membelinya. Karena harga satu pin kecil saya 6000 won. Wah, tidaklah. Foto-foto yang saya buat cukup jadi souvenir berharga buat saya. Menurut sejarahnya, museum ini awalnya adalah koleksi pribadi dari Mr. Kang-Hae Jung, yang menjadi kolektor fosil amatir selama 30 tahun. Pada mulanya, mengkoleksi fosil adalah sekedar hobi saja, namun kemudian berkembang menjadi lebih serius. Dari museum pribadi, berubah menjadi museum untuk kalangan umum, yang di buka pada 26 Juni 1996. Bahkan pavilion 2 baru di buka pada tanggal 6 Juni 1998. Museum ini termasuk dalam kategori museum fosil kelas utama ( Registration No. 84) dan termasuk sebagai private museum, meskipun terbuka untuk umum. Slogan museum ini adalah : "The globe history which is sees with the fossil" Museum ini tidak punya hari libur, artinya buka sepanjang masa. Jam bukanya adalah jam 8 pagi sampai jam 7 malam, di hari-hari biasa. Sedangkan di akhir pekan buka dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Untuk musim liburan ( sekitar tanggal 20 Juli sampai 15 Agustus ) malah lebih panjang lagi jam bukanya, yaitu mulai dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam, pagi banget ya....
Setelah saya bertambah usia, dan sering jalan-jalan sendiri, semakin banyak museum yang saya kunjungi, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri ( diantaranya Mercedes-Benz Museum di Stuttgart, Jerman, museum patung Lehmbruck-Museum di Duisburg, Jerman dan Nationalmuseum = National Museum of Fine Arts di Stockholm yang tiga-tiganya belum lama ini saya kunjungi). Di Korea kegemaran saya mendatangi museum pun terpuaskan. Diantaranya museum Kimchi ( karena Korea memang identik dengan kimchi, makanya saya sempatkan mengunjungi museum kimchi, lain kali saya pasti berbagi cerita tentang museum ini ). Pada waktu saya mengunjungi museum fosil ini, ada juga dua keluarga yang datang mengunjungi. Salah satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak kecil usia SD, yang dengan antusiasnya bertanya ini-itu kepada orang tuanya. Si bapak dengan sabar menjawab satu persatu pertanyaan ke dua anak tersebut, yang kadang-kadang lucu dan sulit di jawab. Saya yang sempat nguping, jadi suka geli sendiri mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sedang rombongan keluarga lainnya terdiri dari ayah, ibu, dua anak perempuan remaja, satu sepupu perempuan juga, usia anak smu ( kira-kira ) dan ayah si sepupu - wah ternyata saya ini mau tahu urusan orang juga ya, sampai segitu telitinya merhatiin mereka, hihihiiii... Habis mereka ngomongnya rame banget sih. Rasa ketertarikan mereka terhadap isi museum itu lah yang sebenarnya mula-mula menarik perhatian saya terhadap kedua rombongan tersebut. Tapi ternyata rombongan kami pun cukup menarik perhatian mereka, karena kebetulan rombongan kami yang ayah-ibunya punya 2 anak dewasa dan salah satunya orang asing ( saya ). Kunjungan selama hampir 2 jam itu benar-benar mengesankan buat saya. Selama ini saya lebih banyak mengunjungi museum-museum budaya atau yang berkenaan dengan seni. Baru sekali ini mengunjungi museum fosil seperti itu. Thanx mom and dad
Penulis : Sekar Add as favourites (33) | Quote this article on your site | Views: 1281 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
NEW YEAR SEASON : Kuala Lumpur - Malacca - Singapore
![]() Rp.7.367.800 Add to Cart |
Keraton Jimbaran Resort (5 Stars)
![]() Rp.915.000 Add to Cart |







| Liburan di Kota Mala... |
| Harga villa di sekitar waduk selore... |
| 07/10/08 15:01 More... |
| By Liburan.Info |
| Pantai Kuta Lombok |
| :) :eek :upset :zzz :sigh :x ... |
| 07/10/08 14:40 More... |
| By didin reakperek |
| Taman Sari Jogjakart... |
| keterangannya sudah cukup lengkap. ... |
| 07/10/08 14:37 More... |
| By rini puspita |
| Pantai Kuta Lombok |
| kuta itu sebenernya bagus tapi disa... |
| 07/10/08 11:02 More... |
| By junaen |
| Liburan di Kota Mala... |
| minta tolong dokx...... inormasi t... |
| 07/10/08 09:24 More... |
| By Acyooonk |